
Arin kembali tidur di rumah sakit malam ini untuk menjaga ibunya. sedang ayah nya sudah pulang kerumah untuk istirahat setelah menjaga ibunya di siang hari,
''Rin dimana suamimu, tanya bu ida, di sela sela arin membantu mengelap badan ibunya,
''Mas arya pergilah bu, masih ada pekerja'an, jawab arin lembut,
Rin apa kamu bahagia dengan perjodohan ini, tanya bu ida lagi,
''Alhamdulilah, by arin sangat bahagia, jawab arin lagi.
''Sukurlah ibu juga ikut bahagia, ma'af kan ibu nak, mungkin selama ini terlalu keras sama kamu, mungkin kamu berfikir ibu tidak menyayangimu, ucap bu ida penuh sesal,
''Arin tidak pernah berfikir Seperti itu bu, itu adalah betuk kasih sayang ibu terhadap arin, ucap arin lembut,,
''Tetap saja ibu memang sedikit keras sama kamu, ibu minta ma'af mau kan kamu mema'af kan ibu, ucap bu ida lagi,,
''Tidak perlu minta ma'af bu, justru arin yang minta ma'af, arin belum bisa menjadi anak yang berbakti dan nurut sama ibu, ucap arin pelan.
''Kami memang anak yang baik rin. ucap bu ida lagi, seakan baru sadar selama ini ia telah membedakan antara arin dan tari,,
''setelah selesai membantu ibunya memberi kan badan, lalu arin membantu ibunya bertayamum karna sudah waktunya sahabat magrip,
''Tiba tiba pintu di ketuk dari luar, arin bergegas membuka pintu melihat siapa yang datang,,
''Begitu pintu di buka tampak arya dengan senyum menghiasi bibir nya,,
''Sayang, seru arya lalu dengan cepat mencium dasi istrinya,,
''Mas,, protes arin, sambil melirik kekanan dan kekiri, takut ada yang melihat aksi suami nya,
''Arya terkekeh, gemas melihat istri nya,,
''Sayang aku beli makanan, ucap arya sembari meletak kan kantong makanan ke atas meja nakas,
''Mas arya mandi dulu, lalu shalat cepat keburu magrip nya habis, ucap arin sembari memberi kan handuk dan pakaian ganti untuk suaminya.
''Arya mengaguk, dan bergegas masuk ke kamar mandi,,
''Sedang arin menyiapkan kan tikar dan sajadah untuk suaminya, setelah selesai dengan ritual mandinya arya segera melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim,
''Sedang arin tampak menyuapi ibunya. makan makanan dari rumah sakit, setelah selesai lalu lanjut minum obat nya,,
''Ini Mau makan apa lagi, buah mau tanya arin,
''Tidak usah nak, ibu sudah kenyang, tolak bu ida pelan,,
__ADS_1
''Makan lah yang banyak bu, biar ibu cepat sehat, ujar arya sesa'at selesai shalat,,
''Ibu sudah cukup kenyang nak, nanti lagi, kalau ibu lapar ibu akan memintanya,,
''Ya sudah ibu istirahat lah, ucap arin sembari menaikan selimut ibu nya debatas dada,,
''Arya berjalan mengunci pintu. agar tidak ada siapa pun yang masuk se enak nya tanpa mengetuk pintu.
''Mas kenapa di kunci pintu nya, nanti kalau ada yang masuk bagai mana, Kalahari arin heran,
''Biarkan saja, mereka nanti kan bisa mengentuk pintu, mas ingin kamu melepas hijab mu, sudah waktunya mata ini melihat keindahan milik mas, setelah sehari melihat simpuk pekerja'an yang mengurus tenaga dan pikiran, sa'at nya merileksasikan nya, dengan melihat kecantikan mu tanpa hijab,, ucap arya seraya mengedip kan sebelah matanya,,
'Arin mengaguk tersenyum, perlahan melepas, kain panjang menjuntai yang menutupi surai hitam milik nya,
''Suapi,, ucap arya manja
''Mas.. ada ibu protes arin,,
''Ibu tidur,, ucap nya lagi.. sembari melirik. Ibu mertuanya,,
''Kenapa jadi manja hem.. arin berkata sembari memasuk kan sendok kedalam mulut arya yang terbuka,
''Kamu juga makan sayang, arya mengajar kan sendoknya ke mulut arin,
''Kan masih ada satu kota lagi. yang itu juga kita makan berdua,, ucap arya lagi.
