
Setelah selesai membantu ibunya, menyeka badan, arin.lanjut menyuapi ibunya sarapan, lalu memimpin obat nya, dengan telaten Arin merawat ibunya.
''Bu setelah ini ayah datang, arin lanjut pulang mau bersih bersih dulu di rumah,, siang nanti arin datang lagi. Ibu ada sesuatu yang ingin di makan, biar arin masak kan, mungkin Ibu bosan dengan masakan rumah sakit, ucap arin lembut,,
''Tidak usah repot repot, rin Kamu pasti capek bolak balik rumah sakit, mana kamu tidur malam hanya di sofa sempit dan harus berbagi dengan suamimu, tolak Ibu ida pelan,
''Tidak apa apa bu, tidak usah di pikirkan yang penting Ibu cepat sehat, ucap arin pelan, tak berapa lama pintu terbuka tampak arya dengan kantong makanan di tangan nya,
''Tampak pak ali dan tari di belakang arya,,
''Sayang sarapan dulu,, setelah ini, aku anterin kamu pulang, ucap arya seraya membuka kantong makanan yang ia bawa,
''Ayah, dokter tari mari sarapan bersama, ucap arya seraya menyerah kan kotak makanan ke ayah mertua nya dan kakak ipar nya,
''Ayah, mbak tari, makan lah selagi masih hangat, ucap arin lalu duduk di samping suaminya,
''Ibu, sudah sarapan tanya pak ali menatap istrinya, yang masih terbaring lemah,
''Makan lah yah, ibu sudah makan di suapin arin tadi,, jawab bu ida pelan,
''Bu ida tampak mengembang kan senyum nya, melihat anak suami dan menantunya sarapan bersama , tampak akrab, hati kecil nya menghangat seraya berdoa dalam hati,
''Ya Allah. berikan kesehatan pada hamba, karna hamba Ingin menebus kasih sayang hamba pada putri hamba arin, berikan hamba kesempatan itu ya Allah, tampak bu ida menitiskan air matanya,
''Setelah sarapan bersama, arin pamit pulang, sedang arya juga langsung ke kantor.
''Mas, aku ingin belanja dulu anterin aku ke pusat perbelanja'an, ucap arin pelan,,
''Nanti pulang nya sama siapa rin, tanya arya,
'' Biasa mbak hana, jawab arin lembut.
''Ya sudah, nanti kalau ada apa apa cepat hubungi aku, hati hati ucap arya, menurunkan istrinya di depan pintu masuk supermarket,
''Arin menyalami tangan suaminya lalu bergegas turun. dan masuk kedalam supermarket,, arin mengambil satu troli untuk membantunya membawa barang belanja'an nya,,
''Arin mengambil bahan dapur, ayam ikan daging karna semuanya sudah habis. dan beberapa bumbu dapur lain nya, dan tak lupa buah buahan,
''Mbak semua Delapan ratus ribu, ucap kasir itu ramah,
''Banyak sekali, gumam wanita itu.
''Mbak boleh tidak saya kurangi belanja'an saya, ma'af saya masih harus berhemat karna saya belum mendapat kan pekerja'an, ucap wanita itu pelan sembari menahan malu.
''Iya tidak apa apa mbak boleh, jawab kasir itu, wanita itu tampak mengembalikan belanja'an nya, yang tidak begitu penting ia mbeli yang penting penting saja,
__ADS_1
''Biar saya yang bayar belanja'an, mbak ini, ucap arin lembut,,
''Kamu, ucap renata pelan wajah nya sedikit ia tunduk kan menyembunyikan rasa malu nya,
''Tidak usah biarkan saja,, tolak Renata,
''Jangan menolak, rizki yang datang, tidak baik nanti Allah marah, ucap arin pelan,
''Tapi, ucapan renata mengantung,,
''Tidak ada tapi tapi'an, dan saya tidak menerima penolakan,, ucap arin cepat menyala ucapan renata.
''Setelah membayar belanja'an renata, kini belanja'an arin, rupanya renata menunggu arin di pintu masuk,
''Sa'at arin melangkah kan kakinya keluar melewati pintu kaca yang terbuka sendiri sa'at ada orang keluar masuk melewatinya, arin di.kaget kan dengan seseorang yang mencekal tangan nya.
