Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
istiqomah


__ADS_3

kehamilan arin tinggal menghitung hari, arya sudah mengurangi jadual kerjanya, ia banyak menghabiskan waktunya di rumah menemani istri tercinta, menunggu detik detik lahirnya sang calon buah hati.


''Sayang aku pengen makan di tempat biasanya. arin rampak menohon pada suaminya.


''Kita beli online saja ya, arya memberi saran.


''Pengen nya makan di tempat, tidak mau online, mohon arin dengan nadanya yang manja,


''Iya tapi kamu sudah waktunya melahirkan sayang, nanti pas kita makan tiba tiba kamu kontraksi bagai mana, arya kuatir menjaga sesuatu yang tidak di ingin kan,


''Kalau tiba tiba aku kontraksi bukan langsung melahirkan sayang, ada prosesnya. jelas arin,


''Arya menghela nafas berat nya.


''Baik lah, ucap nya seraya beranjak mengambil jaket.


''Semenjak perut arin sudah lumayan besar mereka tidur di kamar bawah. arin sudah tidak sanggup lagi, jika harus naik turun,


''Bik kami akan keluar sebentar. pamit arin pada dua asisten rumah tangga nya,,


''perlahan arin berjalan keluar menuju monil suaminya, di mana arya sudah menunggu bersiap membuka pintu,


''Arya melajukan mobil nya, menuju restoran faforit arin,


''Nanti jangan makan yang pedes, pesan arya sebelum memasuki restoran,


''iya, sedikit, jawab arin.


''Arya membantu istrinya turun dari mobil, dengan telaten dan penuh cinta,


''mau makan apa, ingat jangan pedes, ucap arya sembari melihat daftar menu,


''Pedes sedikit tidak apa ya, ucap arin pelan,


''Sayaang,,!


''Sedikit..


''Terdengar decakan dari bibir arya,


''Mbak pesanan istri saya jangan di kasi pedas sama sekali, terus saya minta sambel nya di pisah, ucap arya, arin tampak sedikit mengembangkan senyum


''Sedikit saja, di pisah sambel nya, biar bisa di kontrol, ucap arya,,


''Tak berapa lama pesanan keduanya sudah datang, arin makan dengan lahap nya, sedang arya hanya sedikit, semenjak istrinya hamil arya sedikit pilih pilih makanan.

__ADS_1


''Apa salah saya buk, kenapa saya di pecat, mohon wanita itu.


''Ya kamu pikir sendiri, apa salah kamu, bagai mana kamu bekerja di depan dengan pakaian seperti ini, sedang tugas kamu mengantar makanan dan melayani tamu, sungun salah satu wanita itu.


''Tapi buk, saya masih bisa nekerja kok, tolong lah buk, ucap nya memohon,


''Sudah lah, kamu di pecat, dan cari lah pekerjaan sesuai dengan pakaian mu sekarang, dasar sok alim, ucap wanita itu lagi,


''Sedari tadi arin memperhatikan percakapan dua wanita itu, arin tidak dapat melihat wajah kedua nya karna, terhalang bunga hias


''Wanita itu berjalan lesu, melewati meja arin,


''vanesa, panghil arin, vanesa menoleh ke sumber suara,


''Mbak arin, ucap nya pelan,


''Alhamdulillah ya Allah, satu lagi Allah mengijabah doa ku, ucap arin tersenyum melihat penampilan vanesa,,


''Memangnya aoa doa mbak arin, tanya vanesa,


''Waktu itu aku pernah melihat mu. tak lagi mengenakan pakaian seksimu, meski tak berhijab, aku menilaimu selangkah lebih maju, aku berdoa semoga sa'at aku melihat mu kembali, kamu sudah benar benar menutup aurat mu, helas arin, canesa tersipu malu,


''Terimakasih atas doa nya mbak, ini semua karna mbak arin juga yang tak lelah menasehatiku, dan.. ucapan vanesa menggantung mengingat nama ilham, dia jiga berdoa seperti doa arin, ilaham juga turut andil dalam perubahan vanesa,


''Tidak apa apa mbak. jawab vanesa,,


''Permisi, ma'af anda perlu apa, tolong bicara dengan kami, karna dia wanita ini, tak lagi bekerja disini, ucap wanita yang tiba tiba menghampiri meja arin,


