
mama widya sedah terlelap dam tidurnya, sedang arya duduk memikirkan semua ucapan istri dan mamanya, yang berseliweran di fikiran nya,
''bagai mana dengan renata jika aku melanjutkan pernikahan,, aku juga tidak mungkin meninggal kan keluarga ku demi renata,, arya relihat gusar debgan pikiran nya sendiri di liriknya, arin yang duduk menyandar di sofa, matanya terpejam, tangan nya Seperti menggegam sesuatu,, bibirnya tampak seperti sedang mbaca sesuatu namun sangan perlahan nyaris seperti tidak bergerak, karna arin sedang berzhikir''
''malam semakin larut,, arin terlelap dalam zhikir nya, sedang arya memang tidak bisa tidur, hingga pagi menjelang,, wrn terbangun melihat jam di poncelnya, sudah menujuk kan empat tiga puluh pagi,, arjn segeramembangun kan mertuanya,, untuk menunaikan ibadah sholat subuh, arin dan mertuanya pergi meninggal kan arya yang baru saja terlelap menjelang subuh tadi,,
''rin boleh kah mama minta di ajari cara mengenakan hijap, ucwp mama widya pelan,
''masa alloh ma' tentu dengan senang hati arin akan mbantu mama ucap arin lembut
''terima kasih nak, kamu memang anak yang baik, seandainya arya dapat melihat betapa istimewa istri yang mama pilih kan aku ini, dia pasti akan berterima kasih sama mama,, ucap mama widya lagi,,
''sudah ma ayok kita lihat papa siapa tau papa sudah sadar,, ucsp arin lagi
'iya kamu benar nak,, arin dan mertuanya kembali ke ruang rawat papa nya arya, yang masih terbaring belum sadarkan diri,,
''tak berapa lama perawat datang membawa sarapan untuk pasien,,
''bagaimana keada'an suami saya sus. tanya mama widya,,
'pak bagus sudah tidak apa apa buk tadi malam hanya shok saja jangan mbebankan pikiran nya, dengan sesuatu yang bisa memicu jantung nya, sebentar lagi juga sadar nanti kalau sudah bangun suapin makanan nya ya buk, dan minumkan obatnya ucap suster itu, menjelas kan
''baik sus terima kasih ucap arin lembut,
''sama sama kalau begitu saya pamit dulu,, nanti lebih detail nya tanya dokter yang menangani pak bagus ya buk, ucap suster itu lagi ,
''alhamdulilah,, ucap ma widya langsung mengucap sukur,,
''mah.. ucap papa bagus lemah,,
''papa sudah sadar ucap mama widya sambil tersenyum..
''papa bagus melihat putranya yang masih terlelap, di sofa papa bagus menghela nafasnya kasar,,
''gidak usah berfikir macam macam pah, ucap arin yang seakan mengerti isi pikiran papa mertuanya,, percaya sama alloh, pa'
setiap masalah pasti ada hikmah dan jalan keluarnya,, ucap arin lembut,,
''hanya orang. bodoh yang menyia nyiakan kamu nak,, ucap papa bagus lagi,, mwta arya memang terpejam tapi telinganya dapat mendengar semua dengan baik, semenjak kedatangan perawat tadi, seakan malu untuk bangun dan menghadapi papanya,, arya hanya bisa pura pura masih tidur,,
''arin dengan telaten menyuapi dan merawat papa mertuanya,, sesekali mengelap bibir papa bagus dengan tisu,,
''kenapa kamu tidak bilang jika kamu tidak bahagia nak, papa sangat merasa bersalah karna papa yang memaksamu menikah dengan putra papa,, ucap papa bagus pelan,
''sudah arin bilang pa jangan bergikir macam macam, serahkan semua sama alloh,
karna alloh tau mana yang terbaik buat kita,, ucap arin lembut,,
__ADS_1
''arya tertegun melihat arin merawat papanya, dengan penuh kelembutan,,
''pah panggil arya pelan laku duduk di tepi ranjang papa nya,
''papa ingin sekali menampar mu ar,, berani sekali kamu mengaku di depan istrimu kalu kamu punya kekasih, jika kamu masih berhubungan dengan wanita kamu bisa pergi dari rumah dan perusaha'an, ar, ucap papa bagus,,
arya tidak bisa menjawab dan hanya bisa menunduk lesu,,
melihat situasi yang sedikit tegang arin pamit ingin mencari sarapan,,
''arin keluar dulu, ingin cari sarapan , ma' pamit arin pelan,,
''pergilah nak, ucap mama widya dan papa bagus bersama'an,,
''arin keluar untuk menuju ke cafe depan rumah sakit tepat di lobi arin melihat renata yang baru turun dari taksi sambil memegang kepalanya,, wajah nya terlihat sangat pucat,,
''mbak tidak apa apa, tanya arin lembut,, renata melihat siapa yang menyapa nya rupanya istrinya arya,,
''saya tidak apa apa saya bisa sendiri,, ucsp renata pelan nada bicaranya sedikit dingin,,
''saya tidak melihat anda sedang baik baik saja, mari.saya hantarkan anda,, arin memaksa memapah renata meski renata sedikit enggan, arya di buat tertegun kembali dengan sikap arin, kali ini dia menolang kekasih arya,,
''kenapa anda berada di rumah sakit sepagi ini,, tanya renata,,
''kebetulan papa mertua saya sedang di rawat ucap arin.
