Jodoh Lima Langkah

Jodoh Lima Langkah
35. Pasangan Dalam Pesta


__ADS_3

"Halo, Dinda. Halo Yoga!" sapa Ratu sambil melambaikan tangannya saat kedua orang itu menjemputnya. Senyum Ratu mengembang sempurna saat melihat laki-laki yang dia cintai menjemputnya pergi ke pesta. Anggap saja sang pangeran sedang menjemput walau bukan dengan kuda putih kesayangan.


"Hai, yuk berangkat." Akan tetapi, sebelum Dinda menyelesaikan ucapannya, Ratu sudah masuk ke dalam mobil dan duduk dengan manis di sana.


"Ish, gercep amat ya," ujar Dinda, Ratu hanya tersenyum meringis dan tidak peduli. Dia senang karena kali ini bisa pergi bersama dengan Yoga. Di pesta nanti, dia akan berada di samping Yoga dari awal acara hingga berakhir.


"Kalian sudah siap?" tanya Yoga.


"Siap!" teriak Ratu bersemangat di belakang sana.


Mobil pun pergi dari rumah Ratu menuju kediaman Galih.


Sepanjang jalan, Ratu melirik Yoga yang sangat serius menyetir. Yoga dengan kemeja berwarna biru muda membuatnya tampak sangat tampan sekali.


Harusnya gue tadi pake baju biru juga. Ish, Dinda nggak bilang sih kalau Yoga pake baju itu! batin Ratu sebal, Dinda dan Yoga malah terlihat serasi seperti pasangan karena pakaian mereka berwarna sama.


Tidak sampai satu jam mereka berkendara, mobil telah sampai di sebuah rumah yang cukup besar, dua pilar berdiri tegak di luar menopang rumah ini, taman kecil berada dibagian depan samping, serta kolam air mancur berada di bagian depan, membuat suasana yang ada di halaman rumah itu nyaman untuk dipandang mata.


Beberapa mobil telah terparkir bersama dengan mobil-mobil yang lainnya. Begitu juga dengan mobil milik Yoga yang diparkir di antara mobil-mobil tersebut.


"Waaah, rumahnya boleh juga nih. Din, elo bisa jadi ratu di rumah ini kalau jadian dan nikah sama Kak Galih." Ratu menyenggol lengan Dinda.


Dinda tersenyum meringis, melirik Yoga yang baru saja keluar dari dalam mobil dan memasang muka jutek mendengar apa yang dikatakan oleh Ratu.


"Belum tentu juga."


"Loh, kok belum tentu?" tanya Ratu bingung mendengar ucapan Dinda.


"Ya, belum tentu aja. Lagian, dia itu siapa gue? Bukan siapa-siapa," ucap Dinda sambil berlalu dari sana.


Ratu membiarkan Dinda berjalan lebih dulu, dia tersenyum kepada Yoga yang masih berada di sampingnya.

__ADS_1


"Mau masuk sama-sama?" tanya Ratu dan mendapatkan anggukkan kepala dari Yoga. Sementara Dinda sudah masuk ke rumah tersebut.


Sambutan yang didapatkan saat masuk ke dalam rumah itu cukup mengesankan, pesta yang mewah dengan hiasan khas pemuda terpajang di sana. Beberapa orang pelayan berseragam hitam hilir mudik membawakan nampan berbentuk bulat di tangannya dengan hidangan dan minuman yang disajikan untuk para tamu undangan. Pelayan juga mengatakan jika tamu juga bisa menikmati pesta tersebut di taman samping rumah dan kolam renang.


"Kak Galih!" teriak Dinda melambaikan tangannya saat melihat si empunya pesta ada di bagian lain dari ruangan itu. Galih yang mendengar teriakan seseorang menoleh dan tersenyum senang saat melihat wanita yang dia sukai telah sampai di sana. Galih yang bersama dengan temannya segera berpamitan dan berjalan menuju ke arah Dinda.


"Hai, Din." Galih terpana melihat Dinda yang tampak sangat cantik dengan gaun biru dan rok yang mengembang sebatas lutut. Rambut Dinda yang lurus dibiarkan tergerai hingga menutupi bahunya. Sebuah jepit rambut yang imut tersemat di atas telinga.


Dinda tersenyum senang, Galih malam ini terlihat sangat tampan sekali dengan kemeja berwarna yang sama dengan pakaiannya. Kebetulan sekali.


