
Setelah kejadian itu Maryam mengusirku, berkali-kali pun aku menjelaskan tetap saja ia enggan mendengar.
malam itu juga aku pergi meninggalkan rumah yang telah ku huni bertahun-tahun bersamanya. Dan lebih menyakitkannya lagi saat anak-anak ku pun enggan mempercayaiku, mereka lebih percaya bukti-bukti yang di rekayasa seseorang untuk menghancurkan keluarga ini.
Yah, beginilah konsekuensi menjadi seorang pembisnis, di saat perusahaanmu sedang meroket tinggi ternyata rivalku terus mengintai dan mencari-cari kesempatan untuk menjatuhkan lawannya.
Ternyata mereka cukup cerdik, ketika mereka tak mampu menggoyahkan pertahanan perusahaanku, dengan ribuan cara mereka memporak porandakan rumah tanggaku.
Selama sebulan aku kalut, hampir prustasi dan bahkan pernah ingin mengakhiri hidup.
Karena rasanya percuma sekali hidup bergelimang harta namun tak memiliki keluarga, mereka membenciku dan enggan mempercayaiku apa lagi untuk menemuiku.
Prusahaan terbengkalai, banyak proyek-proyek yang di ambil rivalku, dalam waktu singkat itu perusahaanku berada di ambang kehancuran.
Tapi untungnya ada seseorang yang membuatku tetap waras, ia menasihatiku hingga akupun kembali berfikir jernih.
Dan ahirnya aku kembali ke prusahaan, sehingga perusahaan yang hampir bangkrut itu kembali pulih sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Begitupun Maryam, yang tadinya ia samasekali enggan tuk ku temui, sedikit demi sedikit mulai mencair ia mau ku temui dan mau mendengarkan penjelasan ku.
Memang ia masih enggan tuk percaya, tapi ku rasa ia mulai sedikit meyakini bahwa bukti-bukti yang ia miliki tentang perselingkuhan ku itu palsu. Ia pun tak menyangkali penjelasanku.
Namun ternyata para rivalku tak berhenti sampai situ mereka kembali mengirim foto-foto palsu ku dengan para wanita di klub malam, bahkan ada seseorang yang datang pada Maryam dan ia mengaku telah hamil anakku.
Hancur sudah harapanku tuk kembali dengan Maryam. Karena ia kembali menalokku keras bahkan ia menggugat ku ke pengadilan.
Tapi kali ini aku tak kan hancur sendirian, jika mereka mampu memporak porandakan rumah tanggaku, maka aku akan memporak porandakan kehidupan mereka.
Aku tak goyah aku tak gentar dengan berbagai macam strategi aku mengambil semuat tender dan dengan mudah perusahaanku yang memenangkannya. Sedang para rivalkku berada di ambang kebangkrutan.
Sedang kembali meminta maaf pada Maryam pun ku rasa sudah tak mungkin, pasti sudah hilang rasa percaya nya pada ku.
Aku tahu wanita seperti apa dia, dia Seseorang yang tidak akan kembali percaya jika sudah di kecewakan lebih dari sekali.
Kami resmi berpisah, aku pun menyerahkan perusahaanku pada anak-anak ku, ku katakan saja ini harta gono-gini. bila tak mampu menjaga mereka secara dekat, setidaknya aku masih bisa menjamin hidup mereka ke depan tetap layak.
__ADS_1
Biarlah, biarkan aku kembali merintis perusahaan cabang.
Aku benar-benar pergi dari hidup mereka, diam-diam ku titipkan istri dan anak-anakku pada Tini yang dulu ia sekertaris ku, tapi ia rela menjadi pembantu di rumah Maryam demi mengemban amanhku tuk menjaga Maryam dan anak-anak.
Setelah kami resmi berpisah, aku hidup seorang diri di apartemenku.
Kini di sinilah aku menghabiskan hari, menyendiri di atap gedung apartemen yang memiliki ketinggian dua puluh lantai, sengaja aku memilih tinggal di lantai paling atas agar bisa menyendiri di atap gedung.
" Huhh .... " ku embuskan nafas berkali-kali, sebab di saat sepi seperti ini aku tak henti-hentinya memikirkan istriku, apa dia baik-baik saja setelah perpisahan kami, aku juga merindukannya, baru beberapa bulan tak hidup dengan nya saja aku sudah rindu, bagaimana jika harus bertahun-tahun.
Saat aku sedang merenungi perpisahankku dengan Maryam, aku mendengar suara seorang wanita tengah menangis sesenggukan, agak samar sebab terbawa kencangnya angin dari atap gedung.
Ku dekati sumber suara, dan betapa terkejutnya kala aku melihat seorang wanita dengan rambut yang acak-acakan melewati pembatas gedung, untuk apa lagi jika yang ia perbuat bukan untuk mengakhiri hidup.
" Astaghfirullah, Mbak! " segera ku mendekatinya.
Wanita itu menoleh dan melarang ku untuk mendekat.
__ADS_1
Next.....