Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
sakit pinggang


__ADS_3

'Arya dengan panik berlari memanggil hana, untuk segera menyiap kan mobil. arin sudah mulai merasakan sakit yang luar biasa pinggang nya,


''Duduk salah tidur salah, berbaring salah. semua serba salah. nyeri di pinggang nya membuat arin, sulit bergerak,


''Sayaaang, panggil arin namun arya uang masih memangil hana tidak.mendengar panggilan istri nya,


''Sabar non. ini sakit nya tidak lama sebentar lagi juga hilang, bik siti memberi pengertian pada Arin,


''Ta pi ini sa kit bik. ucap arin terbata


''Iya non, percaya sama bibik, ucap bik siti lagi, arya datang dengan mimik wajah nya yang masih panic,


''Den arya sebaik nya jangan di bawa kerumah dakit dulu, sebentar lagi skit di pinggang non arin juga pasti sembuh, ucap bik siti lagi,


''Tapi bik istri ku sedang kesakitan ini, sudah mau melahir kan, ucap arya panik,


''Tenang dulu den, dulu bibik adalah pembantu bidan desa, bibik membantu seorang bidan menangati wanita hamil dan melahir kan jadi bibik sedikit banyak mengerti dengan keada'an non arin, terang bik siti,


''Selahi belum ada tanda tanda melahirkan, seperti sakit di bagian perut dan keluarnya sedikit cairan di ce*ana da*am, kita tidak perlu panik, jelas bik siti,


"Terus sekarang kita harus apa bik, tanya arya lagi,


"sekarang di kompres aja dulu pinggang non arin pakai air hangat, ucap bik siti lagi,


"Siti apa kamu yakin, tanya bik suki seperti arya juga meragukan bik siti,


"Percaya sama saya bik saya tidak bohong, kalau menurut saya non arin dua hari lagi baru melahir kan, ucap bik siti lagi.


"Baik lah mari kita lihat apa ucapan bik siti benar. ucap arya lagi, sedikit mulai tenang kala arin tak lagi meringis kesakitan,


"Bayi laki laki memang sedikit nakal, ucap bik siti lagi,


"Dari mana bibik tau kalau calon anak ku laki laki, tanya arya penuh selidik,


"Kalau bayi laki laki kebanyakan ibunya mengalami sakit pinggang sebelum melahir kan, berbeda dengan bayi perempuan, jelas bik siti lagi,


"Bagai mana sayang, tanya arya,


"Bik siti benar sayang. pinggang ku sakit nya sudah lumayan berkurang, ucap arin baru bisa berbaring dengan tenang,

__ADS_1


"Jadi kita tidak perlu ke dokter ini bik, tanya arya lagi,


"Ya perlu den, tapi tunggu non arin merasakan kontraksi di perut nya, tapi jika belum kontraksi ya tidak usah malah kelama'an di rumah sakit nanti. ucap bik siti lagi.


''Kamu sendiri apa yang kamu rasakan sayang, tanya arya kuatir,


''Aku merasa pinggang ku jauh lebih baik mas, tak sesakit tadi, ucap arin pelan


''Baik lah kalau begitu, nanti kalau ada apa apa cepat beri tau. jangan diam saja, arya tersenyum sembari mengecup mesra tangan istri nya,


''Arin mengaguk pelan membalas senyuman suaminya menatap penuh cinta, bik sumi dan dan bik siti mundur teratur. melihat kemesraan pasutri itu,


*******


di tempat lain renata tampak terbaring di tempat tidur, semenjak hamil tubuh nya sangat lemah, di tambah lagi renata muntah terus dan tidak mau makan, haikal memanggil dokter bersedia dua pukuh empat jam yang memantau keadaan istri nya. tak ingin kenapa napa, dengan istri dan calon buah hati nya,


Sayang makan sedikit ya, haikal bersiap dengan bubur di mangkuk dan sendok di depan mulut sang istri,


