JINGGA NYA ADELIA

JINGGA NYA ADELIA
Episoden 79


__ADS_3

***


"Hai.....!" seruan Dewa mengganggu Aku dan Jingga yang tengah fokus belajar.


"Ya ampun,pantas aja dari tadi Aku panggil-panggil tidak ada jawaban." lanjut Dewa.


"Lah,memangnya kamu manggil gitu?" tanya Jingga balik.


"Tentu saja,mana mungkin Aku langsung masuk begitu saja." timpal Dewa.


Dewa pun langsung duduk di unjung kasur sambil langsung memainkan HP nya.


"Yang lain nya mana?" tanya Ku.


"Sebentar lagi sampai.Tadi mereka berhenti dulu di depan untuk membeli cilok yang biasa keliling di komplek kita." jelas Dewa.


"Oh Aku pikir mereka tidak akan ke sini." timpal Ku.


"Masa iya sih Aku berani kesini sendirian kalau nggak ngajak mereka berdua.Yang ada nanti Aku malah jadi nyamuk di sini." balas Dewa.


"Hai.....!" seruan Gita dan Raya langsung membuat seisi kamar Jingga berisik seketika.


"Ya ampun,suara kalian itu loh.Sangat menggelegar....." ucap Dewa.


"Ayo sini kembalikan uang kembalian nya," lanjut nya.


Raya pun langsung merogoh saku nya untuk mengembalikan uang milik Dewa.


"Ya ampun,Aku pikir kamu lupa.Tadinya mau Aku simpan saja di saku Aku," tutur Raya.


"Sembarangan," bentak Dewa.


"Ayo cepat,sini kembali kan," lanjut Dewa.


"Ya udah nih,pelit banget." timpal Raya.


"Kalau Aku pelit,nggak akan Aku kasih tadi kamu jajan." balas Dewa.


"Ya ampun,kalian ini.Malah bertengkar di kamar Ku." bentak Jingga.


"Lagian Dewa sih yang mulai duluan," timpal Raya.


Gita dan Aku hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran anatara Dewa dan Raya.


***


"Jingga...!" seru tante Sofia yang sudah berdiri di ambang pintu.Akudan yang lainnya langsung melihat ke arah nya bersamaan.


"Iya bu,kenapa?" tanya Jingga.


"Jadi gini,barusan ayah memberitahu ibu.Kalau kakek sedang sakit,"


"Sakit apa bu?" tanya Jingga kembali.


"Ibu dan ayah belum tahu pasti.Makanya nanti sepulang ayah dari tempat kerja,kami mau langsung pergi untuk mengunjungi kakek." jelas tante Sofia.


"Kalau begitu,Jingga juga ikut yah," balas nya.

__ADS_1


"Jingga,tapi kan kaki kamu masih belum sembuh," tutur Ku.


"Tidak apa-apa lagian,Aku kan hanya duduk saja nggak menyetir mobil nya." balas nya.


"Iya benar kata Adel,kamu sebaiknya di rumah saja.Nanti kalau kaki kamu udah sembuh,kamu baru bisa menyusul ibu dan ayah." sahut tante Sofia.


"Tapi,kita tidak tahu bukan yang akan terjadi sama kakek ke depan nya," timpal Jingga bersikeras.


Tante Sofia terlihat langsung terdiam dan kebingungan dengan kemauan Jingga.


"Jingga,tunggu sampai kaki kamu agak mendigan yah.Baru kamu boleh menyusul ibu," tutur tante Sofia.


"Tapi bu...."


Aku pun langsung menggenggam tangannya dan meminta nya untuk menuruti perintah ibunya.


"Meski pun kamu terus memaksa untuk ikut pergi bersama kami.Ayah juga pasti akan memberikan jawaban yang sama seperti ibu." lanjut tante Sofia.


Kemudian tante Sofia pun langsung berlalu meninggalkan kami semua.


"Jingga,sebaiknya kamu mendengarkan apa yang di katakan ibu kamu.Itu juga untuk kebaikan kamu juga," tutur Gita.


"Baiklah,Aku akan memikirkan nya kembali." timpal nya.


***


Sore harinya,Aku dan teman-teman yang lain berpamitan untuk pulang.


Jingga pun memaksa untuk mengantar kepulangan kami sampai ruang tengah.


