
''Renata tampak sangat marah dan kecewa, dia membanting membuang semua barang yang ada di depan matanya, bahkan mejarias nya pun sudah tak bersisa satu barang pun, jelas amarah menyelimuti dirinya,
''Renata menatap durinya di pantulan cermin, mata sembab hidung merah pipi nya juga tampak menghitam akibat lelehan maskara yang terkena air mata nya,
''Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia di atas penderita'an ku. Arya jhovanka jika aku tidak bisa memiliki mu maka tidak ada wanita lain yang bisa memiliki mu, teriak renata sambil melihat dirinya di pantulan cermin dengan amarah yang memuncak,
''Pelayan yang arya pekerjakan di apartemen nya tampak ketakutan perlahan pelayan itu menghubungi arya, melaporkan prihal renata yang mengamuk tak terkendali,
''Sedang arya berusaha, tetap cuek, meski hatinya tak tega, jika arya mendatangi apartemen nya, yang jelas renata mengira arya masih ingin berhubungan dengan nya,
''Perlahan suara gaduh di dalam kamar renata tampak sepi tinggal suara isak tangis renata yang terdengar sangat memilukan,
''Apa aku masuk saja ya, gimana ke ada'an nona renata di dalam, pelayan iyu tampak kuatir dan takut bersama'an,
''Sedang arya melajukan mobil nya menuju kediaman nya di perjalanan arya tampak banyak melamun,
''Ma'af kan aku re, ini yang terbaik buat kita, sikian tahun kita bersama, aku tidak bisa mendapat kan restu kedua orang tuaku, aku memang mencintaimu, seiring berjalan nya waktu hadirnya arin dalam hidup ku membuat aku membandingkan mu dengan arin, kalian berdua sangat jauh berbeda, ucap arya dalam lamuman nya,,
'Tak terasa mobil arya sudah sampai di depan rumah nya, arya tak lantas turun, arya menyandarkan tubuh nya di kursi memejamkan matanya sebentar,
''Menikmati rasa yang sedikit lega di hatinya, arya sudah memutus hubungan nya dengan renata kini arya akan memperjuang kan pernikan han nya dengan arin,
''aroma masakan menusuk hidung arya, begitu ia melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah,
''Den arya, panggil bik sumi membuat arya dan arin menoleh dan saling bertatapan,
''Makan malam sebentar lagi sudah siap seru bok sumo sambil menyajikan hidangan di atas meja,
''Arya bersih bersih dulu bik, sebentar lagi arya turun, ucap arya menerus kan langkah kakinya menaiki tangga,
''Non arin sebaik nya juga bersih bersih, ini biar bibik yang lanjut kan, ucap bik sumi pada arin,
''Apa.. tidak apa apa bik, ucap arin tak enak hati,,
''bik sumi menggeleng,
''Naik lah non, tidak usah merasa tak enak hati, ini memang sudah tugas bik sumi, ucap bik sumi lembut,,
''Arin naik dulu ya bik. pamin arin melangkah kan kakinya meninggal kan dapur, sa'at arin hendak menaiki tangga, tampa widya tersenyum ke arah arin,
''Mama' sapa arin menghampiri mama mertuanya,
''Rin, dimana arya, mama kuatir tadi makanya mama kesini, ucap widya..
''Mas arya di atas ma, arin baru selesai masak. ini baru mau bersih bersih.. ucap arin lagi,,
''Ya sudah kamu naik besih bersih dulu, mama tunggu saja di bawah ucap widya,
''Arin melanjut kan langkah nya menuju atas, sesampainya di atas dengan sedikit ragu arin mengetuk pintu kamar arya.
''Tok..tok..
__ADS_1
''Arya yang baru keluar dari kamar mandi, langsung membuka pintu kamar nya,,
''orang tua anda ada di bawah ucap arin sambil mengalih kan pandangan nya menatap cendela besar di samping tangga,,
''Ya sebentar aku pakai baju dulu, ucap arya pelan, arya menatap arin heran, arya tau istri nya melihat kearah cendela karna tidak ingin melat nya yang hanya mengenakan habdu sebatas pinggang,
''Bukan hanya menjaga ahlak nya, tutur katanya sopan santun nya. menjaga tubuh nya. bahkan pandangan nya pun dia menjaganya, arya menghele nafas nya kasar,
''Betapa beruntungnya arya memiliki arin,
''Tak ada sesuatu setelah keimanan yang bisa di ambil manfa'at nya, oleh seseorang yang lebih baik, dari pada wanita berahlak mulia,,?
''Arya terdiam yakin dan sekin yakin nya..! arin lah wanita terbaik yang Allah persiap kan untuk dirinya,
''Setelah selesai mengenakan pakaian nya, arya segera turun menemui orang tuanya,
''Ma' pa' sapa arya, sesa'at sampai di bawah..
''Ar..? bagai mana punggung mu apa masih sakit, ini mama bawakan salep nya, tadi ketinggalan, widya berkata sambil menepuk sofa kosong di samping nya,
''Kamu baru mandi kan, sini mama yang olesin salep nanti malam mau tidur mintalah istrimu yang olesin salep nya,,
''Tak berapa lama arin turun wajah nya lebih segar setelah selesai mandi,,
'Makan malam sudah siap ma' pa' kita makan dulu, mas arya, ucap arin pelan,,
''Arya' dan arin, menikmati makan malam nya nikmat bersama kedua orang tua arya mertua arin tentunya,, di tengah menik mati makan malam itu, tiba tiba terdengar pintu pagar rumah arya, di pukul dengan dangat kencang, di iringi teriakan seorang wanita,,
"Aryaaaa...!
