
doa yang selalu di panjat kan, Allah telah kabul kan, renata tampak segar tidak seperti biasanya ya semenjak hamil fisik nya sangat lemah, makan tidak lalu muntah sepanjang hari,
''keajaiban Allah datang, begitu mendengar arin mengalami kontraksi, renata tampak segar bugar, dengan perut nya yang sudah membuncit ia sama sekali tak tampak sedang kesulitan, dengan cekatan enyiap kan semua keperluan arin di bantu dengan bik sumi.
''Sudah non, ucap bik sumi meletak kan tas arin si sofa, menunggu hana membawa nya kedalam mobil.
''Apa semua sudah siap teriak arya, dengan panik,
''Mendengar teriakan arya hana lari dengan tergopoh gopoh.
''Sudah pak semua sudah siap kira tinggal berangkat, ucap nta dengan cepat,
''Tidak mau aku mau jalan saja, arya hendak menggendong istrinya menuju mobil, namun arin menolak nya
''Sayang pelan pelan, ucap arya kuatir, dengan penuh cinta arya mendampingi istri nya beejalan menuju mobil,
''pelan pelan, ucap arya lagi, membantu arin menaiki mobil,
''Re, kamu di depan saja biar aku yang di belakang, renata mengaguk bergegas naik ke kursi depan di samping hana,
''Kita jalan sekarang. ucap arya dari kursi belakang,
''Perlahan hana melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, tusak terburu, karna arin juga masih terlihat santai, hanya arya yang tampak panik,
'' Tiga puluh menit kemudian mobil yang di kendarai hana sudah sampai di rumah sakit tujuan,
''Hana memakirkan mobil nya. sedang renata bergegas turun dan mengambil kursi roda untuk arin sahabat nya,
''Arya membantu istri nya, turun dari mobil, dan duduk di kursi roda, sedang hana dan renata menurun kan barang bawa'an arin,
''Arya mendorong kursi roda istrinya, menuju ruang rawat yang arya sudah siap kan sejak kemarin,
''Kenapa kita tidak daftar dulu, tanya arin,
''tidak sayang, aku sudah menyiap kan nya sejak kemarin,
''Setelah sampai di ruang rawat rumah sakit, arya membantu istri nya, menaiki ranjang rumah sakit,
''Tak berapa lama dokter dan dua perawat datang,
''Selamat siang, ucap dokter alin ramah,
''Siang dokter, jawab arin dan arya barengan,
''suster membantu arin mengganti pakaian nya dengan pakaian rumah sakit,
''Nanti istriku bersalin nya di mana dok, di ruangan ini, tanya arya, dokter alin tersenyum dan menggeleng pelan,,
__ADS_1
''Di ruang khusus bersalin, nanti ada sendiri, terang dokter alin,
''Seperti yang saya pinta kan dok, ucap arya lagi, dokter alin mengaguk, dan tersenyum,
''Seperti yang arya pinta. tidak mau ada dokter lelaki di ruang bersalin istri nya,
''Dokter alin sudah mengerti dan faham tentang perminta'an suami pasien nya,,
''renata tampak sedang menghubungi suami nya, tadi dia tidak sempat berpamitan, akan tetapi renata sudah mendapat ijin dari hari sebelum nya,
haikal sedang miting dengan perwakilan dari jama'ah nya, yang ingin melaksanakan ibadah umproh bulan ini, tidak menyadari ponsel di saku celana nya berdering berkali kali dan beberapa notic WA
''Renata tampak menurunkan sedikit bahunya lesu, melihat tanda centang masih abu abu,,
''setelah, di periksa, arya langsung menanyakan kondisi istri nya,,
''Bagai mana istri saya dok, apakah masih lama bersalin nya, tanya arya dengan gurat panic di wajah nya,, dokter alin tersenyum,
''istri pak arya, masih pembuka'an, tiga, terang dokter alin,
''Jadi kapan istri saya melahirkan, tanya arya lagi.
