
arin dan bik sumi sudah menaiki taksi langganan arin munuju sepermarket untuk berbelanja,, kebutuhan rumah, arin sangat cantik mengenakan gamis polos merah muda dengan hijab motiv bunga warna senada,, sa'at hendak memasuki halaman parkir supermarket ternyata jalanan sangat ramai lumayan macet, mobil hanya berjalan merayap
''mbak hana kita sebaik nya turun di sini saja ucsp arin
''apa sebaik nya tidak di depan supermarket saja mbak ini cuaca lagi panas,, ucap hana lagi,
'tidak apa apa mbak, jadi mbak hana tidak usah berbelok langsung lurus saja kedepan,, ucap arin lagi sambil mengenskan kacamata hitam nya karna memang hari sangat panas,,
ya sudah sebentar saya tepikan mobil nya ucap hana sambil memutar kemudi mobil nya,,
''terlihat mobil di belakang taksi arin hendak berbelok ke kiri namun masih terhalang mobil taksi arin,,
''bentar ar' orang itu sepertinya hendak menurunkan penumpang ucap renata sambil menyentuh lembut tangan arya,,
''ar'' bukan kah itu bik sumi pembantu di rumah mu ucap renata tak berapa lama kemudian turun juga arin yang cantik dengan pakaian muslimah nya.
''ar' wanita itu siapa tanya renata,,
''istriku, ucap arya cuek,,
renata menatap arya tak percaya,,
''bukan kah wanita itu yang menolongku, batin renata,, dunia memang sempit,,
''dia cantik ar'' ucap renata yang memang sudah bertemu arin beberapa kali bahkan renata sempat memuji kebaikan dan kecantikan arin di balik baju panjang nya,, kulit nya yang putih bersih seakan menyatu dengan baju merah mudanya sa'at terkena sinar mata hari,,
mobil arya melewati arin yang sedang berjalan kaki di tengah terik matahari namu. arin dan bik sumi tidak menyadarinya,, arin dan bik sumi sudah memasuki supermarket itu,,
''bibik bawa satu saya juga bawa satu,, ucap arin sambil menarik teroli untuk menaruh belanja'an sesampainya di dalam arin dan bik sumi segera memasuk kan belanja'an sesuai daftar yang bik sumi catat,,
''sudah hapir penuh troli keduanya namun dalam catatan masih banyak yang belum ke ambil,,
''non ini sabun den arya belum ucap bik sumi,,
''oh iya nasukin aja bik, arin gak tau biasa nya mas arya pakai merek apa,, tanpa arin dan arya sadari mereka saling membelakangi, hanya renata yang sadar,,
__ADS_1
'pisau cukurnya ada tidak bik sepertinya mas arya belum bercukur ucap arin sambil mengambil beberapa merek pisau cukur yang bagus,,
''hal sepele pun wanita ini sangat memperhatikan arya batin renata, arya yang sekilas melihat arah pandang renata segera mengajak kekasihnya itu menjauh dari tempat itu,, takut jika dia cemburu,,
sa'at sampai di kasir arya memandangi belanja'an arin masing masing dua troli, sangat penuh sampai hampir tumpah,, tak berapa lama arin datang dengan membawa belanja'an di tangan nya,,
'boros sekali wanita ini, batin arya, melihat belanja'an arin,,
''bik saya tunggu di sana saja ya,, nanti kalau sudah selesai bibik panggil arin,, ucap arin sambil berjalan menuju gerai minuman,
''arya sudah selesai membayar belanja'an nya,, yang tak sampai setengah troli,
''total nya satu juta seratus pak ucap kasir itu,
'' hah..iya,,? arya segera membayar belanja'an nya,
''segini sudah satu juta lebih sedang belanja'an wanita itu belum selesai, batin arya, matanya masih melihat bik sumi di dekat kasir yang sedang menaruh belanja'an nya di ban berjalan menunggu giliran untuk di scans
''arya masih menunggu renata yang masih membeli minuman tak berapa lama kasir yang menghitung belanja'an arin sudah selesai menghitung total belanja'an arin,,