''Keluaaarr..!
''Siapa sih, triak triak, ganggu orang. saja grutu widya, yang bangun dari duduk nya,,
''Biar arya saja ma, ucap arya mencegah mama nya bangun, arya sudah tau itu suara renata,,
arya menghentikan makan malam nya berjalan keluar melihat siapa yang berteriak di depan
''Tidak kah kamu bisa tenang re' kenapa membuat keributan di rumah ku,, ucap arya santai dengan memasuk kan kedua tangan nya di saku celana,,
''Tenang katamu, buka pintunya. kita harus bicara, ucap renata dengan amarah nya,,
''Securiti di rumah arya tampak bingung ingin membuka gerbang nya atau tidak mengingat tidak ada perintah, dari majikan nya,,
''Buka pintunya pak, perintah bagus pada securiti,
''Renata tanpak tersenyum licik melihat papa nya arya,,
''Bagus lah om ada di sini, di mana istri nya om, wanita pelakor itu, ucap renata enteng,,
''Jaga mulut mu renata, dia mama ku, sentak arya pada renata,,
__ADS_1
''Aku tau dia mama mu, tapi kamu tidak tau wanita ini bisa menikah dengan papa mu itu karna dia metebut kekasih mama ku,
''Terus apa lagi, tanya bagus pada renata,
''Beruntung putra ku tidak menikah dengan mu, wanita... ucapan bagus menggantung kala renata menyelanya cepat,
''Aku wanita seperti apa, aku dan mama ku hanya berjuang mendapat kan cinta ku apa aku dan mama ku salah.
''Ini wanita ini yang telah merebut cinta mama ku, sekarang dia mengajari wanita itu yang dia banggakan sebagai menantu, merebut arya dari ku, ucap renata sinis.
''Istriku tidak pernah merebut ku dari mama mu, begitu juga menantuku dia tidak pernah merebut arya darimu,
''Jika aku tidak menikah dengan mama mu itu artinya kami tidak berjodoh, dan juga dirimu dengan putra ku,
''Mama ku bunuh diri itu karna dia memendan cintanya padamu, apa kalian tau itu, kalian tidak pernah bersimpati pada mamaku. renata berkata dengan penuh amarah tampak dari sorot matanya yang tajam,,
''Hanya orang bodoh, bunuh diri karna cinta. sama hal nya anda sedang mendaki gunung jika tidak bisa sampai ke puncak nya apa anda akan bunuh diri, dengan lompat dari tebing, tidak kan, sela arin cepat
''Apa anda tidak pernah bersukur di lahirkan di dunia ini, terlepas seperti apa wanita yang telah melahir kan anda, perbuatan bunuh di sangat di benci oleh Allah, bersukur lah anda masih bernafas terlepas dari pernyakit anda, berterimakasih lah karna suamiku juga masih menanggung biayaya pengobatan anda, dan juga hidup anda,
''Jika anda meng inginkan suamiku silah kan ambillah. saya tidak perduli, tapi ingat satuhal suamiku bukan barang yang bisa di ambil se enak nya dan kapan saja, dia punya hati punya perasa'an, lanjut arin
''Pergilah re' pulanglah, aku memang mencintaimu, tapi sikap mu kelakuan mu perlahan mengikis rasa cintaku, ucap arya pelan,,
''Jadi kamu benar benar mimilih wanita ini, ar' tanya renata yang mulai meneteskan air matanya,,
''Aku tidak memilih nya, antara kamu dan istriku, aku lebih memilih kedua orang tuaku. aku juga tidak terima kamu mempermalukan kedua orang tuaku, jadi apa pun pilihan kedua orang tuaku itu yang terbaik untuk ku, tegas arya,
''Jadi wanita ini lebih baik dariku, dan aku tampak buruk di matamu seperti itukah,
''Tanyakan pada dirimu sendiri, kamu yang banyak bersitegang dengan nya, bading kan caranya menghadapi mu dan caramu menghadapinya, kamu pasti tau,
Renata terlihat kaget,,
''semua sifat mu sudah kupahami emosimu yang suka meledak ledak, seperti sekarang ini, sudah biasa bagiku menghadapi mu, tapi sekarang ma'af aku sudah tidak bisa lagi,
''Renata melebarkan matanya, lagi dan lagi arya benar benar ingin berpisah darinya,,
''semenjak arin hadir di hidup ku, aku jadi membandingkan kalian berdua. ma'af ucap arya.
''Arin mengernyit kan kening nya, mendengar ucapan suaminya
''Seperti yang kubilang tadi, pilihan orang tuaku itu yang terbaik untuk ku,, lanjut arya ,
Renata menatap arya tak percaya, arya mengatakan semua nya di depan istri dan kedua orang tuanya, renata memundurkan langkah kakinya dengan perasa'an marah dan juga malu, renata pergieninggal kan kediaman arya.
''Geng terimakasih masih setia di cerita receh author,
love you all..
bersambung
__ADS_1