
setelah dari restoran, arya melajukan mobil nya menuju kantor, seperti biasa arin hanya diam tanpa ingin memulai pembicara'an terlebih dahulu,
''Seperti biasa arya memakirkan mobil nya di parkiran khusus untuk nya,,
''Rin ku mohon berjanjilah jangan pernah tinggal kan aku, ucap arya tiba tiba ketika arin ingin turun dari mobil arya,
''Arin menoleh menatap suaminya sebentar
''kenapa anda memintaku untuk berjanji pada anda, agar aku tidak meningal kan anda,,! asal anda tau aku tidak akan pernah melakukan hal itu,,!
''Arya tampak kaget mendengar ucapan istri nya,
''Maksud mu apa rin, tanya arya tidak mengerti.
''Sa'at anda melafat kan ijabqobul, aku sudah berjanji pada diriku dan tuhanku, untuk menjadi istri yang baik, ta'at, solehah insaAllah dan menjadi makmum yang baik, tapi apa anda sudah siap menjadi imam yang baik untuk ku,
''Arya terprangah, lagi lagi jawaban menohok istrinya mampu membuat arya terdiam,,
Jika seperti itu lalu kenapa kamu meminta perceraian dariku, tanya arya pelan,,
''Aku hanya tidak ingin suamiku semakin larut dalam dosa, mengabaikan hak hak istrinya mengutamakan wanita lain yang bukan muhrim nya, lalu bagaimana kita menuju surganya. meraih mawadah jika hanya aku yang memperjuangkan nya,,
''Arya terhenyak menelan salivanya seret..!
''Aku memang pria bodoh, minim ahlak dangkal pengetahuan, maka dari itu, bantulah aku meraih mawadah itu agar kamu tak berjuang sendirian, arya berkata lembut,
''Apa anda sudah benar benar melupakan kekasih anda, karna aku sebagai seorang istri, akan mengambil selurh hak ku atas diri suamiku dan tidak akan menyisakan sedikit ruang untuk wanta lain, arin berkata dengan nada sedikit tegas,
''Percayalah. ketika jantung ini masih berdetak, dan raga ini masih mau menerima perintah otak, aku akan memperjuangkan mu dalam setiap doa ku, ucap arya percaya diri,
''Buktikan ucap arin datar lalu turun dari mobil arya berjalan sedikit cepat meninggal kan arya yang masih terbengong di mobil nya,
''Bibir arin membentuk senyuman, hatinya sedikit menghangat. sedikit demi sekit arya mulai menerima pernikahan nya,
''Aku pasti membantumu mas, mari kita raih mawadah pernikahan kita bersama, ucap arin dalam hati,, sembari menekan tombol lif dan segera naik ke atas,
''Arin meninggal kan arya yang masih di parkiran, dan naik ke atas duluan, sesampainya di atas arin bertemu dengan bima di depan pintu lif,
''Nona arin, sapa bima ramah, arin hanya mengaguk tersenyum,
''Di mana arya sedari tadi aku menghubungi nya tapi arya tidak menjawab,,
''Mas arya masih di belakang,,
__ADS_1
''Ting..? pintu lif terbuka menampil kan arya yang keluar dari dalam lif,
''Ini dia, ahirnya muncul juga, kenapa tidak ada kabar. tanya bima sarkas,,
''Memangnya kenapa, tanya arya cuek,, sambil berjalan menuju ruangan nya,
''Pakek tanya kenapa, miting dua kali absen, klien nanyain. di hubungi juga tidak di jawab, seru bima menjelaskan,
''Biasa aja, tidak usah nyolot, ucap arya sarkas,
''Emang enak ya jadi bos. dia yang bikin ulah dia juga yang santai kita yang di buat kalang kabut, ucap bima lagi,,
''Sudah nrocos nya. ucap arya santai,
'Bima mendengus kesal,
''Sekarang bawa ISTRIKU ke ruangan nya, ucap arya pada bima dengan menekan kata istriku,
''Ruangan mana, tanya bima tidak mengerti.
