Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
menyimpan rasa


__ADS_3

Haikal tampak Mondar mandir di samping mobil nya, raut wajah nya tampak cemas, beberapa kali pria tampan itu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya,


''Setelah mendengar penjelasan shafia, bahwa renata pergi kerumah arya, untuk mengembalikan kunci apartemen nya,


''dari balik cendela shafia mengembang kan senyum nya tipis, melihat abang sepupunya itu panik dan gelisah terhadap seorang gadis, tidak seperti biasa nya,,


''Aku yakin bang haikal menyimpan perasa'an terhadap mbak renata, gumam shafia,,


''Tak lama kemudian tampak mobil mewah datang mendekat dengan listing yang menyala, haikal mengernyitkan dahinya


''Tampak Renata keluar dari mobil mewah itu.


''Terima kasih mbak hana, ucap renata ramah.


''lalu hana kembali melajukan mobil nya meninggal kan Renata,,


''Ustad, ucap renata heran melihat Ustad haikal berada di depan asramanya,


''Ma'af aku tadi hanya kebetulan lewat. bohong haikal, yang sebenar nya ia memang menunggu kedatangan renata,


''Oh aku kira, ada apa ucap renata,


''Ustad ma'af saya masuk dulu ya, Mau istirahat, ucap renata


''Oh, iya silah kan, perasa'an haikal juga sudah lega, melihat renata sudah kembali dengan selamat, lalu dia juga pergi meninggal kan asrama tempat tinggal para karyawan nya,


''Renata memasuki kamar nya yang ia tinggali selama seminggu ini, bersama shafia, rupanya shafia belum tidur,


''Fia Kamu belum tidur, ucap renata sembari membaringkan badan nya di atas ranjang single nya.


''Belum mbak sedari tadi aku melihat orang yang sedang jatuh cinta, menunggu dengan cemas puja'an hatinya datang, ucap fia gamang,


''Siapa. tanya renata tidak mengerti,


''tetangga sebelah, jawab Fia


''Oh, aku pikir siapa, ucap renata lagi yang memang tidak mengerti siapa yang fia bicarakan,


''perlahan renata masuk.ke kamar mandi membasuh wajah nya, Dan menyikat gigi, lalu mengganti pakaian syar'i nya dengan baju piyama tidur,,


''Setelah selesai dari kamar mandi renata keluar mendapati Fia sudah terlelap di ranjang nya,


''Renata memastikan lampu, Dan menggantinya dengan lampu tidur,

__ADS_1


''Renata merebahkan tubuhnya di ranjang, pikiran nya teringat tadi sa'at mendatangi rumah arya, tidak seperti biasa nya kali ini tidak ada rasa cemburu, atau iri melihat Arin, justru renata banyak memuji dalam hati, Arin cantik tubuh molek yang salaam ini tertutup baju kebesaran, rupanya menyimpan keindahan,


''kulitnya yang putih bersih, rambut panjang lurus tergerai Indah, Betapa beruntung arya batin renata,


''Ternyata renata dapat melewati semuanya dengan muda. entah apa karna sudah iklas,


''tak terasa malam semakin menjelang, kantuk yang sudah menyerang tak dapat di tahan, perlahan terbuka dalam hayalan mimpi, yang kembali ke Alam nyata ketika pagi.


'''''''''''''''''''''''''''''


''Pagi ini bu ida tengah sibuk di dapur, menyiapkan kan sarapan untuk putri dan suaminya, dengan satu asisten rumah tangga yang membantu bu ida mengenakan semuanya, semenjak sakit Arin melarang ibunya untuk bekerja yang membuat nya capek,


''Tari apa, Kamu tidak bisa menghubungi adik mu, rasanya ibu sudah kangen, bu ida merasa ada sesuatu yang ingin di tanyakan, pada putri keduanya itu, penasaran dengan mimpinya semalam, bu ida bermimpi ia sedang mengurung se ekor burung merpati, yang di yakini ada seseorang yang akan segera hamil di keluarganya,


''Mudah kemudahan Arin yang hamil, Dan bu ida akan segera mendapat kan cucu,


''Nanti tari samperin saja kerumah nya bu, tari hari ini libur, tari berkata sembari meletak gelas minuman nya


'' Alhamdulilah. pak ali mengusap dadanya lembut. istrinya kini sudah sadar dan bisa menyayangi Arin seperti? ia menyayangi tari. kesabaran Arin sekarang bebuah manis.


