Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )
Suara hati Salma


__ADS_3

Kau tau rasanya di duakan, " sakit " itu kata mereka. Namun entah aku tak pernah merasakannya.


Tapi apa kau juga tahu rasanya menjadi yang ke dua, " Sakit " terkadang aku merasakan itu, mungkin sama sakitnya seperti mereka yang di dua kan. Padahal aku hanya menjadi yang ke dua setelah pernikahannya yang pertama kandas atas dasar fitnah dan ketidak percayaan.


Aku tidak pernah merebut mas Salim dari keluarganya, ia hadir dalam hidupku seolah seorang Hero yang Tuhan kirim untuk ku untuk menjadi cahaya atas gelapnya hidup yang ku jalani dulu, ia seolah malaikat penolong ku, jawaban atas doa-doa ku.


Sungguh aku sangat mencintainya, ia tahu masa lalu ku tapi ia tak pernah mengungkit atau bersikap jijik dengan ku, ia menyayangiku mencintai putri kami dengan sepenuh hati, sosok suami sekaligus ayah yang sempurna, itu gambaran ku untuknya, sungguh Ia sempurna di mataku. Namun, aku selallu lupa jika aku hanyalah yang ke dua baginya, istri yang ke dua, kehidupannya yang ke dua.


Perih rasanya saat malam hari aku tak sengaja mendengar igauan mas Salim yang menyebut-nyebut mantan istrinya.


Dan yang lebih perih saat ia menceritakan mantan istri berserta anak-anak nya dengan wajah yang berbinar. Nampak jelas bila ia masih mencintai wanita itu, juga merindukan anak-anaknya.

__ADS_1


Di saat-saat seperti ini aku pernah merasa ingin lari dari mas Salim, tapi aku sadar jika aku bukan lagi wanita malam mami yang bisa kabur begitu saja dari para pria hidung belang. kini aku adalah seorang istri, aku tak bisa meninggalkan suamiku begitu saja.


Bukankah berdosa bagi seorang istri jika keluar rumah tanpa seizin suami, apa lagi jika aku harus meninggalkan suamiku tapa alasan yang jelas.


Cemburu ... Bukan jelas alasan itu, fikir ku dulu. Namun, aku kembali berfikir bukankah wajar dan sudah fitrahnya seorang wanita memiliki rasa cemburu.


Apalah aku yang hanya wanita biasa, sedangkan seorang sayyidah Aisyah yang di juluki Srikandi para solihah, sosok yang cerdas nan ahli ibadah, bahkan sudah di jamin masuk syurganya oleh Allah. Putri sahabat Rasulullah dan istri Rasulullah itu juga seorang pecemburu.


Begitu sedikit cerita yang pernah ku dengar dari seorang ustadz di pengajian yang aku ikuti beberapa Minggu lallu.


Ah, rasanya aku memang harus banyak-banyak bersyukur, sebab aku masih beruntung di bandingkan wanita-wanita yang memang harus menahan cemburu kepada madu-madunya.

__ADS_1


Lagi pula dari sikapnya mas Salim terlihat menyayangiku dan putri kami Nadia, yah, bukankah kami telah memiliki seorang putri untuk menguatkan hubungan ini.


Lalu untuk apa lagi aku hawatri, Mas Salim adalah sosok lelaki yang bertanggung jawab aku percaya ia Takan begitu saja meninggalkanku. Bukankah sejauh ini ia sangat memanjakan ku ia tidak pernah menyakitiku walau sekedar berkata kasar pada ku juga anak kami, ia sangat menyayangi kami layaknya orang-orang yang paling ia sayangi.


***


Tapi ... Sejak bertemu kembali dengan anak-anaknya, mas Salim sedikit berubah, ia lebih sering diam, seolah mengulang ingatan masa lalu. Bahkan igauan-igauan itu kerap muncul kembali dalam lelapnya.


Oh, mas sebegitu cintakah kau dengan mbak Maryam, sampai seolah sulit sekali bagimu untuk benar-benar lepas dari bayang-bayang mereka.


Apakah kami yang hidup berpuluh-puluh tahun dengan mu tak mampu menjadi pengganti masa lalumu. Entahlah ... wanita seperti apa mbak Maryam ini sehingga suamiku begitu mengenang nya.

__ADS_1


Next....


__ADS_2