Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )
Rahasia Rayan


__ADS_3

Mobil kembali membelah jalanan kota, kami dalam perjalanan pulang, dalam mobil aku masih memikirkan pengakun kak Syifa soal kak Rayan.


" Kamu baik-baik saja, Mas? " Za mengagetkan seraya menyentuh lenganku.


Aku menoleh sekilas. " Iya, " ku jawab singkat.


" Fokus, Mas, kamu lagi nyetir, aku liat kamu melamun, loh. " Dan aku hanya bisa nyengir kala Za menyadarinya.


Menjelang sore kami sampai di rumah, sebab tadi aku mengajak Za makan di luar.


Kami masuk kedalam rumah seraya mengucapkan salam. " Assalamualaikum. "


" Waalaikumussalam, " jawab seorang pria dari balik kursi tanpa menoleh sedikitpun, dan yang tak lain ia adalah kak Rayan.


Aku meminta Za untuk beristirahat terlebih dahulu, ia menurut dan melangkah menuju kamar kami.


Mungkin ia juga faham alasan aku memintanya pergi ke kamar, mengingat Za adalah sosok wanita yang peka.


Ku langkahkan kaki mendekati sosok Pria yang duduk di kursi tamu berteman kopi hitam yang sudah tak lagi mengeluarkan uap panasnya.


Aku tahu kak Rayan sangat menyukai kopi hitam buatan istrinya, dan setelah kepergian istrinya aku sering melihat kak Rayan meminta di buatkan kopi. Namun, hanya sedikit ia minum bahkan tak jarang hanya minta di buatkan tanpa di minum sama sekali. Apa ini juga ada hubungannya dengan kak Syifa. Apa benar ia masih mencintai Kak Syifa? tapi, kenapa? Kenapa mereka harus menyiksa diri dengan berpisah. Namun, tak bercerai.


Aku harus tahu alasannya.


" Kak Rayan! bisa kita bicara? " Ia tak menggubris, masih fokus dengan gawainya.


" Kak! " ucapku lagi. Ia menatapku sekilas lalau kembali fokus pada gawainya.


" Hari ini aku bertemu Kak Syifa di panti asuhan, " ku berucap itu tanpa basa-basi.


Bukan hanya tatapan mata elangnya yang ia lontarkan. Namun ia pun berdiri dan menghampiriku.

__ADS_1


" Temui aku di taman belakang, " bisiknya sembari berlalu dari hadapanku.


" Ada urusan apa kau menemui Syifa? " ia langsung menanyaiku setelah kami berada di taman.


" Za memintaku mengantarkannya ke panti asuhan, dan kami bertemu Kak Syifa, ia salah seorang pengurus panti di sana, dan jujur kami pun baru mengetahuinya. " Kak Rayan menatapku seksama.


" Lalu? "


" Banyak hal yang kak Syifa ceritakan, termasuk perihal Kaka yang sampai saat ini belum menceraikan kak Syifa. " Ku tatap mata pria yang menatapku itu dengan lekat, berharap ia mau menjawabnya tanpa ada lagi yang harus di tutup-tutupi.


" Kenapa kak? Kenapa kakak tak menceraikan kak Syifa, kenapa kakak juga berjanji pada kak Syifa untuk menemuinya dan hidup bersamanya, tapi Kakak tak mampu menuaikan janji kakak. Kak! Kak Syifa sangat kecewa! " ku dekati Kaka ku itu. Namun ia menundukkan pandangan, nampak seketika matanya menyiratkan kesedihan.


Seolah memang ia telah membuat kekasihnya kecewa, tapi ia tak dapat berbuat apa-apa. Ia menunduk semakin dalam lalu memejamkan matanya menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar.


" Kak, jawab kak! " Ku sentuh lengannya. Kak Rayan berjalan gontai lalu mendudukkan diri di atas kursi, hal yang kemudian ku ikuti, mendudukkan diri diatas kursi yang berhadapan dengan nya hanya tersekat sebuah meja.


" Ada yang mengawasi kita, ada campur tangan orang lain dalam setiap kejadian di keluarga ini, terbongkarnya siapa Syifa, juga soal Papa, aku yakin ada yang memfitnah Papa hingga hubungan nya dengan Mama seperti ini, " ucapnya dengan tatapan kosong.