"Sampai ketemu nanti," ucap Raya.


"Dah....." ucap Ku sambil melambaikan tangan.


***


Sesampainya di rumah,Aku langsung duduk di sofa di ruang tengah.


"Adel,kamu sudah pulang nak?" ucap ibu langsung menghampiri Ku.


"Iya bu.Soalnya teman-teman yang lain juga udah pada pulang semua." jelas Ku.


"Tadinya,ibu mau menyusul kamu ke sana.Tapi,menunggu Abel pulang dulu."


"Tapi,tante Sofia nya tidak ada di rumah bu," timpal Ku.


"Tidak di rumah? Memangnya tante Sofia sedang pergi ke mana?" tanya ibu.


"Katanya kakeknya Jingga sedang sakit.Jadi tante Sofia sama ayah nya Jingga langsung berangkat untu menjenguknya." jelas Ku.


"Oh seperti itu,padahal baru saja ibu mau menyusul kamu ke sana." timpal ibu.


"Ya sudahlah,karena kamu sudah pulang sebaiknya kamu langsung mandi saja.Ini sudah sore,"


"Iya bu,bentar lagi yah.Adel mau lihat dulu sinetron ini," ucap Ku sambil melihat sinetron yang tengah tayang di TV.


***

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian,Aku langsung membuka tirai di kamar Ku berharap bisa melihat Jingga di kamarnya.


Setelah ibu mengetahui hubungan kami,Aku meras malu,untuk melakukan telepon dengan nya saat berada di dalam rumah.


Tapi sayang nya,saat tirai nya terbuka gorden di kamar Jingga tertutup.


"Del....!" seru kak Abel mengagetkan Ku.


"Kamu lagi ngapain sih?" tanya nya.


"Ih kakak,buat Adel kaget saja." timpal Ku.


"Ah itu tadi Adel,bermaksud untuk......"


"Mengintip Jingga dari jendela," timpal kak Abel.


"Ih kakak mah.Kok gitu sih,kan Adel jadi malu."


"Lagian ngapain kamu susah-susah mau lihat Jingga dengan cara seperti itu," ucap nya sambil tersenyum.


"Mendingan,ayo bantu kakak untuk bawa makanan ke rumah nya Jingga.Kata ibu,orang tuanya sedang tidak ada di rumah." jelas kak Abel.


"Serius kak?" tanya Ku meyakinkan.


"Seriuslah,memang nya kakak suka becanda sama kamu." balas kak Abel.


Aku pun langsung turun dari kasur dan menghampiri kak Abel.Ternyata benar kata kak Abel,ibu sudah menyiapkan makanan untuk Jingga di atas meja makan.


"Del,ayo bantu kakak mu untuk membawa ini semua," ucap ibu.


"Iya bu," balas Ku sambil tersenyum.


"Senang dia bu,karena mau ke rumah pacar nya." timpal kak Abel.


"Ih kakak mah," rengek Ku.


"Sudah,kalian malah berantem.Cepat bawa ini semua,takutnya Jingga belum makan." suruh ibu.


Aku dan kak Abel pun langsung mengambil beberapa wadah yang sudah di siapkan ibu.Dan langsung menuju ke rumahnya Jingga.


***


"Ayo cepat tekan bel nya," suruh kak Abel.


Aku pun langsung menekannya dan tidak lama kemudian pintunya pun terbuka.


"Eh Adel," ucap Dewa saat melihat Ku tengah berdiri di depan pintu.


"Ya ampun kak Abel juga ikut ternyata.Ayo kak masuk," lanjut Dewa.


"Apaan sih kamu,tersenyum kayak gitu sama kak Abel." ucap Ku sambil menatap Dewa.


"Bukan apa-apa.Ayo masuk," ajak nya.


Aku dan kak Abel pun langsung masuk ke dalam.Ternyata Jingga dan Dewa tengah menonton TV di ruang tengah.


"Adel,apa yang membuat kamu kemari?" tanya Jingga setelah melihat kedatangan Ku.

__ADS_1


"Ah itu,ini ibu menyuruh kami untuk mengantarkan makan malam buat kamu." jelas kak Abel langsung menyimpan beberapa kotak makan nya di atas meja.


"Ya ampun,itu sangat merepotkan."


__ADS_2