Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )

Jodoh Pilihan Nenek ( Mas Dokter )
Kejutan untuk Rayan


__ADS_3

Semilir angin membawa hawa dingin yang menusuk, sebab subuh tadi nampaknya hujan mengguyur kota ini.


Aku berdiri di jendela menatap bulir-bulir bening sisa hujan semalam berjatuhan dari dedaunan. Aku menyukai cuaca seperti ini walau banyak yang akan merasa menggigil sebab cuaca yang bertambah dingin.


Namun yang kulihat dari balik jendela orang-orang berseliweran kesana kemari menata panti, begitupun dengan anak-anak yang berlarian ada yang membantu ada pula yang hanya menggangu, padahal cuaca seperti ini biasanya mereka akan terlelap hingga siang.


Tok ... Tok ... Tok ....


Seseorang mengetuk pintu kamar aku melangkah untuk membuka pintu. " Assalamualaikum, " Sapa seorang wanita cantik dengan balutan kemeja kotak-kotak berwarna navy yang di padukan dengan celana kulot berwarna senada sedang hijab pashmina berwarna silver ia lilitkan ke lehernya, ia juga menjinjing tas serupa koper kecil di tangannya.


" Waalaikkumsalam, " Jawabku seraya ikut tersenyum, lantas ku persilahkan ia masuk kekamarku.


setelahnya ia membuka tas nampak alat-alat mekeup lengkap di sana.


Saat ia selesai mendandaniku dengan alat-alat tempurnya kembali seseorang mengetuk pintu kamar, aku mempersilahkannya masuk karena memang pintu kamar tidak di kunci, seorang wanita lain membawa baju kebaya putih nan indah.


" Suka! " Tanya perias itu saat ia menempelkan bajunya di badanku. Aku tak berkedip menatap gaun kebaya yang seindah itu dan sepontan aku mengangguk seraya menyunggingkan senyum.


***


" Rayan! " Mama Maryam masuk ke kamar putra sulungnya.


" Mamah! " Rayan menoleh, " Mama kok, masuk gak ketuk pintu dulu untung Rayan udah pake baju. "


" Lah emang kenapa kalau kamu gak pake baju, dulu juga kamu Mama yang mandiin. "


" Yeh, Mama kalau dulukan Rayan masih kecil kalau sekarang udah beda lah mah. "


" Hihihi .... " Mama Maryam cekikikan.


" Nih, pake. " Mama Maryam memberikan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih pada Rayan.


" Ini baru mah? "


" He'eh. "


" Punya Rayan juga masih bagus-bagus kok, ngapain beli yang baru sih? "


" Udah pake aja! "


" Tapi hari ini Rayan ke kantor pen pake jas abu-abu, next time aja yah mah. "


" Oh, no,no, hari ini kamu gak kekantor dulu, kita mau ada acara dan kamu harus ikut titik gak pake bantah. " Mama Maryam bergegas keluar dari kamar Rayan, setelah berada di luar Mama Maryam kembali ke kamar Rayan seraya berkata.

__ADS_1


" Bajunya harus di pake awas kalau gak di pake, Mama coret kamu dari daftar waris! " dan kembali melangkah pergi.


Rayan menggelengkan kepala. " Coret aja sahamku kan udah banyak mau buat perusahaan sendiri juga udah bisa, coret deh, coret. " gumam Rayan.


" Ok, lalu gitu kamu akan di coret oleh malaikat sebagai anak baik, dan akan menjadi anak durhaka karena tidak patuh pada orang tua, agar Mama bisa kutuk kamu jadi batu kaya si Malin Kundang!! " suara Mama Maryam menggelegar, karena nampaknya Mama Maryam belum melangkah jauh dari kamar Rayan hingga mendengar gumaman Rayan.


" Hehe ... Bercanda kok, Mah! "


Di ruang tamu semua orang sudah berkumpul bahkan Mama Salma juga Nadia ada di sana, mereka mengenakan baju yang sama.


" Emang kita mau kemana sih, kok pada kompakan gini? ? Tanya Rayan seraya menuruni anak tangga.


" Udah sih, ikut aja! " jawab Idris.


