
arya duduk termenung menatap keluar cendela kaca besar kantor nya. dalam dia dia mulai mengagumi sosok arin istri nya entah sekedar kagum atau mulai mencintai nya, arya sendiri tidak bisa memahami perasa'an nya, sedang perasa'an nya terhadap kekasih nya renata seakan hilang menguap entah kemana,
''Arya kita harus bicara, suara tiba tiba mengagetkan arya,
''Dari raut wajah renata jelas sekali dia tampak marah,
''Kenapa kamu lakukan ini padaku tadi malam ar'..! mempermalukan ku di hadapan semua orang, kenapa kamu mengatakan jika kamu mencintai wanita itu. tanya renata bersungut sungut,,
''Arya mendesah pelan...!
''Re..! dengar kan aku kamu yang membuatku melakukan ini semua. ucap arya tenang masih duduk di kursinya,
''Aku..! renata menujuk dirinya..
''Iya...!
''Seandainya kamu bisa menahan diri kejadian malam tadi tidak akan pernah terjadi, emosimu yang mudah meluap mempermalukan dirimu sendiri, memperlihat kan sisi buruk mu di hadapan semua orang, ucap arya lagi,
''Bukan hanya dirimu kedua orang tuaku juga malu dan juga tante irma dan keluarganya, apa kamu tidak pikirkan itu sebelum bertindak. lanjut arya,,
''Bagaimana aku bisa diam menahan diriku jika di pesta tadi malam semua orang membicarakan tentang kebaikan istrimu, dan menjelek kan ku, mama mu juga, ucap renata tak terima,
''Tidak ada yang menjelek kan mu, mama ku hal yang sangat wajar seorang mertua memperlakukan istimewa menantunya tidak ada yang salah, kenyata'an nya memang arin baik tutur katanya juga santun dan juga lembut, imbuh arya,,
''Renata menatap tak percaya arya.
''Jadi aku terlihat buruk di matamu, ucap renata menatap tajam arya,
''Arya diam tak lantas menjawsb pertanya'an renata,,
''ma'af, memang kenyata'an nya seperti itu, kalian berdua memang sangat jauh berbeda, ucap arya pelan,
''Katakan ini tidak benar ar'..! kamu bukan arya yang dulu, kamu sudah banyak berubah, ucap renata dengan lelehan air mata. dadanya kembang kempis manahan amarah,
''Aku memang sangan mencintai mu re..! karna itu aku tidak ingin kehilangan dirimu, dan aku menjajikan perpisahan ku dengan istriku setelah itu aku bisa memperjuangkan restu orang tuaku untuk mu,
''Dan aku memintamu untuk tidak bertemu dulu kita berpisah sementara, karna kedua orang tuaku sudah tau tentang hubungan kita,
__ADS_1
perpisahan sementara itu untuk kabaikan kita, dan juga kamu tentunya,
''Tapi kamu tidak bersabar menunggu perpisahan ku dengan istriku tiba, kamu selalu membuat ulah dan bertingkah. sungguh aku sudah muak dengan semua kelakuan mu, yang selalu emosi dan tidak bisa mengontrol diri,
''Renata menatap lekat arya, dengan derai air matanya,,
''Apa maksud mu ar..!
''Jadi menurut mu arin lebih baik dariku, begitukah ar' renata menatap arya tak percaya,,
"Arya diam sambil memijit pelipisnya pelan,,,
''Kamu tau arin sering mengatai ku menghinaku, menyebut ku perempuan tidak tau malu, wanita seperti itukah yang terlihat baik di matamu,
''Arin tidak pernah menghinamu, dia berusaha membuat mu sadar, mencintai suami orang itu salah,
''Arin juga tidak ingin merebut kan ku dengan diri mu, bahkan arin meminta perceraian, agar kita tetap bisa bersama.
''Apa arin pernah marah dengan hubungan kita bahkan arin tidak perduli,
''Kamu mencintai nya ar...!
membuat renata semakin didera rasa takut kehilangan arya,,
"Keluarlah re..! pulang dan beristirahat lah tenangkan durimu aku masih banyak pejerja'an..!