''Kami tidak perlu apa apa lagi, kami hanya mengobrol, jawab arin,


''Oh ya sudah, saya permisi. kalau butuh apa apa lagi. tolong panggil pelayan disini, yang memang bekerja disini. karna memang dia baru saya pecat, ucap nya lagi,


''Kalau boleh tau kenapa dia di pecat ya, tanya arin pada menejer itu,


''Maaf nona kami tidak memperkerjakan, orang dengan pakaian seperti ini, jawab menejer itu,


''Memangnya ada yang salah dengan pakaian nya, tanya arin lagi,


''Mungkin tidak ada nona, akan tetapi untuk bekerja di restoran seperti ini sangat tidak cocok, di sini di tuntun berpakaian rapi smart dan cantik, jelas nya, arin tersenyum,


''Vanesa, datang lah ke kantor jhovan group, besok aku tunggu, banyak pekerjaan menantimu di sana, dan satu lagi di sana pakaian mu tidak akan menghalangi pekerjaan mu, karna yang kamu gunakan tenagamu bukan pakaian dan kecantikan mu, ucap arin, lagi,


''Menejer itu melongo mendengar ucapan arin, dia tau perusahaan jhovan group, perusahaan besar. satu keberuntungan bila dapat bekerja di sana, sudah pasti gajinya besar,


''Mbak arin apa mbsk arin serius, tanya vanesa tidak percaya,

__ADS_1


''Aku serius, hidayah itu mahal, setelah kamu mendapat kan nya, tetap lah istiqomah, meski susah dan tidak mudah, teruslah berbenah, jadilah dirimu sendiri, aku bahagia melihat perubahan mu sekarang ucap arin lagi,,


''Terimakadih nona arin, pak arya, ucap vanesa mengembangkan senyum nya, tidak lagi memikirkan bosok untuk mancari.kerja setelah di pecat. hanya karna pakaian muslim nya,


''Saya permisi nona, pak arya, pamit vanesa,


''Sayang kamu serius menyuruh nya bekerja di perusahaan, tanya arya,


''Kamu pasti tau pekerja'an apa yang cocok untuk nya, aku yakin sekarang dia bukan lagi ulat bulu, tapi sudah berubah menjadi kepompong, dan menjadi kupu kupu, ucap arin, seraya mengembangkan senyum nya,


''arya hanya menggerakkan kedua bahunya,,


''Sementara vanesa terus mengembangkan senyum nya. sepanjang kakinya melangkah menyusuri trotoar. menuju halte bus,


''kali ini ia tak langsung pulang kerumah, melainkan pergi ke pemakaman ayah nya,


''di dalam bus, senyum tak luntur dari bibir vanesa, sampai bus sudah berhentin di tempat tujuan nya,


''vanesa berjalan menuju pusara sang ayah, bertimpuh seraya mengucapkan lantunan ayat ayat suci mendoakan almarhum sang ayah,


''Setelah dari pysara sang ayah vanesa, lanjut pulang,


''Sepertinya kamu sedang bahagia hari ini, suara bariton ilham mengaget kan vanesa,,


''Iya, sangat, ucap nya.


''Boleh aku tau apa yang membuat mu, terus menyunggingkan senyum mu, tanya ilham,


''Ma'af aku tidak berbagi cerita dengan orang asing, ucap vanesa,


''Baik lah, tidak apa apa, satu lagi aku suka berubahan mu, Allah mengijabah doa ku waktu itu, ucap ilham lagi,


''Doa orang orang seperti dia dan nona arin, pasti terkabul, orang orang salih dan saliha, batin


vanesa,


''Vanesa tersenyum,


''Terimakasih atas doa nya, waktu itu aku mendengar dan mengamin kan nya, vanesa tersenyum,


''Tetap lah istiwomah, menuju jalan nya, memang tidak mudah insaAllah menjadi berkah, ucap ilham lagi,


terimakasih, atas semua saran, nasehat dan juga doa nya, aku hanya bisa mengucapkan terimakasih ucap vanesa,


barsambung

__ADS_1


__ADS_2