''Ada apa, tanya arin pelan sa'at renata. mencekal tangan arin,
''Apa boleh aku bicara dengan mu, ucap renata pelan, tampak arin tersenyum dan mengaguk,
''Kita cari tempat ikut lah dengan ku, ucap arin pelan,
''Renata tampak mengguk, lalu mengikuti langkah arin menaiki taksi,
''Sedang arin tampak sedikit heran, renata tampak lebih tenang tidak seperti biasanya.
''Mobil hana berhenti di sebuah cafe atas arahan arin,,
''Mbak hana, pesan lah makanan dan minuman biar tidak bosan menunggu arin, ucap arin ramah,
''Arin duduk di pojok, sengaja mencari tempat yang tidak di melewati banyak mengunjung,,
''Mau pesan mbak, tanya pelayan Kafe tersebut,
''Aku pesan minuman saja, masih Kenyan ucap arin, sedang renata juga sama hanya memesan minuman,
''Arin diam, membiarkan renata memulai pembicara'an nya,
''Rin ajari aku menjadi seperti mu. ucap renata tiba tiba,,
''Maksud nya. tanya arin tidak mengerti,,
''Ajari aku menjadi seperti mu. ucap renata mengulang ucapan nya,,
''Ajari bagai mana, kamu ingin menjadi seperti ku. tanya arin lagi masih tidak mengerti dengan maksud renata,
__ADS_1
''Aku Ingin berpakaian seperti mu, bertutur kata layar nya dirimu, ucap renata,
''Itu ke inginan dari mana untuk apa. berhijrah harus dari hati,, semata mata karna Allah, bukan karna seseorang, agar tampak baik di depan orang tersebut. ucap arin Seperti bisa menebak, maksud renata,
''Aku takut jika hijrah mu hanya merubah penampilan mu saja, semata mata hanya ingin seseorang memandang mu baik dan bersimpati,, lanjut arin,
''Apa aku salah, merubah penampilan ku untuk orang yang aku cintai. ucap renata ahirnya semata tidak langsung is ingin menarik sampai arya,
''Aku yakin suamiku tidak akan, bahagia melihat mu merubah penampilan semata mata untuk menarik sepatinya,, Tegas arin
''Lalu kenapa dia bisa berpaling dariku dengan melihat penampilan mu, ucap renata lagi.
''Kamu salah suamiku, tidak melihat penampilan ku, justru penampilan ku bagi sebagian orang tampak aneh, suamiku mencintaiku karna tuhan nya, semata mata karna takut padanya, dan bukan karna penampilan ku, jelas arin,
''Dan lagi, berhijab bukan hanya menutup kepala, tapi juga harus memperbaiki ahlak, tutur kata,, sholat kita, jika semua sudah benar baru bisa memakainya,, lanjut arin,
''Tapi aku yakin ingin berubah, ucap renata lagi,,
''Arin tersenyum,
''Aku sangat bahagia jika anda ingin berubah, ingat satu hal jangan berubah karna manusia, anda akan sangat kecewa jika dia tak menghargai anda, berubahlah karna Allah yakin karna sudah mendapat taufik dan hidayah nya. ucap arin lagi,
''Jika suatu sa'at arya kembali lagi pada ku, bagai mana ucap renata,,
''Itu tanda nya bukan jodoh ku,, karna aku yakin Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untuk ku, jika itu bukan suamiku aku iklas,, jawab arin sambil tersenyum tidak ada gurat marah atau sedih di wajah nya,
''Renata terdiam, wanita di depan nya ini sungguh anggun dan elegance,, apakah renata mampu menjadi seperti wanita di depan nya itu, renata tampak berfikir,
''Sepertinya aku pergi dulu, ada sesuatu yang harus ku urus, ma'af sudah menggagu waktumu, ucap renata lalu pergi. tanpa menunggu jawaban Arin,,
''Arin menghela nafas nya pelan, hari ini ia bahagia melihat renata bisa bersikap tenang seperti itu,
''is memandang renata dengan tersenyum, yang sedang menurunkan belanja'an nya, dari taksi hana,
''Arin memanggil pelayan, untuk membayar Semua pesanan nya,
''Berapa Semua mbak, tanya arin ramah, pelayan itu berikan secarik kertas di atas nampan kecil
''Lalu arin mengeluarkan beberapa lembar uang, dan meletak kan nya di atas nampan kecil itu,,
''Kembalinya ambil saja mbak, ucap arin ramah,,
''Terimakasih nona,, ucap pelayan itu sopan
''Terimakasih gengss love you all
__ADS_1
bersbung