Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
sadar


__ADS_3

''Setelah kepergian renata, arya arin dan kedua orang tuanya duduk berkumpul di ruang tamu, Semua terdiam dengan pikiran nya masing masing, widya menghela nafas nya kasar,


''Sebenarnya apa yang terjadi dulu ma' pa' tanya arya tiba tiba..!


Bagus menatap putranya lekat,


''Sebenar nya, tidak perlu kalian tau masalah kami dulu. berhubung renata membahas nya. mau tidak mau papa akan jelas kan pada mu,


''Dulu papa sama ibu nya renata kami sepasang kekasih, kami saling mencintai, akan tetapi ibunya renata berselingkuh di belakang papa, dengan sahabat papa, penghianatan itu membuat papa terpukul, bagus menghela nafas nya pelan,,


Seiring berjalan nya waktu hadirlah mama mu. yang mengobati luka hati papa, tak butuh waktu lama papa menikah dengan mama mu, pada sa'at itu


'Ibunya renata, datang lagi meminta ma'af dan ingin kembali. sa'at itu papa sudah menutup hati papa untuk nya, karna papa juga sudah menikah dengan mama mu, rupanya ibu renata meminta papa kembi karna dia sudah hamil, dan kekasih nya tidak mau bertanggung jawab, setiap hari ibu nya renata mendatangi rumah papa berteriak teriak, sama persis yang renata lakukan tadi, terang bagus menceritakan sedikit kisah lalu,,


''Apa pun cerita itu, masa lalu tetap masa lalu, boleh kita menceritakan nya pada keturunan kita kelak..


yang tidak boleh menanam kebencian, seperti ibu nya renata bukan hanya menceritakan kisah nya


tapi juga menanam kebencian di hati renata, karna itu dia menyalah kan papa sama mama, mungkin yang di ceritakan hanya ke burukan papa sama mama, tanpa tau keburukan ibunya,, ujar arya,,


''Kamu benar, berulang kali ibu nya renata menyebut mama pelakor perebut. dan lain sebagai nya, lanjut widya,


''Sekarang terulang, dia lakukan itu pada arin, widya berkata sambil menatap menantunya,


''Sebetul nya renata baik ma, mungkin rasa cintanya pada mas arya mengalah kan akal sehat nya, sambung arin,


''Kamu benar sayang, semoga renata cepat sadar, bahwa yang di lakukan salah, ucap widya


''Renata, orang yang sangat keras kepala, dia tidak mudah untuk di nasehati atau menerima saran orang lain, ucap arya..!


''Asal jangan kita balas dengan kekerasan, kita harus lembut menghadapinya, sama hal nya api yang berkobar jika kita melawan nya dengan api maka ia akan semakin besar, tapi jika kita menyiram nya dengan air, tidak mungkin dia tidak padam, jawab arin pelan,


''Semua tampak mengaguk kan kepala, arya sudah melihat sendiri bagai mana sikap arin menghadapi kemarahan renata, tenang dan santai, berbanding terbalik dengan renata


''Biarkan saja kita lihat nanti apa yang akan dia lakukan lagi. papa yakin renata tidak akan menyerah begitu saja,


''Arya tampak terdiam harus extra sabar menghadapi tingkah renata selanjut nya,


''Ar mama sama papa pamit dulu, sudah malam mama capek, ujar widya, sembari bangun dari duduk nya,,


''Rin ma'af kan mama papa dan juga suamimu, atas kejadian tadi mungkin membuat mu tidak nyaman, ucap widya tidak enak hati.

__ADS_1


''Tidak apa ma' jangan di pikirkan. mari kita hadapi bersama sama, arin berkata sambil tersenyum,


''Ya sudah mamasama papa pulang dulu,,,


''Arin mengaguk..?


'Setelah mertuanya pulang, arin bergegas naik keatas menuju kamar nya,,


sedang arya masih di depan. berbincang sedikit dengan penjaga keamanan rumah nya,,


''Pak jika wanita tadi datang lagi jangan di buka kan pintu gerbang nya, apa lagi pas tidak ada saya di rumah.


