Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
menohok


__ADS_3

Arya tampak bermalas malasan tak lekas bangun dari ranjang empuk nya,, poncel arya tampak bergetar berbunyi nyaring


''📲


''Halo mah..! suara serak arya menandakan bahwa arya baru bangun dari tidur nya,,


''Ar hari ini kamu gak kemana mana kan, kalian bisa gak ke rumah mama setelah ini, widya berkata dalam sambungan,


''Hem.. bentar arya belum bersiap,, jawab arya


''Ya sudah mama tutup telpon nya, kamu segera lah bersiap,


Arya tampak malas berjalan menuju kamar mandi..


''Sedang arin sedari pagi sudah berkebun di samping rumah bersama bik sumi, banyak sekali tanaman untuk bahan dapur menmanfa'at kan sedikit lahan yang kosong, arin tak perduli jika tangan dan kakinya bahkan gamis yang ia kenakan kotor terkena lumpur, bagi arin kepuasan tersendiri jika dapat memanen hasil berkebun nya,


''Rin mama menyuruh kita kerumah nya sekarang bersiap lah, arya berkata pelan,


''Arin sekilas melirik ke arah arya. yang tampak nya sudah rapi.


''Apa anda ingin sarapan terlebih dulu sembari menunggu ku bersiap jika iya, akan aku siap kan ucap arin lembut tak ketus seperti biasa nya,


''Boleh, jika kamu tak keberatan,


''Tunggulah di meja makan aku akan mencuci tangan dulu, arin berjalan menuju dapur membersihkan tangan nya dan membuat sarapan untuk arya,


''Setelah itu arin lanjut ke atas menuju kamarnya dan bersiap, setelah hampir empat puluh menit arin turun kembali dan tampak sudah rapi,


''Aku sudah siap, ucap arin pelan, arya bangun dari duduk nya dan berjalan menuju mobil di ikuti arin di belakang nya,


''Bik sumi arin pergi dulu, pamit arin sembari melambaikan tangan nya ke arah bik sumi, yang sedangh memberes kan alat berkebun tadi,


''Kita singgah ke toko kue, di depan sana aku ingin belikan kue kesuka'an papa, arya melirik istrinya sekilas dan mengaguk, tampak toko kue namun letak nya berada di sebrang jalan,


''Berhenti di sini saja biar aku yang nyebrang, ucap arin pelan, lalu turun dari mobil arya,


''Hati hati jalanan ramai, ucap arya menurun kan kaca mobil nya,, arin tampak mengaguk dan tersenyum tipis,

__ADS_1


''Arya tampak tertegun melihat senyum tipis di bibir istrinya


''Cantik batin arya, hampir tiga puluh menit arya menugu di mobil arya melihat kembali toko kue yang berada di sebrang jalan tampak arin keluar dari toko sambil membawa yang ia beli,


''tampak jalanan lenggang arin hendak menyebrang tiba tiba ada seseorang menanyakan sesuatu pada arin,,! arin menghentikan langkah kakinya dari kejauhan tampak motor melaju cukup kencang filing arya sudah tidak enak, segera arya turun dari mobil nya berlari sekencang mungkin menyambar tubuh arin,,


''Awaaasss...Auw..! ringis arya kala setir motor itu mengenai punggung nya, tampak motor yang menyerempet arya sedikit oleng tapi tak sampai jatuh


'Arin kaget dengan kejadian yang tiba tiba sa'at arin sedang asik berbicara dengan orang itu,


''Anda tidak apa apa, tanya arin panik arya masih meringis memegangi punggung nya sedang tangan satunya masih memeluk pinggang arin,


''Aku tidak apa apa lain kali perhatikan jalan jika ingin berhenti perhatikan dimana kamu berdiri. pastikan kamu tidak sedang berdiri di jalan, ucap arya sambil menahan rasa sakit di punggung nya.


