Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
di lema


__ADS_3

sapanjang perjalanan pulang arya dan arin masih sama tanpa ada percakapan di antara mereka, arin hanya memandangi pemandangan dari cendela di samping nya,,


''kenapa kamu tidak bilang kalau kamu membelikan kompyuter, untuk anak anak,, ucap arya sambil fokus sama kemudinya,,


''jika saya bilang memang apa peduli anda , apa anda sama saya,, ucap arin datar,,


''paling tidak aku juga bisa membantu,, anak anak, ucap arya lagi.


''silahkan kalau membantu, sekarang juga bisa, tidak perlu saya bilang, ucap arin,,


arya terdiam, mendengar ucapan arin,,


''sa'at tadi, kamu di tanya umi aisah kenapa kamu bilang kalau kamu bahagia, dengan pernikahan mu,, tanya arya,,


''lalu aku harus jawab jujur, jika suamiku sebenarnya memiliki kekasih dan pernikahan kami hanya sebatas pernikahan di atas kertas. dan hingga kini suamiku juga belum menyentuh ku apa seperti itu mau anda,, ucap arin


''bukan seperti itu maksudku,, ucap arya


''pernikahan bukan untuk di permain kan, pernikahan adalah hal yang suci dan sakral bukan hanya tentang dua orang yang di satukan dan di pertemukan dalam pernikahan tapi juga komenmen unutk saling melengkapi, istri adalah pakaian suaminya begitu juga suami adalah pakaian istrinya,, seperti tadi sa'at umi aisah bertanya apa aku bahagia dengan pernikahan ku, jika aku menjawab jujur, sama seperti aku menelanjangi suami ku sendiri,,


arya tersentak dengan jawaban arin


istrinya ini masih menjaga nama baik nya dan juga harga dirinya,, terlepas dari apa yang arya sudah perbuat kepada istrinya ini,,


tidak adalagi percakapan antara arin dan arya sampai mobil sudsh masuk kegerbang rumah arya, arin turun dari mobil, dengan cuek meninggal kan arya yang masih di belakang kemudi mobil nya, lalu arya juga turun dan langsung masuk ke kamarnya,, tanpa menjawab sapa'an bi sumi,, arya terlalu larut dengan pikiran nya,,


Sesampanya di kamar arya menghempaskan tubuh nya di ranjang memandang nanar langi langit kamarnya,, kata demi kata yang arin ucap kan seakan menari nari memenuhi langit kamarnya,,


''suami zhalim, istri adalah pakaian suaminya, dan masih banyak lagi,


'Apa betul arin adalah seseorang yang Allah siap kan untuk ku, yang terbaik untuk ku, hari ini aku belajar banyak hal tentang istriku,

__ADS_1


''arya merasakan getaran di saku celana nya, yang berasal dari poncel nya rupanya renata,, yang menghubunginya,,


''ar... aku dari tadi menghubungimu tapi tidak kamu jawab,, ucap renata dalam sambungan ketika telepon nya sudah di angkat oleh arya,,


''ma'af hari ini aku sangat sibuk, kamu tau sendiri aku beberapa hari ini tidak masuk kekantor, ucap arya pelan,,


''ar bisa kita bertemu sekarang, tanya renata,,


''hemm..jawab arya singkat renata merasa ada yang berbeda dengan arya,, nada bicaranya tidak seperti biasa nya,,


''baik lah aku tunggu di apartemen ya,,


''hemm.. jawab arya singkat,, arya segera turun dari kamarnya menuju bawah sa'at arya hendak masuk kedalam mobil nya arya melihat arin yang juga turun dari mobil taksi


''dari mana dia, baru juga sampai sudah keluar lagi batin arya lalu


arya menghanpiri istrinya,,


''beli makanan, jawab arin singkat ,


''bukankah itu taksi yang tadi sepertinya kamu akrab dengan nya , kenapa harus dia juga, apa di kota ini taksi hanya satu,, ucapan arya membuat arin menghentikan langkah kakinya yang hendak masuk kedalam rumah. lalu berbalik badan menghadap arya,,


