Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
Adam al fatih


__ADS_3

''Arya sudah tidak tahan, melihat istrinya, meringis kesakitan sedang pembuka'an masih lumayan lama, arya juga tidak bisa melakukan apa apa, selain hanya menguat kan sang istri,


''Sayang kita oprasi saja ya, aku tidak tahan nelihat mu seperti ini, arya tampak kuatir,


''Memang seperti ini sayang, ini juga belum seberapa, kita nikmati saja sakit nya, lirih arin menahan byeri di perut nya,


''Ini sudah seperti ini kamu bilang belum seberapa. tidak sayang, kita harus segera ambil tindakan, aku sudah tidak tega mihat mu kesakitan, ucap arya kekeh ingin istri nya segera di oprasi saja,


''Tapi ar'' setau ku, jika melakukan oprasi sekali, nanti punya anak lagi harus di oprasi juga, ucap renata mencoba menjelas kan,


''Renata benar ar'' sela widya menimpali,


''Tidak apa apa, aku lebih tidak tega melihat nya seperti ini, kekeh arya,


''Arya mendatangi dokter dian mengutarakan ke inginan nya.


''istriku tidak mau makan dok, hanya sedikit sekarang dia sudah kecapean, dan tenaganya sudah lemah, bagai mana istriku mau.melahirkan normal jika sudah tidak punya tenaga, terang arya,


''Kita priksa istri pak arya dulu. jika memang harus di oprasi kita lakukan sekarang, ucap dokrer dian,


''Lakukan sekarang dok, istriku sudah siap, ucap nya lagi,


''Kita juga harus tanya kesiapan istri anda, pak arya ucap dokter dian lagi,,


''Arya keluar sari ruang dokter dian, kembali ke ruang rawat istrinya,


''Ar'' dari mana kamu. tanya widya,


''Arya, dari ruang dokter dian, arin akan segera di oprasi, ucap nya enteng,


''Sayang, aku masih kuat, ucap arin dengan muka cemberut.


''Tapi aku yang tidak kuat melihat mu kesakitan seperti ini, ucap arya mencium kening istrinya.


''Nurut ya, aku tidak mau melihat mu kesakitan, sedang aku tidak bisa berbuat apa apa, seandainya sakitmu bisa berpindah kepadaku, jadi nurut ya kita oprasi sekarang,


''Arin menyerah, mengikuti kemauan suaminya, tak berapa lama dokter dan perawat datang, setelah dokter bertanya pada arin, dan arin setuju untuk di orpasi,


''Suster, tolong siap kan pasien, dan pak arya bisa ke ruangan saya sebentar, ada beberapa berkas yang harus di tandatangani, ucap dokter dian,


''Bu ida dan pak ali juga tampak datang dengan tari, dan juga bima,


menunggu dengan cemas di depan ruang oprasi, lampu berwarna merah, masih setia menyala,


''Sayang, bisik haikal menghampiri istrinya.

__ADS_1


''Abi, lirih renata,


''Kamu tidak capek, tanya haikal kuatir,


''Aku sedari tadi hanya duduk, aku tidak apa apa. tunggu arin keluar dulu dari ruang oprasi, setelah itu kita bisa pulang, ucap renata pelan,


''Setelah menunggu cukup lama, lampu sudah padam tanda oprasi sudah selesai. tak berapa lama arya datang dengan senyum di bibir nya, arya memeluk mama nya seraya mengucap sukur, setelah itu berganti dengan ayah dan ibu mertuanya,


''Alhamdulillah ya Allah, gumam semua orang mengucap sukur,


''Arya kedalam dulu,


''Ar'' cucu mama laki laki apa perempuan, ucap widya cepat,


''Jagoan mah, jawab arya cepat sebelum menghilang di balik pintu.


