
"Aduh!," Idris mengaduh kesakitan seraya memegangi perutnya.
"Kenapa mas?"
"Perut mas, sakit."
"Loh, kok, bisa sakit! emang mas habis makan apa?" Za menghampiri suaminya yang sedang meringis menahan sakit.
"Gak tau, tapi, tiba-tiba sakit."
Za menyuruh Idris duduk di kursi ruang tamu, ia ambil minyak angin dan mengoleskannya di perut sang suami. Idris tersenyum dengan perlakuan Za.
__ADS_1
"Kayanya yang ini juga sakit," sambil mengelus pipi nya.
"Emang kenapa pipinya bisa sakit?" tanya Za.
"Kejedot kayanya." sedikit bingung namun Za mengulurkan tangannya menyentuh pipi sang suami.
"Udah gak sakit?" ucap Za.
Semakin dekat, Idris mendekatkan wajahnya pada wajah Za, Za tak beranjak seolah siap dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, bahkan kedekatannya hampir membunuh jarak.
"Woy, Dris, gue nunggu lama Ampe lumutan, niat berangkat bareng gak sih!" Sam tiba-tiba masuk. Membuat mereka salah tingkah.
__ADS_1
Idris menatap Sam dengan tatapan malas.
"cek! gagal romantis" ucapnya pelan.
***Maaf banget nih buat para readers, di karenakan kesibukan Author yang gak bisa di tinggal, kemungkinan Author Hiatus sementara, Maaf yang udah nunggu-nunggu kelanjutannya.🙏
Tapi pasti Author lanjutin, kok, di tunggu aja yah.😁
Juga nantikan Sekul nya mas dokter dengan judul dokter Sam, kisah kasih dokter Sam yang di warnai dengan gelak tawa, insyaallah menghibur para readers yang sedang Gegana.
Terimakasih buat dukungannya. Love you All. love you Segede lapangan bola🥰***
__ADS_1