''Saya tidak tau pastinya kita tunggu sampai pembuka'an genap, bisa nanti sore, bisa tengah malam nanti bisa jadi sampai besok pagi, jelas dokter alin,
''Istri saya sudah kesakitan masak iya, nunggu sampai besok pagi dok, kesal arya,
''Ya kalau tidak mau nunggu lama, dan ibunya kesakitan ya oprasi saja, saran dokte alin,,
''Sayang kita tunggu saja ya, jika aku merasa tidak kuat nanti bisa oprasi saja, ucap arin pelan,
''Jika selama itu kamu pasti tidak kuat sayang, aku yang tidak tega melihat nya, ucap arya,,
Sedang renata dengan seksama mendengar penjelasan dokter, karna sebentarvlagi dia juga mengalami apa yang arin alami sa'at ini,
''Tak berapa lama mama widya datang setelah mendapat kabar dari bik sumi,
''mama, ucap arya kala melihat mana nya di ambang pintu,
''Tega kamu gak kasi kabar mama, untuk bik sumi ingat, ucap widya kesal,
''Ya ma'af arya panik, tidak ingat ngasi kabar mama, ucap arya merasa bersalah,,
''widya menghampiri menantunya, mengecip kening menantunya dengan sayang,
''Ar, kamu juga pasti belum ngasi kabar mertuamu. ucap widya lagi, arya tampak nyengir dan mengacak ngacak rambut nya,
''Mas pergi saja kasi tau mbak tari, nanti biar mbak tari yang bilang sama ibu, ucap arin memberi saran,
__ADS_1
''Ya sudah aku pergi dulu, arya keluar dari ruang rawat istri nya,
''Seperginya arya, widya mengedar kan pandangan nya, tampak renata sedang tersenyum,
''Renata, kamu disini, widya menghampiri renata dan memeluk nya erat,
''Iya tante, jawab renata pelan,
''Sayang apa kamu tidak capek, mama dengar dari arin, kamu sedikit lemah, ucap widya kuatir,
''Iya tante itu benar, tapi hari ini renata baik baik saja, ucap renata
''Ya sudah kamu istirahat saja, jangan capek capek, widya mengusap pucuk kepala renata penuh sayang.
''Tak berapa lama arya datang bersama haikal, kebetulan bertemu di lorong,
''Nak, haikal banyak sekali bawa makanan, ucap widya tidak enak hati,
''Tidak apa apa tante, pasti semua belum makan siang kan, ucap haikal meletak kan kantong makanan, di atas meja,
''Renata tampak tersenyum melihat suaminya datang, dengan hangat menciup punggung tangan haikal,
''Makan lah dulu. haikal membuka satu kotak malanan untuk istri nya,
''Ar, makan lah. mari kita makan sama sama, tante, ucap haikal menyodorkan kotak makanan,
''Arya membuka satu, menyuapi istri nya terlebih dulu,
''Biar mama yang suapin arin ar' kamu makan lah dulu, mana nanti saja masih kenyang, widya mengambil alih kotak makanan dari tangan putra nya,
''Tidak usah mah, biar arya saja, tolak arya,
''Widya mengalah. lalu memperhatikan, putra nya yang memperlaukan istrinya penuh cinta, begitu juga haikal yang memperlaku kan renata penuh cinta,
''Hana kamu tidak makan, widya yang melihat supir cantik itu hanya duduk di pojokan memain kan poncel nya,
''Makan lah sekalian, ucap widya lagi,
''Hana tersenyum dan mengaguk, supir cantik itu mengambil satu kotak, dan memakan nya,,
''Setelah selesai menyuapi istri nya. arya gantian makan, karna dia juga sudah sangat lapar, haikal pun sama.
''setelah makan siang haikal pamit pulang, sedang renata masih tinggal, menemani sahabat nya melahir kan,
''Aku pulang dulu ar, tante, arin, pamit haikal,
''Hati hati di jalan, ucap widya,
__ADS_1
''Terimakasih, makan singa nya, ucap haikal,
''Bersambung,