''Ma'af,, cicit arin pelan,


''sebaik nya anda duduk di sini saja biar saya yang bawa mobil nya, arin memapah arya menuju kursi di samping kemudi, berganti arin yang melajukan mobil arya,,


''Apa rasa nya sakit sekali, tanya arin pelan, arin tampak kuatir dan tak enak hati,,


''Fokus saja dengan kemudi nya aku tidak apa apa, sepanjang perjalanan, arin diam sesekali milirik ke arah arya, sampai mobil sudah sampai di rumah mertuanya. arin membantu arya turun dari mobil


'' tidak apa apa biarkan saya membantu anda, arya melihat arin sekilas dan mengaguk,


''Ar ada apa. tanya papa bagus sambil mengerut kan kening nya,


''Mas arya di srempet motor, pah jawab arin pelan,


''Kok bisa, wibya yang tampak panik menghampiri putra nya.


''Rin langsung saja bawa arya kekamar, ucap wibya


''Iya mah sekalian mintak mbok atun membawakan es batu dan handuk arin akan mengompers punggung mas arya, arin berkata sebelum membawa arya naik ke atas menuju kamarnya,


'' Berbaring lah dulu aku akan melihat luka di punggung anda, ucap arin pelan, hijab arin yang panjang menjuntai, terselip di pungung arya sa'at arya membaring lan tubuh nya,,


''Auw..! arin yang hendak pergi tertarik kembali oleh hijab nya alhasil arin terjatuh menimpa arya,

__ADS_1


"Dada arin berdetak cepat, begitupun dengan arya, ini kali ketiga mereka dalam keada'an seperti ini, namun kali ini lebih insten, mata bertemu mata, jantung keduanya seolah menyatu berdetak bersama'an,


''Ma'af aku tidak sengaja. arin menarik hijab nya dari balik punggung arya,, widya yang berdiri di ambang pintu tersenyum tipis tidak ingin menggang momen langka putra dan menantunya.


''Jika di lihat bagaimana wajah arin yang tampak merah dan gugup jelas sekali keduanya tidak pernah bersentuhan fisik,


''Bukalah bajumu ucap arin pelan, arya membuka bajunya menampak kan dadanya yang bidang dan berotot,


'Arin memalingkan pandangan nya, ini kali pertama arin melihat dada bidang seorang pria dari jarak dekat,


''Berbalik lah, ucap arin masih memandang ke arah lain, arya segera berbslik tidur tengkurep tampak punggung arya sedikit memar dan mulai membiru,


''Auw.. ringis arya kala arin menekan lukanya menggunakan es batu yang di bungkus handuk,,


''Apa sangat sakit aku akan berhati hati, arya memikmati sentuhan handuk yang berisi es batu.


''Sekali lagi terima kasih, dan ma'af karna aku anda jadi seperti ini,


''Tidak perlu minta ma'af dan terima kasih sudah sewajarnya arya menjaga keselamatan mu, ucap widya menyela,


''Ini hanya memar sedikit, setelah ini olesi dengan salep untuk mengurangi rasa sakit nya. widya berkata sembari meletak kan salep di meja nakas.


''Yang penting kamu tidak apa apa, jika kamu yang terluka siapa yang akan mengompres mu, jika kamu belum mengijinkan arya, ucap widya lalu pergi meninggal kan arin dan arya,,


''Benar kata mama jika kamu yang terluka siapa yang akan merawatmu, sambung arya,,


''Bukan nya saya tidak menginjin kan anda untuk memiliki tubuh ini seutuh nya, saya sadar dan faham tubuh ini adalah hak anda sepenuh nya, tapi untuk apa anda memiliki tubuh ini jika di hati anda masih di penuhi nama wanita lain. jadi biarkan saya menutup tubuh ini sampai hari perpisahan kita tiba, setidak nya tidak ada bekas noda di tubuh ini.


''Deg...!


''arya tersentil ucapan istrinya yang menohok, niat hati hanya ingin mencairkan suasana canggung, kini malah dirinya yang tak berani menatap istrinya,,


''Kenakan baju anda saya akan kebawah meletak kan baskom ini, arin keluar dari kamar arya, sa'at akan menuruni tangga mbok atun menghampiri arin,,


''Non arin sini biar mbak atun yang membawanya kebawah, mbok atun mengambil baskom dari tangan arin,


''Terimakasih ya mbok. ucap arin pelan,,

__ADS_1


''Bersambung,,


__ADS_2