
setelah mama nya pulang arya terus berfikir keras dari mana wanita itu mendapat kan uang, untuk belanja begitu banyak dan mebayar belanja'an mama nya,, arya terus melihat layar poncelnya tidak ada notic dari bank,, kembali poncel arya berbunyi nyaring sanpsi terdengar dari ruang dapur di mana arin sedang masak menyiap kan makan malam,,
''halo sayang.. mendengar suaminya memanggil wanita lain dengan kata sayang yakinlah sebenarnya perasa'an arin juga hancur dan rapuh, suaminya itu benar benar tidak meng ingin kan nya,,
''ada apa,, sudah aku di rumah sekarang istirahat lah jangan ke mana mana, lagi untung saja, tidi ada yang nolong jika tidak ada bagai mana, ucap arya lembut sangat lembut, membuat perasa'an arin hancur dalam tunduk nya,,
''non arin tidak apa apa, tanya bik sumi karna bik sumi juga mendengar arya bicara di telepon,,
''aku tidak ap apa bik aku baik baik saja,, ucap arin pelan,,
''setelah masakan arin selesai dan waktu juga sudah menujuk kan sa'atnya makan malam,
''mas makan malam sudah siap ucap arin pelan,, tanpa menjawab istrinya arya bergegas ke meja makan, arin arya menikmati makan malam nya dengan tenang tidak ada yang bersuara dari keduanya. hingga acara makan malam itu selesai,, arya menyabar gelas berisi air putih dan menegak nya hingga tandas,, arin pun sama bedanya arin meminum air nya perlahan,
''satu tahun... ucap arin tiba tiba arya melirik sekilas wajah istrinya yang tertunduk,,
''bicara yang jelas maksudmu apa, ucap arya ketus
''mari bercerai setelah satu tahun, banyak orang tidak berhasil dengan pernikahan berlatar belakang perjodohan,, jadi tidak perlu babyak membuat alasan kepada orang tua kita,, ucap arin datar sambil tertunduk melihat piring kosong di hadapan nya,,
''arya kaget mendengar ucapan istrinya rupanya bukan hanya dia yang terpaksa dengan pernikahan ini,, ucapan istrinya ini seperti angin segar untuk hubungan arya dan renata,,
''baik lah satu tahun jika itu kemauan mu,, ucap arya lalu beranjak dari duduk nya lanjut menonton siaran bola faforit nya,,
''percayalah hati arin tak sekuat kelihatan nya, pernikahan yang ingin dia bangun atas dasar ibadah jadi runtuh setelah mendengar suaminya memanggil sayang wanita lain,, berusaha tegar dengan keputusan yang sudah arin pikirkan dengan matang, meski.hatinya juga rapuh,,
''arin segera menaiki tangga berjalan menuju kamar nya,, merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur perlahan arin terlelap dalam tidurnya,, sedang arya baru mensiki tangga berjalan menuju kamarnya namun sejenak arya berhenti tepat di depan pintu kamar arin,, lalu kembsli menuju kamar nya
''pagi menjelang,, terdengar alaram yang berbunyi nyaring berasal dari pioncel arin waktu sudah menijuk kan jam lima pagi arin bregegas bangun dari tidurnya, berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri lalu mengambil air wudu,, setelah selesai solat arin keluar dari kamarnya, menurunu tangga menuju dapur,,
__ADS_1
selamat pagi non arin, sapa bik sumi ramah,,
''pagi juga bik,, balas arin juga ramah,, pegi ini kita masak apa bik, tanya arin
''kita masak nasi goreng saja non, ini masih ada sayur sama telor persedia'an yang lain sudah habis ucap bik sumi,, arin tersenyum
''biar saya saja yang masak, ucap arin bibik bisa catat apa aja yang habis seperti biasa nya nanti kita bisa belanja ucap arin lagi,,
''baik lah non, ini sepertinya banyak belanja'an kita yang sudah habis, ucap bik sumi lagi ,
''tidak apa apa bik catat saja apa yang habis,, ucap arin sambil menumis bumbu,,
''non,, ini hari minggu biasanya den arya bangun nya agak siang,, ucap bik sumi,,
''kalau begitukita berdua saja yang makan bik,, nanti jika mas arya bangun bisa kita buatkan roti bakar saja, ucap arin sambil menuang nasi di mangkok besar,, tanpa arin sadari ternyata arya sudah bangun dan sudah rapi seperti hendak pergi,, arin sedikit kaget melihat arya sudah duduk di meja makan,, arin mengabil piring lalu menyendok kan nasi goreng ke piring arya,
arya makan dengan tenang tanpa bersuara, setelah selesai makan arya meletak kan dendok nya perlahan,
''bukan karna siapa siapa untuk apa kita mpertahan kan pernikahan ini jika salah satu di antara kita mencintai orang lain, ucapa arin membuat arya sedikit kaget, dari mana dia tau jika arya mencintai orang lain,, apa arin tau jikarya punya kekasih,,
''non ini daftar belanja'an nya ucap bik sumi meletak kan daftar belanja'an nya pada arin di atas meja,,
''iya bik agak siang saja kita belanja ucap arin sambil beranjak dari duduk nya, dan tidak memperdulikan arya yang masih bingung,,
arya segera melajikan mobil nya menuju apartemen renata,, hanya hari ini arya bisa menemani kekasihnya setelah hari harinya di sibuk kan dengan bekerja,,
''terdengar pintu apartemen renata terbuka menampilkan pria tampan sambil mengembangkan senyum nya, siapa lagi kalau bukan arya,,
''ar kamu sudah datang,, ucap renata yang sepertinya baru saja bangun dari tidurnya.
__ADS_1
''ar hari ini aku merasa lebih segar, dan sehat ucap renata,, bagaimana jika kita pergi jalan jalan ucap renata lagi,,
''apa kamu yakin ucap arya sedikit kuatir,,
''kan ada kamu yang menjaga ku,, arya tersenyum,
''pergilsh bersiap aku akan buatkan sarapan untuk mu,, arya bergegas menuju dapur menyiap lan sarapan untuk kekasih nya renata,, omlet dengan sedikit sayur dan juga saos sambal lalu ada juga roti bakar dan juga susu,, setelah selesai dengan masakan nya rupanya renata juga sudah selesai bersiap,, lalu keduanya duduk di meja makan,,
''kamu sudah makan ar'' tanya renata sambil memasuk kan potongan roti kedalam mulut nya,,
''sudah jawab arya singkat.
''bagaimana dengan kabar istrimu tanya renata tiba tiba,,
''kenapa kamu pertanyakan itu arya sedikit kaget, dengan pertanya'an renata,,
''tidak apa apa, aku penasaran apa dia cantik,, tanya renata,
''cantik sekalipun aku tidak perduli,, ucap arya cuek,,
''jangan bicara seperti itu ar' kamu tidak tau kedepan nya, ucap retana lagi,
''kedepan nya seperti apa, sedang dia tadi malam meminta cerai setelah satu tahun pernikahan kami,, ucap arya lagi,,
''kenapa seperti itu tanya renata,,
''aku tidak tau tapi bagus lah nanti aku akan perjuang kan mu setelah aku bercerai dengan wanita itu,, ucap arya retnata hanya tersenyum, dirinya hanya menyusahkan arya dengan sakit nya,,
''ar'' terimakasih kamu mau memperjuangkan ku,, dengan keada'an ku yang seperti ini ucap renata
__ADS_1
'''bersambung