''Iya den, bapak mengerti. jawab ke amanan itu,


''Kunci pintunya pak jangan lupa nyalakan alaram nya, arya berkata sambil berlalu pergi. lalu arya duduk di ruang tamu menghabiskan sisa kopi nya. sambil menonton siaran bola,


''Sedang arin baru saja selesai menjalan kan sholat isya..


''Arin melepas mekenanya, dan bersiap untuk tidur, mengenakan baju daster tanpa lengan tentunya sangat nyaman,


''Sebelum tidur arin memberikan perawatan sedikit pada mulit wajah tangan dan kakinya, rambut hitam lurus nya tergerai dengan indah,


''Bisa tolo...ng...!


''Melihat istrinya sekilas tanpa mengenakan hijab' dada arya naik turun nafasnya tidak beraturan,


'Kenapa anda tidak mengetuk pintu terlebih dulu, ucap arin pelan setelah menyambar jaket dan hijab nya.


''ma'af aku kira kamu mengenakan hijabmu karna kamu tidak menutup pintunya dengan rapat,,


''Mendengar suami nya bilang pintunya tidak tertutup rapat, arin merutuki ke teledoran nya,,


''Anda ada perlu apa tanya arin sambil membuka pintunya sedikit lebar...


''Aku hanya ingin minta tolong untuk mengoles salep ini, di punggung ku, rasa nya sedikit nyeri,


''Masuk lah..!


''Arya masuk kekamar arin, aroma khas wangi vanila langsung menyeruak memenuhi rongga hidung arya,,


''arya duduk di pinggiran ranjang, membelakangi arin, lalu menyingkap kaos yang ia kenakan,

__ADS_1


dengan lembut arin mengoles salep ke punggung arya yang sedikit membiru.


"Sudah selesai ucap arin lembut, arya tak lantas bangun dari duduk nya.


"Rin aku ingin bicara sebentar, ucap arya sedikit ragu, arin diam tidak menjawab, arya berbalik badan menghadap istrinya.


"Rin dengar kan aku,,,? aku tau ini terlambat, tapi aku ingin memulai nya dari awal hubungan kita,


'Arya terdiam sejenak..tampak memikirkan kata kata selanjut nya,


''Mulai sa'at ini aku akan menjalan kan kewajibanku sebagai seorang suami,


''Ini nafkah ya.g seharusnya aku berikan padamu, jika hari itu aku memberikan nya dengan cara yang kasar, sekarang ku mohon ambil dan terimalah.


''arin terdiam melihat dua atm di tangan suaminya,


''Aku terima karna memang ini hak saya, tapi sekali lagi aku tanya apa anda sudah siap. tanya arin pelan,,


''Arin..! aku minta ma'af sungguh minta ma'af atas semua kesalahan ku padamu, aku bersungguh sungguh ingin memperbaiki semua,,! mari kita jalan kan rumah tangga kita yang seharus nya aku sudah siap, arya tampak memohon,


''arin terdiam tidak bisa berkata dan tidak tau harus berkata apa,


''Rin jawab aku, mohon arya lagi..


''Arin mengaguk..? arya menyunggingkan senyum di bibir nya,


''Terima kasih rin, aku tau kamu akan mema'af kan ku,, ucap arya lagi,,


''saya sudah mema'af kan semua salah anda, jika saya tidak menerima ma'af anda itu artinya saya sama saja seperti anda, mengikari kewajiban saya sebagai seorang istri, arya tersenyum sumringah menatap arin lekat...!


"Ini kali pertama mereka saling menatap cukup dekat,


"Rin aku minta ma'af, jika kedepan nya renata akan lebih sering mengganggumu, ucap aemrya sendu..!


''Tidak perlu minta ma'af, mari kita sama sama menyadarkan renata. kembali kejalan nya,


Arya tampak tertegun arin masih memikir kan renata, untuk kembali kejalan yang seharus nya.


''Tidak kah kamu menyimpan dendam atau sakit hati rin'' mengingat renata sudah banyak menyakitimu,


''Arin menggeleng..

__ADS_1


''Terimakasih atas pengertian mu. ucap arya pelan


bersambung


__ADS_2