" Karena itu dulu aku membiarkanmu menemui Papa walau aku sudah tahu jika Nadia anak Papa, selain ingin tahu apa ini permainan Papa, orang-orang nya atau istri baru Papa, aku juga ingin membuat kita bertengkar agar aku bisa melepaskan diri dari tanggung jawab perusahaan dan berharap kamu menceritakannya pada Mama lalu Mama mengusirku hingga aku bisa pergi menemui Syifa dan hidup bersamanya, " lagi ia kembali bercerita.


" Tapi semuanya gagal, kamu yang malah keluar dari rumah, kita masih di awasi sedang aku tak tahu siapa orang yang selalu memantau keluarga kita, sulit tuk mencari tahu orangnya, dan ... Syifa ia semakin membenciku karena aku tak bisa menepati janjiku, aku ... mengecewakannya. " wajahnya semakin menunduk, nampak genangan di matanya. Semenyesal itukah dia.


" Kenapa kakak tak katakan yang sejujurnya, jika sejak dulu kakak berkata jujur mungkin kejadiannya tidak seperti ini, mungkin kita bisa kembali membawa kak Syifa ke rumah ini. " aku berusaha menenangkan Kaka Rayan.


" Itu semua belum jelas, aku masih menyelidikinya dan ... sulit untuk menemukan siapa dalang dari semua ini, orang itu menyusunnya dengan sangat rapih. "


" Apa kakak mencurigai seseorang? "Kak Rayan menatapku lekat. Lalu ia mengangguk.


" Sebenarnya beberapa bulan ini orang-orang ku mendapatkan data-data baru yang mengarah pada seseorang, dan kemungkinan orang itulah dalang dari semua ini. "


" Siapa Kak? " aku semakin penasaran. Kak Rayan menatap sekeliling lalu kembali menatapku, seraya berkata pelan.

__ADS_1


" Om Hans. "


Aku menatapnya tak percaya, pasalnya Om Hans adalah sosok yang baik ia bagaikan ayah bagiku, karena, sejak papa dan Mama berpisah Om Hans lah yang selallu ada untukku.


" Gak mungkin Kak, " ku gelengkan kepala, rasanya memang tak mungkin Om Hans.


" Aku tahu kamu gak akan percaya, awalnya aku juga tak percaya hingga meminta orang-orang ku untuk menyelidiki kembali. Namun, memang semuanya mengarah pada Om Hans. "


" Lalu, untuk apa Om Hans melakukan semua itu? "


" Perusahaan Papa, tapi itu masih dugaan ku. karena permainannya sangat rapih sampai tak terendus sedikitpun. "


" Kalau memang Om Hans yang melakukan ini semua, kenapa Om Hans melibatkan Kak Syifa? "


" Syifa itu wanita cerdas, sebelum ia menjadi istri ku, ia pernah menjadi asistenku, dan beberapa kali ia berhasil menemukan orang-orang yang korupsi di perusahaan. "


" Tapi, bukankah setelah menikah dengan kakak kak Syifa sudah tak bekerja. "


" Memang. Namun, aku masih tetap meminta pendapat Syifa soal prusahaan dan ia tak segan untuk ikut membantu kakak mengurus urusan prusahaan meski ia tak langsung datang ke kantor, Syifa mampu melacak orang-orang yang korup di prusahaan. "


' sebab itukah Om Hans mencari tahu tentang kebenaran Kak Syifa, jika ia pernah menjadi wanita malam dan memberi tahukannya pada Mama' batinku.


" Lantas, apa hubungannya dengan Papa? " aku kembali bertanya, jika itu alasan Om Hans menyingkirkan Kak Syifa, lantas apa alasan Om Hans menyingkirkan Papa dan membuat adiknya menjadi janda.


" Menguasai prusahaan Papa, Om Hans tahu jika Papa dan Mama berpisah, Mama akan mendapatkan harta gono-gini, dan perusahaan itu memang sejak dulu sudah atas nama Mama. "


Benarkah ini, benarkah dalang dari semua permasalahan ini adalah om Hans, seseorang yang ku anggap ayah sosok yang selama ini ku anggap lebih baik dari papa. Namun ia lah orang yang menyebabkan kekacauan di keluarga ini.


Next......


Jangan lupa Like, Komen dan Vote. Terimakasih 🙏

__ADS_1


Dan maaf, baru bisa up lagi, mudahkan masih pada mau baca😁🙏


__ADS_2