
arya tampak termenung memikirkan pernikahan nya dengan arin,, wanita yang ia nikahi lebih kurang empat bulan yang lalu, dan hingga kini belum arya sentuh sama sekali,
''ah.. masa bodoh setelah satu tahun aku akan menceraikan nya, gumam arya,,
''ar'' bima datang dengan beberapa mam di tangan nya,,
''kamu lihat dulu ini untuk peluncuran prodak baru bulan ini,
ucap bima, sambil menjatuhkan bobot tubuh nya di kursi di depan meja arya''
''ini siapa saja yang merancang nya bim, semua kariawan perusaha'an, kecuali yang ini kariawan yang bekerja di rumah, ucap bima lagi,, arya tampak membuka satu persatu map berisi rancangan untuk pelunvuran bulan ini..
''arinda nabila
arya tampak mengerut kan keningnya,, kenapa rancangan ini sama persih yang istrinya gambar tadi malam, tidak mungkin dua orang berbeda mengambar dengan sama persis, seperti ini,,
''bim apa kah ada dua orang yang berbeda dan hidup berjauhan missal nya. dan mereka bisa menggambar sama persis,, tanya arya,,
''mana ada hal seperti itu ar' kecuali orang itu punya mata batin, apa kamu pikir ini seperti acara dukun di tv,, dua orang berbeda dan tinggal berjauhan dapat menghasil kan karya yang sama persis,, ngaco kamu,, ucap bima heran,,
''bodoh nya aku kenapa aku tidak tau nama wanita itu,, batin arya, setelah ijabqobul selesai arya tidak mengingat lagi siapa nama istrinya,
''lalu menurutmu mana yang bagus. rancangan siapa yang bisa kita luncurkan bulan ini, tanya arya lagi,,
'aku sih memilih yang ini, terlihat sekali sangat mewah dan elegans, ucap bima sambil mengambil map berisi rancangan arin,,
''ya tuhan jika benar ini rancangan wanita itu, dia benar benar berbakat, batin arya,,
''kita bawa semua ke ruang miting bim kita perlu pendapat bagian prodaksion, ucap arya lagi,,
arya dan bima segera mengadakan miting untuk memilih salah satu rancangan untuk peluncuran prodak bulan ini,,
''semua bagus, setiap rancangan memiliki ciri has nya sendiri,, tapi rancangan arin yang paling mencuri perhatian peserta miting itu, sampai ahirnya ada tiga rancangan yang terpilih tak terkecuali rancangan arin, arya terus memandangi rancangan arin itu,
'' bim kamu tidak pernah bertanya kenapa orang ini tidak mau bekerja di perusaha'an, seperti yang lain nya,, tanya arya,,
''pernah, dia bilang dia hanya lulusan pesantren asuniyah,, sangat tidak mungkin dia melamar kerja di perusaha'an besar seperti ini. yang mengharuskan ijasah terahir minimal S1 terang bima. dan lagi jika dia berkerja di rumah hanya mengirimkan rancangan nya, dia bilang bisa lebih fokus mengurus rumah dan yang lain nya,, ucap bima lagi,,
''menurut ku wanita ini sangat istimewa ar' mungkin sebagian orang hanya memandang rendah pendidikan di pesantren, tanpa mereka tau potensi apa yang mereka miliki, bakat tersembunyi mereka perlu di gali lebih dalam lagi,, lanjut bima..
