
Idris menutup pintu kamar setelah mereka berada di dalam. Saat membalikan badan Idris terkejut melihat istrinya tak beranjak ia masih berada di belakang sang suami sembari menatapnya tajam.
" Astaghfirullah, Za! kamu bikin kaget aja. " melewati Za, berjalan menuju ranjang dan duduk di atasnya.
Za mengikuti suaminya dengan masih menatap sang suami dengan tatapan tajam.
Sembari membuka kancing bajunya Idris menatap Za, dan beryanya. " kenapa? "
Za masih diam melototi Idris.
" Kamu baik-baik aja, kan? kamu sakit sayang? " Idris menyentuh kening sang istri. Za menepisnya ia memejamkan mata seraya menarik nafas dalam lalu menghembuskan ya dan ia buka kembali matanya.
Idris mengerutkan dahi bingung.
" Mas! " Za mulai membuka suara.
" A-apa? " jawab Idris kiku, sebab Za masih menatapnya tajam.
" Aku gak mau yah, " Za menjada kalimatnya, ia semakin melototi Idris sembari berkencah pinggang.
" Gak mau apa? " Tanya Idris.
" Aku gak mau kamu kaya papa, walau papa itu baik aku tetep gak mau. " Za menyimpangkan kedua tangannya sembari memanyunkan bibir.
" Emang papa kenapa? "
" Jangan pura-pura gak ngerti deh mas. "
Idris berfikir sejenak, " Oh,maksud kamu nikah lagi, gitu? " tanya Idris di sertai senyum genit.
" Hem, apa lagi balikannya sama mantan! " ucap Za ketus sembari menghentakkan kaki lalu pergi begitu saja.
" Alamaaa ada yang cemburu rupanya! " dengan sengaja Idris mengeraskan suaranya, lalu tersenyum.
__ADS_1
Za masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Idris menatap Za sembari tersenyum.
Di depan pintu kamar mandi Idris menunggui Za, Za keluar dan terkejut melihat Idris sudah berada di depannya.
" Apa? " Mata Za melotot.
Idris tatap Za, sembari tersenyum. Za melewati Idris begitu saja. Namun ternyata Idris malah memeluk Za dari belakang.
" Nggak usah cemburu, dan jangan berfikir yang tidak-tidak, ok! " bisik Idris di telinga Za.
Za merasa geli dan meminta Idris untuk melepaskannya. Tapi Idris malah semakin erat memeluk Za, Za ber- balik dan ... Ia merasa mual saat mencium bau tubuh suaminya, Za lari ke kamar mandi.
Idris panik dan ikut masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Za muntah-muntah. Idris panik.
" Kamu kenapa? Sakit? heh? " Za menggeleng seraya mendorong tubuh sang suami agar menjauh.
" Coba mas kamu keluar dulu! " Titah Za pada Idris, Idris pun keluar dari kamar mandi meninggalkan Za yang terdengar masih muntah di dalam.
Za keluar dari kamar mandi. " Kita ke dokter yah? " Ucap Idris mengagetkan. Segera Za menutup hidungnya saat ia melihat Idris.
Idris mengendus-endus tubuhnya. " Bau apa sih Za, orang masih wangi gini. " Za dorong Idris untuk memasuki kamar mandi.
" Pake sabunnya yang banyak mas biar gak kecium baunnya! " teriak Za pada suaminya.
sedang di dalam kamar mandi Idris tak segera mandi ia masih saja mengendus-endus tubuhnya. " Bau dari mana sih, masih wangi gini loh, huh, ada-ada saja Za. "
Saat mengambil sabun Idris kembali di buat bingung pasalnya saat pagi tadi sabun milik mereka masih terisi penuh dan sekarang tak tersisa.
" Apa za Paka sabunnya sampe habis gini!, " benaknya. Dan pantas saja saat ia memeluk za tadi ia mencium aroma wangi yang sangat kuat.
" Za sabunnya abis, tolong ambilkan sabun yang baru! "
" Loh, kamu kok, boros banget makenya mas? " sahut za dari luar.
__ADS_1
" kan tadi kamu yang mandi. "
za diam tanpa banyak bicara ia mengambil sabun yang baru dan memberikannya pada sang suami.
" Perasaan pas pagi tadi sabunnya masih banyak loh! kamu pake buat mandi apa kamu minum za? " ucap Idris ketika menerima sabun dari za.
" Aku minum mas, abis wanginya enak banget sih. "
" Zaaa!!! " Idris melotot.
" Hehehe ... ya di pake lah mas, masa iya aku minum, " ucap za sembari cengengesan.
Kelar acara mandi-memandi Idris keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk. Za mendekat mencium aroma tubuh Idris lantas ia peluk sang suami.
" Za masih basah, nanti baju kamu ikut basah. "
" Tapi enaka mas udah wangi. " tanpa melepas pelukannya dari Idris.
" Za za kamu tuh kenapa sih? "
Idris berfikir sejenak dan menemukan kemungkinan atas. perubahan sang istri.
" Jangan-jangan kamu .... "
" Kenapa? " tanya za dengan muka hawatir.
" Ehem, pen sesuatu kan? " sembari menaik turunkan alis.
" Nggak kok, cuman pen peluk kamu. "
" Tuh kan. " Idris membopong Za.
" Loh mas kok malah di angkat sih! " Idris menatap Za dalam, begitupun dengan Za, lanta smereka tersenyum.
__ADS_1
Next....