''Tari, nanti bawakan adik mu ini, adik mu sangat suka, sambal cuma asin masakan sederhana membuat Arin Lahap memakan nya,


''Tari melihat kotak Tupperware yang sudah di siap kan ibunya. bibir nya melengkung membentuk senyuman,


''Alhamdulilah ya Allah, ibu sudah menyayangi Arin sebanyak nya ibu pada anak nya, batin tari mengharu,


'MasaAlloh nak, kamu yakin mau pakai ini, seru bu ida dan pak ali bersama'an,


''Tari yakin bu, sudah lama tari ingin memakai nya, meski bukan hijab syar'i yang seperti Arin kenakan, tari sudah memilih yang cukup longar,, tari berkata sembari memamer kan pakaian nya,


"Cantik, ucap bu ida memuji putri sulung nya,


"Semoga cepat ketemu jodoh mu nak, sudah waktunya juga kamu membina rumah tangga seperti adik mu, tari tersenyum mengaguk seraya mengaminkan doa ibunya.


"Tari pergi dulu ya bu keburu siang, pamit tari pada ibunya,


"Baik baik bawa mobil nya, seru pak ali,


"tari melihat ponsel nya beberapa kali, melihat apakah arin sudah membalas pesan nya, tak berapa lama terdengar notic di ponsel tari ,,


📩


''Aku di kantor,,

__ADS_1


''Isi pesan balasan arin,


''Tari membawa mobil nya ke gedung perkantoran jhovan group,


'tak lama kemudian tari sudah sampai di lobi kantor arya. lalu menghampiri resepsionis menanyakan lantai berapa ruangan arya setelah selesai tari bergegas naik keatas. begitu keluar dari lif tari sedikit bingung, yang mana ruangan arya sedangkan arin sedari tadi susah di hubungi,


''Permisi nona anda mencari siapa. Tanya pria itu dengan sopan,


''Ma'af pak saya mencari adik saya arin, jawab tari tak kalah sopan,


''Oh..! nona arin dan suaminya dalam perjalanan menuju kesini tadi ada miting mendadak di luar kantor, jelas pria itu lagi.


''Terimakasih pak, ucap tari lagi.


''Silah kan anda menunggu di ruang tunggu, ucap pria itu tidak berani. menyuruh nya menunggu di ruangan bos meski wanita itu bilang dia adalah sodara dari istri bos perusaha'an ini.


''Tari tersenyum, sembari mencari di mana ruang tunggu,


''Sebelah sini, anda bisa ikut saya. ucap pria itu lagi,


''Cantik tak kalah cantik dari adik nya gumam bima, ya pria itu adalah bima,


''Arya bilang dia dokter nya renatan, karna itu dia tidak mau di jodoh kan dengan arya, karna arya sudah punya kekasih, batin bima,,


''tak lama kemudian arin datang dengan sedikit tergesa gesa,


''non arin kakak anda ada di sana, bima menunjuk sofa dimana tari menunggu,


''Kenapa tidak di suruh menunggu di dalam, ucap arin lalu menghampiri kakak nya,


''Mbak tari, panggil arin sembari tersenyum, memintai penampilan kakak nya. arin mengacungkan dua jempol nya,


''aku masih belajar rin, ucap tari pelan,


''Lebih baik belajar dari pada tidak sama sekali, ucap arin menarik tangan kakak nya membawa nya ke ruangan sang suami,


''Rin ini ada titipan dari ibu, tari memberikan paperback yang di bawa nya.


'' apa ini mbak, tanya arin penasaran,


''Sambal cumi asin, jawab tari.


''Wah ini kesuka'an arin ucap arin senang,

__ADS_1


''Terimakasih mbak, ucap arin lagi,,


''Bersambung


__ADS_2