''Renata telihat kaget, kekasih nya ini mengusir nya menyuruh nya keluar dari ruangan nya, perlanah renata memundurkan lakah kakinya, matanya terus menatap tak percaya pria yang sudah bersamanya selama lima tahun perlahan berubah, dengan derai airmata renata keluar dari ruangan arya,,
''Arya mendesah pelan, dia tau renata sangat terluka, tapi ini karna ulah nya sendiri,
''Arya melihat jam di pergelangan tangan nya, sudah menunuk kan waktunya ia pulang kerumah, sebenarnya pekerja'an nya masih banyak namun arya memutuskan untuk pulang, kedatangan renata tadi membuat mud nya menjadi hilang,
''Ar kamu mau pulang, tanya bima.
''Ya..!
Tapi ini masih banyak yang mau dikerjakan, ucap bima dengan berkas di rangan nya,,
__ADS_1
''Kamu saja yang kerjakan bim, aku capek mau pulang, ucap arya meninggal kan bima,,
''Arya..! panggil tamara dengan suara keras,,
''Arya melihat tamara jengah,,
''Ada apa lagi ucsp arya cepat,
''Kamu bicara sama tante tidak ada sopan sopan nya,
''Bicaralah cepat aku tidak punya waktu. ucap arya ketus,
''kenapa kamu mempermalukan renata tadi malam ucap tamara dengan nada menekan.
''Aku tidak pernah mempermalukan renata. dia sendiri yang menpermalukan dirinya sendiri, bukan aku dan bukan juga arin, kenapa tante bertanya padaku tante melihat sendiri kelakuan keponakan tante, seharusnya tante nasehati dia, bukan mendatangi ku, ucap arya dingin,
''Kelewatan kamu ar' apa kamu tidak ingat renata sedang sakit kamu biarkan dia melawan sakit nya sendirian, ucap tamara lagi,
''Jangan jadikan sakit renata menjadi alasan, kesembuhan renata sudah delapan puluh parsen. dokternya sendiri yang bilang padaku, tamara terdiam
lalu arya masuk kedalam mobil nya meninggal kan tamara tanpa permisi,
''Arya menyalakan mesin mobil nya dan pulang, terdengar decakan beberapa kali dari mulut arya kala mobil nya merangkak pelan, terjebak macet sudah biasa karna mungkin suasana hatinya sedikit tidak baik, tak berapa lama mobil arya sudah sampai di rumah nya, tampak arin dan bik sumi sedang merapikan taman di depan dan menyirami bunga bunga di sana, suasana hati yang tadi sedang tidak baik kini sedikit menghangat hanya dengan melihat istrinya. arya yersenyum tipis,
''Sudah non, sudah sore den arya juga sudah datang sebaik nya non arin bersih bersih bibik juga terus lanjut menyiap kan makan malam, ucap bik sumi sambil mengumpul kan alat alat yang di hunakan tadi.
''Iya bibik tunggu arin masak nya ya..! arin naik dulu keatas. ucap arin sambil meninggal kan bik sumi,, tiga puluh menit kemudian ari sudah selesai dan kembali turun kebawah membantu bik sumi memasak menyiap kan makan malam, tampak arya juga sudah selesai mandi dan duduk di ruang kuarga sambil menyala kan tv,,
''Non arin tdak capek masih banyuin bibik masak, arin menggeleng dan tersenyum
''Arin tidak enak jika hanya berdiam diri bik. rasanya tambah capek semua,
''Iya nona benar ucap. ik sumi membenar kan ucapan nona muda nya
''Nona saja yang masak ya, bibik yang bantu, ucap bik sumi
''Arin tersenyum, sambil mengaguk,
__ADS_1
''Terima kasih ya bi sudah di bantuin masak, ucap arin senyum di bibirnya tak pernah lepas,
Bersambung,,