__ADS_1
''ting bunyi notic poncel arya, karna diam diam arya mengirim pesan wasup ke mama nya untuk menanyakan nama lengkap istrinya,,
''arinda nabila, ar'' kamu kenapa sih bisa lupa nama istri sendiri,,
isi pesan wasup mama nya arya,,
''arya melirik lagi nama yang tertulis di rancangan arin,
''Arinda nabila....!
arya menghela nafasnya kasar
''pantas dia tidak pernah menggunakan uangku, uang dua juta yang dia gunakan di toko paralatan sekolas waktu itu untuk ini,, batin arya,,
''kapan wanita ini menghantarkan rancangan nya bim,, tanya arya, karna pagi tadi sa'at arya berangkat kekantor istrinya itu masih, ngobrol santai bersama mama nya,,
''ya tadi sa'at aku ke ruangan mu, aku baru mengambil nya dari bawah,,
sayang aku tidak bisa bertemu dengan nya, karna dia hanya menitipkan rancangan nya di resepsianis,, terang bima,,
''kalau dia isrti orang bagai mana, tanya arya,
''sembarangan kamu,, ucap arya sambil melempar remasan kertas ke muka sahabat nya itu,,
''aku hanya bercanda,, tapi kalau beneran tidak apa apa sih,
''arya jadi bimbang dengan hatinya istri yang selama ini ia abaikan rupanya penyelamat perusaha'an nya waktu itu, perusaha'an arya hampir saja banyak kehilangan klien,, arya mengusap wajah nya kasar membuat bima sedikit heran,, sahabat nya ini sedari tadi seperti ada sesuatu yang menggagu pikiran nya,,
''ada apa ar kamu seperti memikirkan sesuatu,, tanya bima hati hati,,
''tidak ada bisa kamu tinggalkan aku sendiri bim, ucap arya ,, bima hanya mengerutkan keningnya lalu beranjak meninggal kan arya'' di ruangan nya
'arya mengambil ponsel pintar nya mengetik satu nama di media sosial nya, arinda nabila, mencoba mencari tau sisi lain wanita yang telah ia nikahi empat bulan lalu,,
terlihat hanya beberapa foto yang arin unggah di media sosialnya, itu pun foto arin mengenakan cadar mengenakan selanjut nya banyak postingan arin tentang sebuah doa doa dan lain sebagainya tentang islam,, ada satu postingan arin yang mencuri perhatian arya''
suami zholim
suami yang masih membagi kasih sayang dan cinta nya untuk wanita lain. suami yang mangabaikan istrinya dan mengabaikan nafkah batin istrinya, padahal itu adalah hak dari istrinya,
__ADS_1
suami yang melarang istrinya berharap lebih dari pernikahan nya sendiri,, suami yang melarang istrinya ikut campur dalam urusan suaminya sendiri, padahal sebaik baik nya tempat berkeluh kesah adah istri,, lalu sebutan apa yang pantas untuk suami seperti itu kalau bukan suami zholim
'arya merasa seperti tersindir oleh potingan arin,
''wanita itu menyebutku suami zholim,,
aku sudah berhubungan dengan renata jauh sebelum aku menikah dengan nya, dan aku tidak memberikan nafkah batin nya karna aku sudah berjanji pada renata untuk tidak menyentuh nya,,
dia menyebutku zholim karna tidak mberi nafkah batin itu. tapi dia menolak nafkah lahir dariku,, apa maunya wanita itu sebenarnya,,
arya di buat bingung dan di lema,,
''tok..tok..
masuk...?
''tuan arya ini sudah waktu nya makan siang,, ucap, nela sekertaris arya,
''iya suruh bima keruanganku sekarang,, ucap arya dingin,,
''tak berapa lama kemudian bima datang keruangan arya lalu duduk di kursi depan meja arya,
''ada apa tadi menyuruh ku prgi, sekarang memanggilku ucap bima
''emang kamu tidak lapar, ucap arya..? pesan makanan gih aku
malas keluar, ucap arya,, bima hanya diam dan tersenyum tipis, tanpa sepengetauan arya bima sudah memesan makan siang mereka,,
tak berapa lama ob datang membawa pesanan bima,,
''pak bima ini pesanan anda, ucap ob itu sopan,,
''kok cepat sekali sampainya aku baru saja bicara, ucap arya heran,,
''ini sudah tadi pak pesen nya ucap ob itu lagi,,
'sudah kamu boleh pergi, terima kasih ya,,, ucap bima,,
bersambung
__ADS_1