
Setelah beberapa hari Vanesa tampak mendatangi rumah arin kembali akan tetapi bik sumi mengatakan di rumah tidak.ada orang, sedang arin sedang berada di rumah orang tuanya, membantu mengepak beberapa barang, karna bu ida dan pak ali sementara akan tinggal di rumah arin, sementara menunggu rumah di renovasi, sedang tari ia ikut suaminya tinggal di apartemen, dan rencana nya akan kembali tinggal dengan ayah dan ibunya menunggu setelah rumah selesai di renovasi,
''Siang ini setelah selesai.membantu ibunya arin lanjut mendatangi kantor suaminya membawakan makan siang untuk sang suami,
''Sayang kamu sudah datang, jangan capek capek. kasianilah anak ku, ucap arya kuatir.
''Arun tersenyum geli di pangkuan suaminya.
''aku gak ngapain ngapain kok, emang capek apa, ucap arin
''Lihatlah nak bundamu dibilangin jawab aja, ucap arya seraya meraba perut istrinya.
''Kapan perut mu besar sayang, aku sudah tidak sabar, ucap arya tidak sabar melihat istrinya dengan beirut nya yang besar,
''Sayang makan dulu ayok, ucap arin namun arya masih tak bergeming,
''lima menit lagi, aku janji, ucap arya masih fokus dengan laptop nya,
''Lihatlah nak, ayahmu sudah tidak perduli sama kita, lirih arin melirik suami nya
''Siapa yang tidak perduli ayah sangat perduli, ma'af buat kalian menunggu, ucap arya beranjak dari duduk nya menyusul sang istri duduk di sofa, arin mengeluarkan kotak makan siang nya.
''pasutri itu menikmati makan siang nya, sesekali melempar canda'an,,
'' Sedang di lain tempat, kebahagian yang sesungguh nya sedang renata teguk, suami tampan dan penyayang, yang pastinya sholeh, mampu menjadi imam yang bisa membawa renata menuju jannah, meraih mawadah pernikahan berbalut kebahagia'an,,!
''Sayang makan siangku mana, haikal memeluk istrinya dari belakang,
''Maunya cepat atau lambat, renata tak lantas menjawab ucapan suaminya melainkan memberi pertanya'an balik,,
''Cepat lah aku sudah lapar, jawab haikal,
''Kalau mau cepat tunggulah di meja makan, kalu seperti ini itu artinya mau terlambat, ucap renata menjelaskan,
''Tapi aku maunya seperti ini. ucap haikal tak ingin melepaskan pelukan nya,
__ADS_1
''Renata tersenyum suami yang baru beberapa minggu menikahinya itu terkadang kelewat manja pada di arinya,
''Jika seperti ini kapan aku selesai masak, ucap renata lagi,
''Tapi aku tidak rela melepasmu begitu saja, ucap haikal lagi,
''Dengan berat hati haikal melepas rengukuhan nya, membiarkan sang istri leluasa memasak perut nya sudah sangat lapar,,
''Dua puluh menit kemudian renata sudah siap menyajikan hasil masakan nya. di atas meja makan,
''menyambut ajakan taaruf sang suami membuat renata tau dan mengerti. makna cinta yang sesungguhnya nya, jatuh cinta setelah pernikahan, bukan jatuh cinta sebelum pernikahan pacaran dalam kurun waktu yang cukup lama nyatanya tak membuat renata di nikahi,
''Sayang makanan nya sudah siap, panggil renata lembut,
'' Sayang aku sangat lapar, ucap haikal duduk di meja makan,
''Renata tersenyum, seraya melayani suaminya menghidangkan makanan nya, haikal menikmati masakan istrinya dengan lahap, renata tersenyum suaminya ini tidak pernah protes dengan masakan nya, mesjiki renata baru belajar memasak, melihat resep dari internet,
''Sayang aku sudah kenyang, ucap haikal mengakhiri makan siang nya dengan menenggak air putih dalam gelas yang sudah di sediakan renata.
