Jodoh Lima Langkah

Jodoh Lima Langkah
45. Masak Bersama Yoga


__ADS_3

"Nggak apa-apa kok muka kamu pucat?" tanya Puspa sekali lagi. Dinda hanya bisa mengusap dan menepuk pipinya yang jelas saja masih terasa hangat.


"Eh, aku nggak apa-apa kok. Aku nggak sakit," ucap Dinda.


"Terus kenapa kamu ...."


"Mama tadi ke mana? Kok aku nggak lihat tadi?" tanya Dinda memotong ucapan sang ibu mertua.


"Oh, Mama tadi ke rumah sakit. Habis cek up sama Mama Irma."


"Oh, gitu. Pantas aja kalau tadi aku nggak lihat Mama di rumah. Mama udah makan? Lapar nggak?" tanya Dinda dengan cepat agar ibu mertuanya tidak bertanya hal yang aneh-aneh.


"Belum makan sih."


"Oh, bagus deh kalau gitu, mau aku masakkan sesuatu?" tanya Dinda dengan antusias.


Puspa merasa aneh dengan kesediaan Dinda yang tidak seperti biasanya, Dinda memang wanita yang baik, tapi dia tidak terlalu suka berada di dapur.


"Mama duduk aja di depan, biar aku yang bikin makanan," ucap Dinda mendorong tubuh kurus Puspa untuk duduk di ruang TV, setelah itu Dinda kembali ke dapur dan mencoba untuk membuat makanan, tapi dia sendiri tidak tahu apa yang akan dia buat untuk Puspa.

__ADS_1


"Aduh, aku mau buat apa ini?" gumam Dinda sambil menatap bahan masakan yang baru saja dia keluarkan dari dalam kulkas. Banyak bahan makanan yang ada d dalam kulkas, tapi dia bingung akan memasak apa. Dia bukan wanita yang bisa memasak, apa lagi hobi dengan kegiatan itu.


"Kamu lagi apa?" tanya Yoga saat melihat Dinda yang terdiam menatap banyak sayuran yang ada di depannya.


Dinda menolehkan kepalanya dan terkejut. "Oh, aku lagi ... ini, aku mau masakin Mama, tapi aku juga bingung mau masak apa," ucap Dinda sambil menunjuk bahan masakan di atas meja.


Yoga yang sudah bersiap untuk pergi bekerja, menyimpan kembali tas yang sudah dia gendong di belakang punggungnya.


"Oh, buat Mama?"


Dinda menganggukkan kepalanya.


"Eh, tapi kamu bukannya mau bekerja?" tanya Dinda yang melihat Yoga telah rapi dengan seragam kerjanya.


Yoga menatap jam yang ada di dinding dapur tersebut.


"Masih ada waktu satu jam lagi sebelum aku masuk kerja, aku masih bisa bantu kamu masak," ucap Yoga.


"Eh, aku bisa kok lihat YouTube."

__ADS_1


"Yakin bakalan enak?" tanya Yoga mulai memakai celemek yang menggantung di dapur tersebut. Dinda merasa sebal dengan ucapan laki-laki itu dan senyuman yang menyebalkan yang tampak di bibir Yoga.


"Enak lah, masa iya aku nggak bisa masak?" gumam Dinda kesal.


Yoga tersenyum dan mengingat waktu itu Dinda mencoba untuk memasak makan malam. Rasanya tidak karuan dan dia terpaksa menghabiskannya sendirian, beruntung waktu itu Mama Puspa masih berada di rumah sakit dan Papa Heru menunggunya di sana, maka dari itu hanya ada dia di rumah dan mencicipi masakan Dinda.


Yoga tidak berkata apa-apa lagi, dia mulai memotong daging ayang utuh menjadi beberapa bagian dan menyuruh Dinda untuk membantunya menyiapkan bumbu untuk memasak ayam bumbu kuning kesukaan sang ibu.


Dinda sangat antusias sekali melihat Yoga yang sedang memotong daging ayam itu tanpa ragu sama sekali dengan menggunakan pisau besar yang dia pegang di tangannya. Sekali tebasan, daging ayam itu sudah terpotong dengan rapi dan dengan ukuran yang hampir sama.


"Wah, pantasnya kamu jadi chef," ujar Dinda bersuara. Yoga tertawa kecil dan melirik Dinda sebentar, kemudian kembali pada daging yang dia potong sama besarnya.


"Jangan lupa pake kunyit, ya!" seru Yoga yang yakin jika bumbu yang sudah ada di dalam blender jauh dari warna kuning. Dinda yang memang lupa dengan benda tersebut hanya meringis, tersenyum malu dan mengambil kunyit yang ada di rak bumbu dan mengulang pekerjaannya.


...***...


Assalamualaikum semua. Mohon maaf beberapa hari ini Othor nggak update🙏. Anak Othor yang nomor dua kecelakaan di sekolahnya dan harus dirawat di RS beberapa hari, tepatnya dari tanggal 29 mei kemarin. Makanya nggak bisa update karena repot urus segala sesuatunya. Boleh cek FB-nya, Trias Wardani ya 🙏, karena mau up foto di sini takut jadi pelanggaran😅


Mohon maaf sebanyak-banyaknya, untuk Dinda-Yoga dan Morgan-Lyla, tentu saja akan Othor lanjutkan lagi ceritanya sampai tamat.

__ADS_1


Terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya ya🙏.


__ADS_2