''Terserah kamu saja mas, lalu arin bergantian menyuapi suaminya dengan satu sendok yang sama, tak terasa, dua kota nasi sudah habis tak bersisa,
'''Alhamdulilah kenyang, ucap arya sambil menyeka bibir sang istri menggunakan tangan nya,
''Ada apa,, tanya arin
''Ada sisa bumbu yang menempel, ucap arya,,
''Terimakasih, arin berkata sembari membereskan bekas makan nya, dan membersih kan meja,
'' Sayang sini, arya menepuk sofa di sebelah nya perlahan arin menghampiri sang suami,
''Dengan gerakan cepat arya menarik sang istri sehingga arin terduduk di pangkuan nya.
''Mas ada ibu, protes arin berusaha turun dari pangkuan suaminya,
''Ibu sudah tidur, diam lan jangan berbisik nanti kamu membangun kan nya. kalau ibu yang bangun tidak apa apa kalau yang lain, bisa kacau, mana lagi lampu merah. ucap arya gamang, mendengar kata lampu merah arin menaut kan kening nya mendengar ucapan sang suami.
''Maksudnya lampu merah apa, tanya arin tidak mengerti.
__ADS_1
''Tidak apa apa sudah jangan di bahas,, ucap arya lagi,, sembari sibuk mengendus wangi surat hitam istrinya,
''Kamu pakai sampo apa sayang, tanya arya yang mencium wangi rambut istrinya seakan tidak pernah mencium wangi itu,
''Sampo biasa, sama seperti yang mas arya pakai, jawab arin,,
''Masak sih, sepertinya wanginya beda, dan ini sudah tertutup hijab sepanjang hari juga masih tetap wangi rin,, ucap arya masih dengan aktivitas nya mengendus rambut istri nya,,
''Rin tadi siang sa'at kamu ke kantor, apa kamu tidak bertemu renata,, di lobi soal nya sa'at renata pergi tak lama kemudian kamu datang,, ucap arya,,
'' Enggak, emang nya Renata ke kantor. tanya balik arin,
''Iya, jawab arya,
''Oh..
''Oh,, saja
''Hem,, memang nya mas arya mau arin ngapain, tanya arin,
''Kamu gak Mau tanya kenapa renata menemaniku di kantor, tanya arya,,
''Pasti dia marah marah, nangis minta mas arya Balikan lagi sama dia, ucap arin,,
''Begini sayang, aku sudah menghentikan biayaya rumah sakit renata, karna kak tari bilang renata sudah jauh lebih baik dan sehat, bisa di katakan sratus persen sembuh, jadi aku menghentikan biayaya pengobatan nya, dan uang bulanan nya, karna aku pikir renata sudah bisa mencari pekerja'an, terang arya,,
''Tapi dia tidak terima, karna itu dia datang ke kantor, tebak arin
'' Hem arya mengaguk pelan,
''Tapi tadi dia sedikit tenang tidak seperti biasanya, dengan emosi nya yang meluap luap, jelas arya lagi,
''Aku bilang sama dia, kita masih bisa memperbaiki hubungan ini sebagai teman, aku juga bilang kalau kamu tidak akan pernah keberatan berteman dengan nya, lanjut arya,
''Lalu dia bilang apa lagi mas, tanya arin lagi,,
''Dia takut kita meninggal kan nya karna dia sudah tidak punya siapa siapa, ucap arya lagi,
''Kita perlu merangkul nya mas, jangan biarkan dia sendiri, agar tidak salah jalan, karna merasa sendiri ahirnya hilang arah, arya mengaguk pelan,,
''Terakasih sayang atas semua pengertian mu, ucap arya,,
trimakasih love you all
''Bersbung
__ADS_1