''beneran enak jangan hanya memuji saja. ucap renata tidak puas hati,
''Beneran sayang aku gak bohong, ucap haikal lagi, di awal renata masak memang kurang begitu enak, akan tetapi makin kesini sudah jauh lebih enak,
''Sayang sore ini rencananya aku akan melihat gedung untuk acara resepsi kita, kamu mau ikut, tanya haikal,
''Sayang jujur sebenarnya aku tidak ingin mengadakan resepsi, lirih renata,
''Tidak bisa sayang, bukan nya aku tidak mau mengingat banyak sekali relasi dan jama'ah yang menggunakan jasa trevel ku, mereka pasti.
mempertanyakan kapan aku menikah, kenapa tidak mengundang kasi kabar dan lain sebagainya. jelas haikal,
''Aku hanya takut mereka mencelamu, karna menikahiku, wanita yang dulu selalu mengumbar aurat nya, lirih renata,
''Setiap manusia punya masa lalu, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, lebih baik seperti dirimu, dari pada sudah di tutup tapi di buka untuk urusan duniawi, aku tidak akan pernah malu, justru aku bangga kamu wanita hebat, yang berani mengambil keputusan berhijab meski niat awal sedikit salah, akan tetapi Allah telah membuka jalan hidayah nya untuk mu, ucap haikal lagi,
__ADS_1
''Yakinlah, jangan pernah merasa sendiri, atau merasa takut orang mencelamu karna penampilan baru mu, mantap kan hati melangkah di jalan Allah berhijrah karna yakin sudah mendapat hidayah nya, semua yang kamu lakukan semata mata karna Allah, bukan karna siapa siapa, lanjut haikal,
''Renata mengaguk, bersyukur suaminya bisa mengerti keada'an nya,
''Masa lalu tidak perlu di kenang jadikan ia pelajaran, mari kita menatap masa depan bersama, renata menghambur memeluk suaminya,
''Kamu tau sayang sa'at ini, aku sangat bersukur dapat mengenal arin. meski perkenalan kita di warnai kebencian dan amarah dariku, yang selalu meledak ledak, namun arin dengan sebar tidak pernah membalasku, justru sering menasehatiku, lambat laut aku berfikir kenapa arin tidak pernah marah, terbuat dari apa hatinya, hingga aku berfikir ingin menjadi sepertinya. di awal memang iya, aku merubah penampilan untuk suatu tujuan, sampai pada waktu itu arin memberikan tantangan jika aku dapat menguasai ilmu iklas, arin akan menyerahkan suaminya kembali kepadaku, dan aku menerima tantangan arin, terang renata,
''Lalu apa yang kamu dapat setelah kamu dapat menguasai ilmu iklas, tanya haikal,, renata tersenyum, mengingat semua.
'Justru setelah aku menguasai ilmu itu aku tidak berani bertemu dengan arin, apa lagi meminta suaminya untuk kembali padaku, itu artinya aku belum iklas, jelas renata.
''Karna itu aku jadi faham dan mengerti arti iklas yang sesungguhnya nya, lanjut renata,
''Jika tidak seperti itu mungkin kita tidak saling mengenal, ucap haikal,
''Terimakasih sudah menerimaku apa ada nya, tanpa melihat masa maluku, ucap renata lagi,,
''ikut ya kita lihat gedung, ucap haikal lagi, renata mengaguk,
''dia segera bersiap setelah itu turun kembali menemui suaminya,
''Aku sudah siap, ucap renata tampak cantik dengan gamis motif bunga sakura, di padan kan shihab syar'i polos warna senada,,
''Sayang kamu cantik, puji haikal tak pernah bosan menatap istrinya,
''Cantik saja apa cantik banget. ucap renata,
''Banget, jawab haikal seraya tersenyum,
''haikal membuka kan pintu mobil untuk sang istri layak nya pangeran mempersilahkan kan tuan putrinya masuk
''Terimakasih pangeran ku, ucap renata,,
''Bersambung
__ADS_1