''Istriku berkerja di bagian apa, tanya balik arya.
''Disain prodak, jawab bima.
''Nona arin, arya tidak mau bima tampak akrap dengan istrinya,
''Ya..! kenapa kamu tidak menempatkan nona arin di ruangan mu, ucap bima lagi,,
''Biarkan saya bergabung dengan yang lain pak bima, kami bisa bertukar ide, jawab arin cepat,
''Dan ingat jangan sampai ada yang tau arin istriku, ucap arya tegas,
''Kenapa seperti itu, apa kamu malu mengakui istrimu di depan karyawan mu, tanya bima heran,,
''Sok tau,,,! kerjakan saja tidak usah banyak tanya.
"Saya yang meminta mas arya untuk tidak memberitaukan siapa saya, sela arin cepat,,,!
"Dengar sendiri tidak usah membuat opini tentang aku, ucap arya lagi,
"Dengan malas bima melangkah kan kakinya membawa arin pergi ke ruang disain prodak,
"Tanpa bima dan arin tau arya mengikutinya dari belakang,
__ADS_1
"Dengar semua, perkenal kan ini nona arin, dia akan bergabung dengan kalian disini, ucap bima memperkenal kan arin secara khusus,,
"Nona arin anda bisa bergabung dengan mereka, saya tinggal dulu, kalau ada apa apa segera beri tau saya. ucap bima meninggal kan arin di ruang disain,
"Ngapain kamu disini bima kaget sa'at melihat arya yang berdiri di balik pintu,
''Arya tidak menjawab matanya gokus menatap arin,
''Ar apa kamu gak kasian menempatkan istrimu disini, disini ada yang suka membuli, bima berkata sambil menatap arya,
''Karna itu aku disini ingin lihat siapa yang berani membuli istriku, soal siapa yang membuli selanjut nya itu tugas mu, ucap arya lagi,
"selamat datang mari silah kan, namaku dila, sapa dila ramah,
"Hai aku arin jawab arin tak kalah ramah,
"datang tisa menghampiri arin dengan pandangan sinis,
''Jadi kamu arin pekerja yang tidak mau datang ke perusaha'an, kenapa sekarang datang, dan ini sudah lewat jam makan siang lho, sebentar lagi jam kantor pulang, enak sekali kamu, ucap tisa sinis,
''Ma'af mbak ini atas perintah direktur sendiri, jadi anda bisa bertanya sendiri kepada beliau. kenapa saya datang terlambat,, ucap arin lembut,,
''Belagu, ucap tisa sinis,
''Dan ini lagi, ini kantor bukan tempat pengajian, datang lah dengan pakaian kantor, banyak kok yang berhijab, masih bisa tu menyesuaikan aturan kantor, tisa berkata lagi sambil menarik gamis arin dengan ujung jarinya seakan jijik,
''Arin masih bersikap biasa dan tenang,
''Apa bisa bekerja dengan pakaian seperti ini, protes tisa lagi, sambil memutari tubuh arin,
''Yang berfikir otak saya yang bekerja tangan saya, bukan pakaian saya, jadi apa ada yang salah
dengan pakaian saya, dan lagi jika kantor tidak mengijinkan kariawan nya datang dengan pakaian seperti ini, saya siap mundur, karna saya tidak akan menggadaikan agama saya demi pekerja'an yang sesungguh nya Allah sendiri yang telah memberikan pekerja'an ini pada saya, arin berkata santai dan tenang,
''Tisa tampak geram dengan ucapan arin, lalu duduk di mejanya dengan kesal,
''Arin juga duduk di meja nya, yang tadi sempat di tunjuk kan oleh dila,
''Dia memang berbeda, gumam arya, semakin kagum dengan sosok istrnya,
''Kamu bisa pakai ini ucap dila menghampiri arin memberikan beberapa peralatan kantor
''Terimakasih, ucap arin ramah.
__ADS_1
bersambung