"Nanti kalau aku makan muntah lagi, rengek renata,


"Jika kamu tidak makan, ini tidak ada nutrisinya, sayang haikal mengusap lbut perut istri nya,


"Sedikit saja ya, haikal bersiap menyuapi istri nya, dengan berat hati renata membuka mulut nya,


"Ya Allah, berilah hamba kesehatan saat arin melahir kan, ingin sekali hamba melihat nya, berharap bisa menemani nya sa'at di rumah sakit, batin renata seraya berdoa, di sela sela kunyahan hya,


''Sedikit demi sedikit, bubur di mangkok sudah bersih tak bersisa, semua sudah berpindah ke perut renata, haikal mengembangkan senyum nya, seraya mengucap sukur dalam hati,


''Sayang, kamu pinter sekali, abi senang anak abi ini pinter makan nya, jangan di keluarin lagi ya, biar umi kenyang dan sehat, haikal mengusap lembut perut istri nya, dan mengecup nya lembut,


''Sayang, kamu tidak ke kantor. tanya renata, haikal tersenyum


''Tidak usah memikirkan pekerjaan ku, shafia dan suami nya susah bisa di andal kan, ucap haikal lagi.


''berarti bisa nemenin aku seharian ini, ucap renata manja, haikal mengaguk pelan,


''Peluk, renata merentangkan tangan nya, memeluk erat sang suami meresapi aroma maskulin, yang selalu memabuk kan,


''Ma'af, aku jarang sekali memenuhi batin mu, bisik renata,

__ADS_1


''Tidak usah di pikirkan, aku rela puasa sampai beberapa bulan kedepan, sampai kamu melahir kan dan kembali bisa melaksanakan tugas mu sebagai seorang istri, aku sama sekali tidak keberatan, tidak usah di pikir kan, ucap haikal memeluk istrinya,


''Sayang coba kamu telepon arya, apa arin sudah melahir kan, aku tidak ingin melewatkan aku ingin di samping nya, menguat kan nya, memberi dukungan moril pada nya, ucap renata.


''Apa kamu yakin sayang, tanya haikal sedikit kuatir dengan keada'an istrinya,


''Berdoa saja sayang. semoga Allah memberi ku kekuatan dan kesehatan, dapat mendapingi arin, sa'at melahirkan, aku juga dapat belajar, karna sebentar lagi aku juga mengalaminya, ucap renata.


''Terserah kamu saja,


''Aku pengen keluar, di sini aku bosan, ucap renata pelan,


''memang nya kamu mau kemana. tanya haikal,


''Kita jalan jalan keliling komplek, beli jajanan di taman depan sana, ucap renata,


''Kamu yakin bisa, renata mengaguk pelan,,


''Haikal mbantu istrinya turun dari ranjang, membawa nya keluar jalan jalan, meski hanya sekedar keliling komplek,


''Haikal perlahan menyalan mesin mobil nya, hari ini istri nya ingin jalan jalan,


''Kita ke taman kota saja ya di sana lebih ramai, kamu lebih bisa menik mati hari, kelama'an di dalam kamar jadi jenuh, ucap haikalelirik istri nya,


''Terserah abi saja, renata memanggil suaminya dengan panggilan abi, panggilan untuk calon anak nya nanti.


''haikal tersenyum melihat istri nya, tak lama kemudia'an, mobil haikal sudah sampai di taman kota,


''Kita turun sayang, sebentar tunggu aku, ucap haikal turun dari mobil nya dan memutari mobil membantu istri nya turun,


''Perlahan renata turun dengan di bantu suaminya,, aroma wangi jagung bakar sudah menyeruak masuk ke rongga hidung renata,


''begitu turun renata melihat begitu banyak, abang abang jualan,


''Sayang sepertinya aku bakalan kalap ini, ucap renata,


''silah kan kamu mau makan apa, terserah beli aja apa yang kamu mau. ucap haikal mberi ijin istri nya,


''Beneran sayang, terimakasih, ucap renata,

__ADS_1


''bersambung


__ADS_2