''Alhamdulillah ya Allah, apa pun itu yang penting keduanya sehat,


''Tak berapa lama arin sudah di pindah kan ke ruang rawat nya semula, bersama bayi tampan dalam gendongan perawat,


''Boleh saya gendong suster, ranya arya tidak sabar ingin segera mengendong kbali putra nya, setelah tadi dia mengazaninya,


''Silahkan, suster meletak kan bayi tampan yang di gendong nya, kesalam gendongan arya,


''Sebelum mengucapkan nama sang putra untuk perrama kalinya, arya tampak melafatkan doa terlebih dulu,


''ADAM AL FATIH,, ucap arya,



''pemimpin cerdas yang di rahmati, nama adalah doa, banyak arti dari nama adam alfatih, dan semuanya baik, sela haikal, tersenyum,


''Masa Allah adam juga nama dari nabi kita, sela arin menimpali,,


''Baby adam, tari ikut mengusap lembut pipi baby adam yang masih merah, dalam gendongan arya,


''Kita pulang sekarang kamu paati capek, besok kita kesini lagi, bisik haikal pada istri nya,, renata mengaguk pelan,,


''Haikal dan renata pamit pulang meninggal kan semunya, begitujuga dengan tari dan juga bima, tinggal mama widya dan bu ida. pak ali juga tentunya, yang setia menemani arin dan arya,


''Ar ini sudah hampir magrip, sebaik nya mama sama bu ida pergi cari musholah dulu, setelah ini gantian sama kamu, ucap widya arua mengaguk,


''Pergilah mah, jawab arya tanpa mengalihkan pandangan nya dari wajah damai sang putra,


''kini tinggal arya menemani istri dan putra nya, arya yang duduk di brangkar sang istri pandangan mata nya tertuju pada sang putra,

__ADS_1


''Sayang dia mirim siapa ya. tanya arya,


''Masih belum sayang, masih kecil belum bisa di lihat mirip siapa, ucap arin menjelaskan,


''Terimakasih sayang, kamu sudah melahirkan nya untuk ku, aku sangat bahagia, ucap arya,


''Tidak perlu bertirimakasih, ini sudah menjadi kdratku sebagai seorang wanita, mengandung melahirkan dan menyusui, menjadi kebahagian tersendiri, Allah mempercayakan titipan nya pada arin, di sa'at banyak sekali perempuan di luar sana yang sulit sekali untuk hamil, arya tersenyum mendengar ucapan sang istri


''Apa pun itu sayang, aku tetap berterimakasih padamu, arya mengecip kening istrinya penuh cinta,


''Kamu wanita hebat, bijaksana, cerdas, aku bersukur putraku lahir dari wanita seperti mu, ucap arya lagi sembari mengecupi seluruh wajah istrinya,


''Jangan berlebihan, mendengar ucapan suaminya, arin tersipu, kedua pipinya sudah bersemu merah,


''Kenapa pipi nya merah, sayang malu ya, arya menggoda istrinya,,


''Enggak, ucap arin menutup wajah nya dengan ujung hijab nya,,


''Lihat lah nak, bundamu malu malu, ucap arya pada putranya,,


''Arim mencubit kecil piggang suaminya, menghenti kan ucapan arya,


''Kenapa di cubit sakit, arya mengusap pinggang nya,,


''Sayang baby adam nangis sepertinya dia mau asi, ucap arin menunjuk bayinya di dalam box,


''Bisa tolong ambilkan untuk ku, ucap arin lagi, arya membantu istrinya, mencari posisi nyaman untuk memberi asi putra nya, baby adam,


''Sudak keluar sayang asinya, tanya arya,


''Seperti nya sudah tapi tidak begitu lancar, jawab arin pelan,


''Bagai mana kalau kita bantu ini dulu, ucap arya memberi saran,,


''Boleh sayang, ini kurang lancar asinya, bisa kan bikin susu nya, tanya arin sedikit kuatir,


''Bisa tadi suster sudah memberi tau ku, ucap arya sibuk meracik susu untuk baby adam,


''Terimakasih ayah, ucap arin menirukan suara anak kecil, kala arya memberikan susu yang sudah di buat nya,


'''Geng terlambat updete author lagi tidak enak badan, sudah dua hari ini panas dingin, ma'afterlambat updete,


''Terimakasih atas pengertian nya,,


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2