Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
menipulasi,


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, bik siti sudah mulai bekerja di rumah arin, luka lebam di tubuh nya juga sudah menghilang, bik siti berniat ingin menggugat cerai sang suami. mengingat perbuatan sang suami sudah tidak bisa di ma'af kan lagi, punya suami tidak punya suami sama saja bik siti yang bekerja, mencari nafkah untuk putra putri nya,,


'Cuaca sedikit mendung. arin tampak sedang bersantai di samping rumah sembari memperhatikan ikan koi yang berebut makanan kala arin melepar nya,,


''Aduh,,? ringis arin kala merasakan sang calon anak menendang perut nya,


''Kenapa kenceng sekali nendang nya, anak bunda mau ngasi makan ikan juga iya, arin bergumam sambil mengusap perut buncit nya.


''Non, ini teh nya. bik siti membawa nampan berisi teh dan camilan,


''Terimakasih ya bik, arin tersenyum ramah.


''Suami bibik bagai mana apa dia tidak menghubungi bibik, tanya arin,


''Selalu non, tapi bibik tidak menghiraukan nya, bibik takut mengakat telfon nya. nanti suami bibik pasti marah, ang sebenarnya siti juga masih trauma


''Suruh kesini saja bik, kita hadapi sama sama, jika di biarkan masalah bibik nanti semakin berlarut larut, segera di tuntaskan saja bibik juga bisa tenang setelah ini, arin memberi saran


''Apa tidak apa apa non, bibik takut merepotkan non arin, apa lagi non arin sedang hamil besar begini. siti merasa tidak enak hati,


''Arin tidak apa apa bik, di depan juga ada pak satpam, rumah ini juga ada cctv, kita tidak perlu takut, ucap arin menjslas kan,


''Lalu bagaimana dengan den arya non, siti kembali merasa tidak enak hati,


''Saya sudah menceritakan masalah bibik dengan suami saya, suami saya cukup mengerti dengan ke ada'an bibik. hanya perpesan untuk kita lebih waspada dan berhati hati,


'' Ketika bik siti dan arin sedang mengbrol, tampak sik sumi menghampiri.


''Non, di luar ada orang sedang mencari siti, arin tampak tersenyum,

__ADS_1


''Itu pasti suami bik siti, dia datang ingin mencari bik siti, terang arin,


''Ini bagai mana non, bik siti dan bik sumi tampak panik dan takut, menurut cerita siti, suaminya sangat tempramen sedikit sedit membentak dan tak segan untuk memukul,


''Ya kita hadapi, apa lagi kita selesaikan sekarang, ucap arin bangun dari duduk nya,


''Arin melangkah kan kakinya keluar dari pintu utama, tampak di luar pagar seorang pria dengan tampang bengis dan sangar, di tambah lagi badan nya yang kekar, dapat arin bayang kan betapa sakit nya bogeman laki laki itu,


''Anda cari siapa, tanya arin, datar,


''Di mana ustri saya, cepat suruh keluar. bentak nya pada arin,


''Istri yang mana yang anda maksud, istri yang anda pukuli itu, tanya arin


''Dia istriku aku berhak atas nya, ucap suami siti,


''Tapi tidak berhak untuk memukuli nya, apa anda tidak tau undang undang di negara ini, anda bisa di penjara jika terbukti melakukan Kdrt terhadap istri anda, suami macam apa anda ini, ucap arin geram,


''Aku tidak akan tinggal diam, melihat ketidak adilan di depan mataku, aib terbesar lelaki adalah dia yang selalu memukuli istrinya, hanya laki laki pengecut yang bisa melakukan hal serendah itu, rupanya hanya tampang anda saja yang seram bringas seperti hewan buas mencari mangsa yang lemah, menindas istri sendiri tanpa iba di jaja dengan cuma cuma,, arin tampak geram meski begitu ia masih tenang.


''Ini masalah rumah tangga kami, kamu tidak berhak ikut campur, ucap suami siti


''Ini memang masalah rumah tangga anda,, apa anda lupa anda telah melakukan kdrt itu artinya sudah menjadi urusan kepolisian dan negara,, jika anda tidak ingin saya ikut campur maka akan aku serah kan kekantor polisi, biar hukum yang bicara,, arin tersenyum sinis,


''Aku hanya sedang mendidik istriku karna dia tidak mau menuruti ucapan ku, ucap suami siti dengan enteng nya.


''Apa kesalahan istri anda hingga anda memukulinya, hanya karna dia ingin bekerja, dan tidak pulang kerumah, lalu anda takut didak bisa makan karna anda tidak bekerja, tidak bisa membeli minuman, seharus nya anda malu, tanggungjawab mencari nafkah adalah tugas anda bukan tugas istri anda, kalaupun istri ikut bekerja karna dia membantu bukan menjadi tulang punggung sepenuh nya, arin terus menyerang suami siti dengan kata kata,


''Sok tau, ucap suami siti lagi,

__ADS_1


''Sok tau anda bilang, coba tanyakan pada hati kecil anda. itu kalau anda masih punya hati, orang seperti anda mana mungkin punya hati, arin menjeda ucapan nya sejenak


''Anda menipulasi predikat suami, imam dan kepala rumah tangga, untuk menutupi kebringasan kebiadapan dan nafsu hewani anda, menyiksa istri yang seharus nya anda lindungi, bukan malah menjadi samsak tinju kapan pun anda ingin melakukan nya, aku rasa anak anak anda akan malu mempunyai ayah seperti anda, anda tidak pantas menjadi ayah mereka, ucap arin lagi,


''Siapa kamu, kenapa kamu membela dan melindungi istri ku, tanya suami siti,


''Siapa aku,, aku adalah orang yang di kirim Allah untuk melindungi istri anda dari perbuatan biadab anda, ucap arin lagi.


''Suruh keluar istriku serah kan padaku, aku akan membawanya pulang, ucap nya lagi,


''Tidak akan ada yang keluar dari rumah ku, dan aku tidak akan menyerah kan apa apa, jika ada yang aku serah kan itu hanya surat pengadilan perceraian kalian ucap arya dengan gagah dan penuh eibawa berdiri tegap di hadapan suami siti,


''Lawan aku jika kamu berani, jangan menjadi pengecut berani sama yang lemah yang sudah jelas tidak mampu melawan mu, ucap arya lagi,


''Tampak suami siti terkesiap, melihat arya berdiri di hadapan nya, yang jelas bukan tandingan nya dari segi mana pun,


''Aku akan kembali lagi besok, sekarang aku ada urusan, ucap nya bergegas pergi,


''Sayang, kapan kamu pulang di mana mobil mu, ucap arin menghampiri suaminya,


''Aku sudah tadi, semenjak pria itu baru datang, ucap arya.


''Aku sengaja tidak masuk kedalam dan mobil ku masih di sana, berjaga jaga kalau pria itu bertindak di luar kendali, jelas arya,


''Kita masuk yuk, ada hana di dalam biar hana saja yang masukin mobil mu, arya mengaguk,


''Non arin, den arya, bibik minta maaf atas kegaduhan yang di buat suami saya, ucap bik siti pelan,


''Tidak perlu minta maaf untuk nya bik, pria seperti itu memang hadis di beri pelajaran, kalau aku jadi bibik akan aku penjarakan saja, ucap arya

__ADS_1


''Bibik mengerti den, apa pun itu terimakaih ucap bik siti,


'''Bersambung


__ADS_2