
''Arin menatap tak sabar benda kecil di tangan nya, tak sabar ingin segera melihat hasil nya. satu garis sudah jelas satu lagi masih samar menunggu dengan hati berdebar,
Arin membuka satu lagi melakukan hal yang sama seperti tadi, hasil nya sama dua garis yang satu tak cukup jelas, arin keluar dari kamar mandi dengan perasa'an tak terbaca,
''Bik ini maksud nya apa. tanya arin yang memang tidak mengerti, bik sumi juga sama tidak tau harus berkata apa,
''Sebentar non, ucap bik sumi mengambil poncel nya.
''lalu mengambil beberapa gambar tespac, dan mengirim kan nya, pada anak nya di kampung,
''Tak berapa lama ada notic di poncel bik sumi,
''Non, ini positif, anak bibik bilang non arin hamil, ucap bik sumi senang mendengar kabar itu,
'' beneran bik. Aku harus segera ke dokter untuk memastikan nya bik, ucap arin lagi,
''Iya non, mintalah den arya menemani non arin, ucap bik sumi lagi,
''Arin akan pergi sekarang bik, rasanya Arin sudah tidak sabar ingin memastikan lagi, arin bahagia bik, ucap arin lagi,
''Pergilah non, bibik juga ikut bahagia.
''Seperti biasa arin menghubungi Supir pribadinya hana, tak sampai dua puluh menit kemudian hana sudah sampai dengan motor matic nya,
''Mbak arin kita sudah siap segera berangkat, ucap hana seraya membuka pintu mobil untuk arin,
''Terimakasih mbak hana, ucap arin seraya tersenyum,
''Kita Mau kemana mbak, tanya hana sambil menyalakan mesin mobil nya,
''Kita ke dokter obigin, ucap arin sambil menyentuh perut nya,
''Mbak arin hamil, tanya hana lagi,
''Masih belum pasti mbak, tadi arin melihat nya pakai tespac, garis nya ada dua tapi yang satu masih samar, karna itu sekarang arin ingin memastikan dengan kita ke dokter obigin sekarang, terang arin,
''Tiga puluh menit mobil yang di ke mudikan hana sudah sampai di depan klinik ptraktek dokter kandungan,
''Arin segera turun dan masuk ke dalam Klinik, beruntung Klinik sedang sepi,
''Setelah mendaftar arin segera masuk ke ruangan dokter, dan di sambut hangat dokter cantik yang juga mengenakan hijab,
''Selamat pagi dok, sapa arin ramah,
''Pagi, jawab dokter itu juga ramah,
''Perlahan arin mengeluarkan tespac dari rumah, dan menunjuk kan nya pada dokter itu,
__ADS_1
''Dok, tadi di rumah saya sudah melihat nya menggunakan tespac, tapi saya masih ragu karna garis satunya tidak jelas, terang arin.
''Dokter tersebut tersenyum, lalu meminta arin berbaring, dengan perlahan dokter itu menekan perut rata arin dan melihat nya di layar monitor, bibir nya melengkung membentuk senyuman,
''Usia nya tiga sampai empat minggu, ucap dokter itu, tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar monitor,
''Maksud dokter apa, tanya arin penasaran, dengan ucapan dokter itu tadi,
''Anda hamil nona, usai kehamilan anda baru berusia tiga sampai empat minggu, terang dokter itu,
''Arin tersenyum mengusap perut nya yang masih rata, seraya mengucap sukur dalam hati, sudut matanya berkaca kaca, menahan haru bahagia, Begitu cepat Allah mempercayakan untuk menjaga amanah nya,
''Setelah dari dokter kandungan, arin meminta hana mengantar nya ke kantor, rasa tidak sabar ingin segera membari taukan kabar bahagia ini pada sang suami,
''Begitu sampai di lobi kantor dengan tidak sabar arin turun dari mobil nya sedikit berlari kecil menuju lif,
''Non arin jangan lari, seru hana, arin hanya terbalik dan tersenyum, seraya bergumam,
''Aku sedang bahagia, mbak hana
Arin sedang di dalam lif menuju lantai atas, rasa nya kenapa lif ini seperti lama sekali untuk sampai di atas,
''Begitu pintu lif terbuka arin di about dengan sifa, sekertaris arya,
''Non arin, tuan arya masih miting, silah kan menunggu di ruangan nya ucap sifa ramah,
''Arin tampak mengendurkan bahunya melemas,
''Seklebat di ruang miting arya seperti melihat istrinya melintas, melalui pintu yang tak tertutup sempurna,
''Melihat jam di pergelangan tangan nya miting baru saja akan di mulai, entah berapa lama akan selesai, mungkin bisa satu jam, atau lebih, setelah melihat istrinya arya seperti tak tenang,
''Bim, masih lama, bisik arya pada bima,
''Baru juga di mulai, jawab bima tanpa mengalihkan kan pandangan nya dari tumpukan kertas putih di depan nya,
''tiga puluh menit terlewati nyatanya miting masih belum selesai, arya melihat poncel nya mengirim pesan pada sang istri,
'📩
''Sayang tunggu sebentar aku masih belum selesai,,
''isi pesan arya
Masih centang dua dan belum terbaca,
''Arya menunggu dengan gelisah, sampai tidak fokus dengan materi mitingnya,
__ADS_1
''Sedang arin senyum tampak terus menghiasi wajah cantik nya, sampai tidak sadar poncel nya menyala,
''Milahat dengan biar bahagia foto pergi hitam putih, yang baru saja di dapat nya,
''Arin sudah memberikan kejutan sepesial untuk sang suami,
''Sayang,,! suara berat arya mengagetkan kan arin yang sedang memikirkan calon buah hatinya.
"Mas, arin dengan tak sabar berlari menghambur memeluk arya.
"Ada apa, tanya arya,
"Aku sedang bahagia ucap arin pelan dalam pelukan suaminya.
"Bisakah kamu membagi ke bahagia mu dengan ku, ucap arya, arin mengaguk seraya menatap lekat manik mata suaminya,
"Katakan hal apa yang membuat istri ku ini bahagia, ucap arya tak sabar mendengar penjelasan istrinya,
"arin membuka telapak tangan arya, lalu menyatukan tangan nya, arya mengernyit kan dahinya merasakan ada sesuatu di antara telapak tangan nya dan arin,
"Sayang apa ini, tanya arya
"Lihat lah, ucap arin mengakat tangan nya,
"Foto apa ini Sayang, tanya arya tidak mengerti,
"Foto calon anak kita, bisik arin di Tonga arya,
"Anak kita, arya menautkan alisnya Arin mengaguk pelan,
"Jangan bercanda, ini hanya foto hitam putih tidak jelas, ucap arya lagi,
"anak kita masih sebesar ini mas, arin menunjuk kan kancing bulan di lengan baju nya,
"Ngomong yang jelas Sayang jangan buat aku bertanya tanya, ucap arya lagi,,
"Aku hamil mas, disini ada anak kita, u ap air seraya membawa tangan arya menyentuh perut nya
"Kamu tidak. bohong kan Sayang, ucap arya tak percaya, arin menggeleng manik matanya berkaca kaca,
"Aku tidak bohong mas, ucap arin menyakin kan suaminya,
"Arya terdiam, tidak bisa berkata, matanya juga ikut berkaca kaca,
"benarkah ini Sayang, apa aku akan menjadi seorang ayah, ucap arya seraya memeluk erat istrinya,
"Terimakasih Ya Allah, engkau berikan kami kepercaya'an untuk menjaga amanah mu, ucap arya seraya mengecup kening istrinya,
__ADS_1
''Sayang terimakasih, ucap arya.
'