''banyak taksi,, bukan hanya dia saja, namanya hana, dan ya aku cukup akrap dengan nya, jika aku pesan taksi yang berbeda setiap harinya, aku tidak tau sopirnya laki laki apa perempuan, karna aku tidak ingin satu mobil apa lagi berdua dengan laki laki yang bukan muhrim ku, karna itu aku memesan taksinya mbak hana, supaya tidak menimbul kan fitnah karna aku wanita bersuami, dan wanita bersuami adalah pakaian suaminya,,, arya tertohok dengan jawaban istrinya.


se detail itu arin menjaga nama baik nya,, karna mungkin bagi kebanya kan orang naik taksi dengan supir pria adalah hal yang biasa,,


Arya melajukan mobil nya memecah jalanan yang mulai gelap, lampu penerang pun mulai menyala,, pikiran nya terus terngiang ngiang dengan uapan istrinya, tiga puluh menit kemudian mobil arya sudah berada di parkiran apartemen nya yang selama ini di tinggali renata,, arya tak lekas keluar dari mobil nya,


jika arin enggan berdua dalam satu mobil dengan pria lain demi menjaga nama baik nya karna dia pakaian suaminya, lalu apa yang arya akan lakukan berdua dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya dalam satu apartemen,,


arya melangka gontai menuju lif,

__ADS_1


entah lah tidak seperti biasanya arya, sa'at datang ke apartemen ini. jika biasa nya arya selu merasa bahagia karna akan bertemu dengan kekasihnya, tapi hari ini hatinya dalam di lema,,


'perlahan arya menekan kata sandi pintu apartemen, tampak renata di depan pintu sudah siap untuk memeluk nya, arya diam tak bereaksi,, perlahan melepas paksa pelukan renata,,


''kenapa ar,, ucap tanya renata heran


''tidak apa apa, arya berjalan lesu masuk kedalam apartemen renata,,


''jangan tutup pintunya biarkan terbuka, ucap arya yang melihat renata hendak menutup pintu itu,,


''kenapa ar' renata masih tidak mengeri dengan sikap arya yang sepertinya telah berubah,


''Dengar re sebaik nya kita jangan sering bertemu dulu, orang tuaku sudah tau tentang kita, aku akan tetap menanggung semua kebutuhan mu dan pengobatan mu, nanti setelah aku bercerai dengan istriku kita lanjut kan lagi hubungan kita,, ucap arya pelan dia takut menyakiti wanita yang di cintainya,


''tidak ada hal lain kan ar' tanya renata dengan derai air matanya,,


'' ini demi kebaikan mu, benar kata mama ku orang akan mengagap mu sebagai perebut suami orang jika kita masih berhubungan, ucap arya lagi


''apa kah benar seperti itu ar' kamu tidak jatuh cinta dengan nya kan,,


arya terdiam jatuh cinta mungkin tidak atau bahkan belum bisa jadi arya jatuh cinta setelah ini,,


''dengar re ini untuk sementara, sekarang fokus lah dengan kesehatan mu. dan satu lagi jangan pernah cerita tentang hal ini dengan siapa pun termasuk dokter tari karna dia kakak nya istri ku, jadi ku mohon bersabarlah, hingga kesepakatan antara aku dan arin tiba,, terang arya lagi,


'' renata tampak terduduk lesu, apa yang dia takutkan selama ini takut terjadi,, takut arya meninggal kan nya, di sa'at dia sedang berjuang melawan sakit nya sedang renata sudah tidak punya siapa siapa,,


''baik lah ar aku setuju ucap renata, dengan bibir bergetar menahan tangis nya,,


''terimakasih atas pengertian mu,, ucap arya


''bersambung,,

__ADS_1


__ADS_2