arin mbawa renata masuk kedalam ruang ptraktek tari,, karna waktu itu arin sempat tau renata adalah pasien tari,,
''rin'' kamu di sini, tanya tari heran melihat adik nya itu atang dengan kekasih suaminya.
''mertua arin sedang di rawat, mbak tadi arin ingin ke cafe depan kebetulan arin bertemu mbak ini, di lobi,, lalu arin mbawa nya kesini, terang arin,,
''oh.. begitu..?
''ya sudah mbak arin tinggal dulu, ucsp arin sambil keluar dari ruangan kakak nya,,
''wanita tadi adik dokter, tanya renata,,
''namanya arin, dia istri dari arya jhovanka pemilik jhovan group,, ucap tari seakan ingin mmeng ingat kan pasien nya kalau arya sudah punya isrti,,
"oh,, ucap renatana. sebenarnya mulutnya ingin sekali bilang kalau arya adalah kekasih nya dan mereka saling mencintai, rupanya arya mendengar obrolan pasien dan dokter itu,, arya meng urungkan niat nya yang ingin menemani renata cekup,,
"jadi dokter itu kakanya arin, kenapa aku tidak tau semoga dia tidak tau renata kekasih ku, arya menunggu renata keluar dari ruangan di mana dia biasa cekup,,
"tak berapa lama renata sudah selesai cekup" tampak renata jalan perlahan menysuri koridor rumsh sakit,,
"renata, panggil arya, senyum di bibir renata mengembang,
__ADS_1
"arya,, ucap renata, arya membawa renata ke lorong yang cukup sepi,
"re dengar aku, sebaik nya kita jangan bertemu dulu, papa ku sudah tau tentang kita
"maksudmu apa ar"
"aku akan mengirim orang untuk merawat mu di apartemen,
"ar"
untuk sementara, papaku juga sakit tolong mengertilah, renata sudah tidak bisa berkata lagi hanya derai air mata yang mbasahi pipinya.
''kita akan menangung pengobatanmu tapi tinggalkan putra ku ucap mama widya tiba tiba,,
''mama''
''aku kekasih nya arya dan kami saling mencintai,, ucap renata dengan entengnya
''bangnya kamu mengatakan bahwa kamu kekasih pria yang sudah ber istri,,
''sudah lima tahun kami menjalin hubungan, dan kami benar benar saling mencintai ucap renata menyela ucapan mama nya arya yang belum selesai bicara,,
''berapa lama nya hubungan kalian jika putraku sudah beristri tidak akan ada yang simpati dengan hubungan kalian,
karna sekuat apa pun usahamu mempertahankan hubungan mu dengan putra ku, hanya akan mempengaruhimu dengan cap kotor sebagai perebut suami orang gelar baru yang akan kamu dapat jika semua orang tau kalau kekasihmu sebenarnya sudah punya istri,, mata renata melotot seketika,,
''apa aku salah mempertahankan cintaku tante, dan apa tante tidak punya rasa simpatik terhadap ku aku sedang sakit tante,, ucap renata dengan berderai air mata,,
''suamiku juga sedang di rawat, apa kamu pikir kamu saja yang sakit, bahkan istri arya juga jauh lebih sakit,
''tante..!
"ar' kembalilah keruangan,,
papa mu dari tadi mencarimu,, ucap mama arya lalu pergi meninggalkan renata,,
''ar...!
''mengertilah re papa ku juga sedang sakit aku tidak bisa menanimu, aku akan menemuimu nanti,, ucap arya lalu pergi meninggal kan renata dengan air matanya,,
arya kembali ke ruangan papa nya,
''dari mana kamu ar' istrimu sudah membelikan mu sarapan makan lah dulu, ucap mama arya pura pura seperti tidak terjadi apa apa,,
''makan lah mas. ucap arin lembut
''terima kasih,, ucap arya
__ADS_1
bersambung