Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )
Jangan bersedih


__ADS_3

Idris menunggui Za yang masih tak sadarkan diri, kini ia duduk di samping Za memegangi tangannya seraya menatap Za penuh hawatir, sesekali ia kecup tangan sang istri.


Wajahnya nampak kacau, rambut yang tak lagi rapi, kemeja lengan panjang yang ia sing-sing hingga siku, juga raut khawatir yang nggan pergi dari wajahnya.


Ia genggam tangan sang istri, sesekali ia gosokan tangannya pada tangan Za, menyalurkan hangat pada Za lalu ia keup berulang.


Masih memandangi Za, Idris terkesiap saat melihat ada pergerakan pada Za. Perlahan Khanza membuka matanya.


Raut kecewa kini berubah menjadi bahagia, saat Za tersenyum melihat Idris.


" Kamu sudah sadar, terima kasih ya, Allah! " Di peluknya Za yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.


Tak lama dokter Ika datang ia memeriksa keadaan Za.


" Gimana Dok? "


" Tenang saja Za nggak papa, kok! "


" Apa perlu di kuret dok? " Tanya Idris pada dokter Ika sedang Za mengerutkan dahi.


" Kuret? " dengan suara lemah Za berkata seraya menatap pada suaminya dan dokter Ika.


Idris menatap Za lalau pada dokter Ika. Seolah meminta bantuan dokter wanita itu untuk memberikan penjelasan pada Za tentang kondisinya.


Paham dengan maksud Idris dokter Ika pun mendekati Za lalu ia ceritakan jika Za mengalami keguguran.


" Maaf, janin kamu tidak bisa tumbuh lagi di rahimmu," ucap dokter Ika sembari menggenggam tangan Za.


" Aku keguguran. " dengan suara bergetar Za menatap dokter Ika lalau pada suaminya dan kembali menatap dokter Ika.


Dokter Ika mengangguk.


" Ini gak benarkan, Mas? " Rintih Za pada Idris.


Idris tersenyum seraya mendekap tubuh Za. Air mata Za luruh membasahi dada Idris. Di kecupnya pucuk kepala Za.


Setelah Za terlihat lebih tenag Idris melepas pelukannya. " Apa perlu di kuret dok? " tanya Idris pada dokter Ika.


" Usia kandungan Za ini kan masih awal bahkan belum memasuki usia kandungan 10 Minggu.


Prosedur kuret dapat di rekomendasikan untuk wanita yang keguguran lebih dari 10-12 Minggu kehamilan, atau memiliki kondisi medis yang memerlukan perawatan darurat.

__ADS_1


Sedang keguguran yang Za alami ini bahkan kurang dari 6 Minggu kan, maka janin Za masih berbentuk sabit dan memiliki ekor sehingga terlihat seperti kecebong dengan kulit tipis yang tembus pandang. Sehingga apabila keluar saat keguguran, hanya berbentuk seperti jaringan atau gumpalan darah.


Dan keguguran di usia Za ini memang tidak selallu harus di tangani dengan kuret. Apabila seluruh jaringan di dalam rahim telah bersih sempurna, dan perdarahan berhenti dalam kurang dari satu Minggu bisa jadi pemberian obat-obatan saja cukup untuk di lakukan, " papar dokter Ika.


Za dan Idris mengangguk paham. Za menatap sendu pada Idris " Sudah, gak, papa mungkin belum rezeki kita. " Sembari mengusap bahu Za. yang kemudian di jawab anggukan Za serta air mata Yang menggenangi matanya.


Kembali Idris dekap Za dalam pelukannya, sedang Za semakin terisak dalam pelukan Idris.


" Jangan bersedih, kamu wanita kuat, ada Mas yang selalu di samping kamu, kita hadapi ini sama-sama, yah. " Kembali Idris menenangkan Za.


" Saya permisi dulu, " pamit dokter Ika, yang di jawab senyuman oleh Idris.


" Astaga! " Sam yang hendak membuka pintu terkejut melihat dokter Ika muncul dari balik pintu.


Dokter Ika menutup pintu. " Mau ngapain Lo kesini Sam? " tanya dokter Ika.