''sebentar ya mbk, sa'at bik sumi hendak memanggil arin ternyata arin sudah berjalan ke arah nya sambil tersenyum dan mbawa tiga minuman,,
''non sudah tinggal bayar ucap bik sumi,, arin mengeluarkan kartu debitnya,, arya dari jauh mencoba melihat kartu siapa yang arin pakai, arya sambil melihat poncel nya siapa tau ada noticdari bank,,
''berasnya langsung di hantar sama petugas di mobil nanti ya buk, ucap kasir itu lagi,,
arin dan bik sumi sudah selesai berbanja, dan sudah menaiki taksinya kembali, sedang arya terus merasa heran dengan belanja'an arin, segitu banyak tapi sedari tadi tidak ada notic dari bank,,
''dapat uang dari mana batin arya,, selama ada arin bik sumi sudah tidak pernah meminta uang belanja dari arya,,
''kamu kenapa sih ar' dari tadi aku lihat terus melamun,, ucap Renata,,
''aku hanya heran, dengan wanita itu, semenjak menikah dengan ku, dia hanya menggunakan uang ku sebesar dua juta, jika di lihat dari belanja'an nya tadi sangat banyak sekali, dia bayar pakai uang siapa, sedang aku sudah memberikan nya dua kartu, seperti yang ku bilang tadi dia hanya menggunakan uang ku sebesar dua juta saja,, ucap arya, kening renata tampak meng kerut,,
''mungkin dia mintak orang tua nya ar' ucap renata lagi,,
__ADS_1
''tidak mungkin orang tuanya,, aku tau betul seperti apa keluarganya,,
''mungkin dia bekerja ar' ucap renata lagi,,
''bekerja apa yang ku lihat dia sepanjang hari di rumah, tidak pernah keluar dari kamarnya,, ucap arya lagi,,
''mungkin mama yang kasih uang ucap renata lagi,, arya hanya diam kalau itu mama nya arya tidak percaya bahkan belanja'an mama hari itu arin juga yang bayar,
''dapat uang dari mana wanita itu,, otak arya terus berfikir keras,,
setelah menghantar renata arya, langsung pulang karna hari juga sudah semakin sore,, renata terlihat merapikan belanja'an nya,, masih terbayang senyum manis arin, kala dia menolangnya hari itu,,
''aku yakin istri arya jika sedang tidak berhijab pasti sangat cantik kulit wajah dan tangan nya saja terlihat putih bersih terlihat karna memang hanya bagian itu yang dapat renata lihat,,
'sedang di rumah arya,
arin dan bik sumi terlihat kesulitan mengangkat beras satu karung itu berdua, sampai di teras rumah arin terlihat sedang menduduki karung beras tersebut
'sebentar bik ini lumayan berat arin masih capek,, ucap arin sambil mengatur nafasnya,,
''iya non pelan pelan saja, nanti juga pasti sampai dapur,, tak berapa lama mobil arya mulai memasuki halaman rumah,, arya sudah turun dari mobil nya berjalan menghampiri arin dan bik sumi namun arya cuek dan bergegas masuk kedalam tanpa memperdulikan arin dan bik sumi yang duduk di teras,,
''non apa sebaiknya mintak pertolongan den arya, ucap bik sumi pelan
''tidak usah bik, biarkan saja jika mas arya punya hati dia akan datang sendiri untuk menolong,, ucap arin pelan rupanya arya mendengar ucapan arin,,
''butuh pertolongan apa mereka batin arya tidak mengerti, sesa'at kemudian arin dan bik sumi melewati arya dengan menarik karung beras itu,,
''beryenti ucap arya, cepat,, arin dan bik sumi berhenti dan saling pandang,, tanpa berkata arya langsung membawa karung beras itu seorang diri di pundak nya,,
''ini berat sekali, batin arya terus membawanya ke dapur, arya melihat belanja'an yang masih teronggok di lantai dapur, masih di dalam kantong arin dan bik sumi belum sempat memberes kan nya
''ini semua belanja'an bahan dapur, jadi selama ini aku makan uang siapa, bati arya,,
''den arya terimakasih ya sudah di bawakan ke dapur berasnya ucap bik sumi mengagegkan arya,,
__ADS_1