" Huhh. " Rayan menghembuskan nafas.


Mobil mereka terparkir di sebuah panti asuhan.


Rayan melihat pada sekeliling panti ia menatap panti dengan heran sebab panti itu kini di hiasi banyak bunga-bunga juga tenda bak tenda pernikahan atau mungkin memang ada seseorang yang akan melangsungkan pernikahan di sana, tapi siapa apa itu Syifa, rasanya Rayan tak sanggup jika memang benar Syifa lah yang akan menikah.


" Ayo turun Rayan! " ajak Mama Maryam.


" Nggak mah, Rayan pulang ajah. " Rayan bersiap hendak kembali melajukan mobilnya.


" Cepat turun Rayan gak enak di liatin orang. "


" Om Rayan!! " anak-anak panti berlarian menghampiri Rayan.


" Om, kita kangen loh pen main-main lagi sama om sama pen jalan-jalan lagi, kapan kita jalan-jalan lagi om? " serang mereka saat menghampiri Rayan.


" Hehe ... yah, nanti kita main dan jalan-jalan lagi yah. "


" Turun dong om, biar enak kita ngomongnya. "


" Ya om, turun dong. " Rayan menuruti mereka turu dari mobil.


" Om, tau gak, bunda Syifa cantik banget loh pake kebayanya, " ucap salah seorang anak.


aku terdiam sejenak mungkinkah kehadiran kami kemari memang untuk menghadiri pernikahan Syifa.


" Oh, yah, emang di panti ada acara apa? "


" Eeee ... katanya nikahan. "

__ADS_1


" Nikahan siapa? " tanyaku penasaran.


" Gak tahu om, " dengan polosnya mereka menjawab, sebab yang menghampiri Rayan memang anak-anak yang masih kecil sedang anak-anak yang tanggung mereka ikut menyibukkan diri membantu mempersiapkan semuanya.


Masuk ke dalam panti di sana sudah ada seorang penghulu. Rayan masuk dengan ragu namun langsung di tarik oleh Mama Maryam.


" Duduk sini. " Mama Maryam menyuruh Rayan duduk di hadapan penghulu.


" Duduk sembari nungguin yang lain."


" Mah, tapi .... "


" Dah, diem. "


Tak berselang lama Syifa yang sudah di balut dengan kebaya putih dan riasan ala pengantinpun ikut bergabung di antara mereka, saat orang-orang menatap takjub Syifa Rayan malah menundukkan pandangannya dalam.


Syifa duduk di samping Rayan, dan seseorang menaruh kerudung di atas kepala mereka berdua, namun Rayan masih setia dalam tunduk.


" Mas Rayan sudah bisa kita mulai ijabnya? " ucap pak penghulu.


" Mas Rayan! " Rayan tetap tertunduk bahkan memejamkan matanya.


" Rayannnn denger gak sih! " Ucap Mama Maryam sembari menjewer telinga Rayan.


" Aduh mah ,sakit mah, aduh, aduh .... "


sontak orang-orang yang berada di sana tertawa.


" Mah Rayan gak mau Rayan gak sanggup, " ucap Rayan sembari memelas pada Mama nya yang berada di sebelahnya.


" Kamu gak mau nikah sama Syifa, dah gak sanggup gituh! "


" Eh, apa mah, nikah sama Syifa? siapa Rayan? "


" Memangnya siapa lagi!! " geram Mama Maryam mengarahkan wajah Rayan untuk menghadap Syifa. mereka beradu saling tatap dan tersenyum.


" Ini beneran mah? "


" Awww, " Mama Maryam menjewer telinga Rayan.


" Hehe ... ya mah Rayan mau Rayan sanggup kok. " di tatapnya sang Mama sembari menyeringai lantas ia menatap Syifa dengan tersenyum.


Acara sakral itu pun berjalan dengan lancar Rayan dan Syifa akhir nya kembali bersama mengikat janji suci memulai kembali mengarungi bahterai rumah tangga yang sempat karam.

__ADS_1


Syifa menengadahkan tangannya menyambut tangan sang suami untuk ia cium.


Next,,,,


__ADS_2