Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )
Suara hati Salma


__ADS_3

Di sini, di atas gedung apartemen ini aku menangis sejadi-jadinya merutuki nasib yang malang ini.


Aku pikir paman benar-benar ingin mengajakku untuk bekerja di kota ini, ternyata ia hanya memanfaatkan ku untuk melunasi hutang-hutangnya pada bandar judi di tempat bordir, selain tempat prostitusi tempat itu juga menjadi tempat para penjudi dari berbagai macam kalangan, bahkan dari kalangan pengusaha.


Ku pikir hanya ada aku di tempat ini, ternyata ada seseorang di sebrang ku.


Aku sudah lelah hidup seperti ini, rasanya harga diriku sudah terkoyak, aku bukan lagi wanita baik-baik, aku pernah menolak keras pada pekerjaanku ini. Namun, orang-orang suruhan mami malah menyiksaku tanpa ampun, aku lelah dan tak mau lagi untuk hidup, rasanya Tuhan pun tak memihakku.


Aku pernah mendengar seorang ustadz bertutur seperti ini. "Ud'uni astajib lakum" berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan. Namun, kenapa doa-doa ku seolah tak di dengarnya.


Aku meminta untuk pergi dari tempatku dari pekerjaanku, tapi hingga kini aku masih di sini dalam ketidak berdayaan.


Oh Tuhan aku pun tak ingin berada di sini tak ingin menjadi seperti ini, jika karena dosa ku ini kau enggan mengabulkan doa-doa ku setidaknya ambilah nyawaku agar aku tak lagi berbuat dosa dan tak tersiksa jiwa ragaku setiap saat.


Hari ini aku kalut, aku lelah menjadi seorang pedayang, yang kadang kami di puji-puji bagai peri namun pada saatnya juga kami di hinakan bagai hewan yang menjijikan.

__ADS_1


Aku lelah dan lari ke atas gedung yang sepi hingga fikiran tuk bunuh diri itu menghampiri dan hampir saja aku melakukan hal bodoh itu jika saja mas Salim tidak menolongku.


Aku mulai luluh saat ia menasihatiku ia juga mengingatkanku akan dosa bunuh diri, lalu menceritakan kehidupannya yang juga di penuhi akan masalah.


Aku diam, berfikir jika memang semua orangpun punya masalah lantas apa ini jalan terbaik untukku.


Lalu bagaimana cara ku bertanggung jawab atas dosa-dosa ku kelak pada Tuhan. Ah, aku di buat bimbang antara ingin mengakhiri hidup atau terus hidup dan percaya tuhan akan menolongku.


Saat aku masih bergulat dengan fikiranku tak ku sangka mas Salim menyeredku hingga kami tersungkur, aku memukulinya yang berani menyentuhku juga berani menggagalkan inginku.


Bahkan saat orang-orang mami mencariku ia ikut membantuku bersembunyi dari mereka, lagi-lagi ia menyelamatkanku.


Ia meminjamkan apartemennya pada ku, katanya agar aku tak mereka temukan. sedang ia tidur di hotel dekat apartemen.


Hingga mas Salim membawaku ke rumah barunya, di sana aku menjadi asisten rumah tangga, sebenarnya ini permintaanku, aku merasa tidak enak saja jika harus menumpang secara cuma-cuma.

__ADS_1


Namun, kejadian malam itu mengubah duniaku. Kami tak menyangka jika para warga selallu memperhatikan kami, mereka menggerebek kami dan memaksa kami untuk menikah jika kami tak mau maka mereka akan mengarak kami keliling dengan telanjang.


Sontak aku menangis tak ingin seperti itu, dan ahirnya mas Salim mengambil keputusan untuk menikahi ku.


Aku sempat memintanya untuk menceraikan ku karena ku tahu mas Salim masih sangat mencintai istrinya, aku juga merasa tak layak jika harus menjadi istri laki-laki sebaik dia.


Aku sadar wanita seperti apa aku ini, aku bukan lagi wanita terhormat, harga diriku sudah terkoyak oleh lelaki berhidung belang dan beruang.


" izinkan aku untuk belajar mencintaimu " ucapnya saat kami tengah berdua setelah akan dadakan.


Saat itu aku merasa jika doa-doa ku Tuhan kabulkan lebih dari yang ku pinta.


Aku hanya meminta untuk di bebaskan dari tempat bordir, ternyata Tuhan tak hanya membebaskan ku dari tempat laknat itu, Tuhan juga mngirimkanku malaikat pelindung seperti mas Salim. Seseorang yang tulus dan menerimaku apa adanya.


Hingga beberapa tahun kemudian rumah tangga kami di karunia seorang putri cantik yang kami beri nama Nadia.

__ADS_1


Next,,,


__ADS_2