"Selamat ulang tahun, Kak Galih!" seru Dinda sambil menyodorkan tangannya untuk menyalami dan memberi selamat untuk orang yang berulang tahun.


"Makasih kamu sudah datang dan menyempatkan untuk hadir di sini. Datang sama siapa?" tanya Galih.


Dinda mencari-cari keberadaan dua orang yang datang bersama dengannya, mereka baru sampai di ambang pintu.


"Tuh." Tunjuk Dinda kepada dua orang itu.


"Oh, Yoga datang juga?"


"Iya, em ... nggak apa-apa, kan dia ikut?" tanya Dinda sedikit merasa bersalah karena Yoga yang datang tanpa undangannya.


"Nggak apa-apa, kok. Santai aja kali. Pesta ini memang buat umum kok, yang mau boleh datang. Makanan juga sudah disiapkan banyak," ucap Galih. Dinda senang karena Galih tidak keberatan dengan kehadiran Yoga.


Dinda mengedarkan pandangannya ke arah lain, tidak banyak teman sekelasnya yang hadir di sini, melainkan lebih banyak kakak angkatannya yang merupakan teman-teman Galih.


"Kak Galih, selamat ya atas bertambahnya usia." Ratu memberikan selamat kepada kakak angkatnya itu, begitu juga dengan Yoga yang melakukan hal yang sama.


"Makasih banyak. Kalian udah datang kemari. Silakan nikmatin pestanya," ucap Galih mempersilakan.


Pandangan Ratu menatap ke sekeliling, banyak pemuda yang tampan, tapi tidak setampan orang yang ada di sampingnya. Baginya, kali ini Yoga sangat tampan sekali dan mengalahkan yang lainnya yang ada di sini.

__ADS_1


"Wiihhh, ratu kita sudah sampai di sini rupanya!" seru seseorang yang datang dan langsung melingkarkan tangannya di leher Galih, wajah Galih seketika berubah merah. Dia menyenggol perut sang teman yang baru saja menggodanya.


Ratu tersenyum-senyum sendiri, mendengar namanya disebut.


Dinda melirik Ratu yang baru dan tersenyum tipis. Galih yang malu-malu, apakah dia sedang malu terhadap Ratu?


"Pangeran, sekarang bawa ratu-nya ke pesta. Ajak dansa dan gunakan waktu kalian dengan baik. Malam ini adalah milikmu," ucap pemuda itu lagi dengan gaya bicara ala-ala seorang bawahan raja dan ratu.


Galih menatap Dinda memberikan tangannya kepada gadis itu, meminta Dinda untuk ikut bersama dengannya.


"Ayo, Din. Malam ini aku pengen kamu yang nemenin aku sampai pesta ini selesai."


Ratu terdam, dia kira ratu yang dimaksud adalah dirinya. Ratu sampai malu sendiri karena salah paham, tentu saja yang dimaksud oleh teman Galih adalah Dinda, wanita yang Galih sukai.


"Eh, aku?" Dinda menatap Galih, juga Ratu.


"Iya, kamu pikir siapa? Aku ngarep banget malam ini kamu hadir dan bisa menjadi seseorang yang spesial di sini," ucap Galih.


Blusshhhh.


Wajah Dinda memerah mendengar ucapan dari Galih, membuatnya malu dan juga senang bersamaan. Dinda melirik Yoga, tampak tidak enak hati karena wajah Yoga yang tanpa ekspresi sama sekali.


"Ayo, dong Din. Kok malah ngelamun. Sana, pergi sama pangerannya," ucap Ratu memberikan tangan Dinda untuk digenggam oleh Galih.


Sebelum Dinda sadar, Galih tersenyum dan membawanya pergi ke tempat lain di mana pesta itu lebih di fokuskan di tepi kolam renang. Sorak sorai para tamu undangan memenuhi ruangan itu saat Galih dan Dinda masuk ke tempat acara. Mereka mengikuti sepasang muda mudi itu hingga sampai di tepi kolam renang.


"Wah, memang mereka pasangan yang serasi," ucap Ratu kagum melihat pasangan yang baru saja meninggalkan tempat tersebut.


"Yoga, malam ini, kita juga ... jadi pasangan serasi, yuk!" ajak Ratu tanpa malu sama sekali sambil menelusupkan tangannya ke jemari Yoga.


Yoga tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Ratu senang bukan main.

__ADS_1


__ADS_2