" Nengokin Za, Bu dokter, dia kan istrinya Idris, masa iya, saya gak jenguk. "


" Jangan sekarang! "


Mengernyit alis Sam. " Emang kenapa? "


Sam memutar bola mata malas, karena dokter Ika ialah seseorang yang senang bergurau juga terkenal suka iseng pada sesama dokter atau perawat, walau begitu, dokter Ika sangat profesional jika sedang menangani pasien.


Gurawan, keisengan, dan candaanya akan lenyap seketika jika ia sudah berurusan dengan nyawa seseorang. Ia tidak main-main mengabdikan dirinya sebagai seorang yang di beri kelibah dalam menolong sesama nya.


Sam menghiraukan ucapan dokter Ika, ia membuka pintu dan memasuki ruangan.


Baru selangkah kakinya memasuki ruangan Za, ia sudah di suguhi pemandangan yang membuat jiwa singelnya memberontak, mata nya menatap pada sejoli di hadapan.


Nampak Idris yang masih memeluk Za seraya memberi kecupan di pucuk kepala nya yang tertutup hijab. Erat, mereka saling menguatkan.


Perlahan Sam keluar dari ruangan, memberi ruang untuk mereka berdua, tak ingin mengganggu atau malah sebenarnya ia yang terganggu, sebab sisi kojombloa nya lagi-lagi memberontak.


" Apa ku bilang! " Sam terkejut mendengar ucapan seorang wanita di hadapan nya.


" Ya ampun Bu dokter Ika! kenapa anda masih di sini? "


" Ingin tau aja seberapa lama Lo bertahan di dalam, " Katanya sembari memainkan jari-jari dengan tangan sebelah yang bersedekap sedang matanya tertuju pada jari nya. " Eh, ternyata gak lebih lama dari gue, " ucapnya lagi sembari cekikikan.


Sam menggelengkan kepala, memutar bola mata malas dan pergi melewati dokter Ika.

__ADS_1


" Wey, mau ke mana Luh? " setengah berlari dokter Ika mengikuti Sam, walau susah baginya mensejajari langkah Sam yang panjang sedang tubuh dokter Ika hanya sebatas dada Dokter Sam.


" Ngapain ngikut, " melirik pada Dokter wanita itu.


" Ya, kan kita tuh sama-sama di buat ngenestuh sama si Idris, biar ada temennya kita ngenes bareng, lah. "


" Idih, gue gak ngenes, gue hanya memberi mereka waktu untuk berdua. "


" berkilah, tuh. "


" Serius Bu dokter. "


" Ehem, senengnya bisa di seriusin dokter Sam! " ucap nya sembari melirik dokter Sam dan mengerlingkan matanya.


" Heh. " helaan dokter Sam.


" Sekarang kita jalan berdua nih dok, besok kayanya kita naik berdua. " lagi dokter Ika bersuara.


" Naik, naik apaan? " berkerut kening Sam.


" Naik pelaminan, " ucapnya di sertai tawa membahana.


Dokter Sam berhenti, lantas di tatapnya dokter Ika yang ikut berhenti. Seolah angin segar dokter Ika berfikir jika dokter Sam akan terharu terlihat dari cara dokter Sam menatap nya yang seolah penuh arti.


Sam memajuka wajahnya pada dokter wanita itu, mendekatkannya pada telinga dokter Ika. " Saya lebih suka gadis Bu dok, " ucapnya seraya lari.


" Woy, gue janda juga rasa mah masih gadis! " ucapnya sembari berteriak, yang membuat dokter Ika menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.


Ia menatap orang-orang di sekitar nya dan tersadar jika sudah membuat gaduh, segera ia berlari menuju ruangan. "Bu Dok, Bu Dok. emang gue anjing Bulldog. Dasar Playboy cap kaki tiga, asli ada badaknya lagi, " umpatnya sembari memasuki ruangan.


Sedang Sam merasa puas sudah mengerjai dokter yang menurutnya ganjen itu.


" Janda sekarang gercep, " tutur nya sembari terbahak.


Next.....


Jangan lupa Like, Komen dan Vote.


Terima kasih 🙏


Follow juga aku FB saya. Mey Meyra.

__ADS_1


__ADS_2