Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
kanvas putih


__ADS_3

kehamilan arin semakin berkembang dan calon bayinya sehat, tiada keluhan yang berarti. semakin hari arya semakin mencintai istrinya.


''Sedang di dalam kamar Vanesa tampak.beberapa kali memikirkan kan perkata'an arin waktu itu, mengingat beberapa kali vanesa hampir saja di lecehkan kan, beruntung ada orang baik yang menolong nya, Vanesa menatap dirinya di cermin. bukan pekata'an arin saja yang dia ingat, tapi perkata'an seseorang yang telah menolong nya juga,


''Berpakaian lah yang sopan nona, anda sendiri yang mengundang kejahatan pada diri anda. ucap pria itu,


''Maksud mu apa' tanya renata,


''Tutup lah aurat mu, selain karna perintah dan wajib bagi seorang muslimah, menutup aurat juga menghindarkan anda dari pandangan lapar lelaki buas seperti tadi, mereka seperti itu karna tergiur dengan lekuk tubuh anda. ucap pria itu sebelum meninggal kan Vanesa,


''Vanesa membuka lemari pakaian nya mencari baju yang panjang dan tidak ketat, celana kulot dan kemeja longgar, menjadi pilihan Vanesa hari ini,


''Apa aku harus menutup rambut ku juga, memakai kerudung gumam Vanesa, menatap penampilan nya di cermin,


''Ini saja dulu yang penting tidak terbuka dan tidak ketat, untung saja aku ada yang menolong waktu itu. jika tidak habis lah aku,


''Vanesa keluar dari kamar kost nya dengan perasa'an percaya diri yang tinggi, berjalan menyusuri jalanan pagi ini dan berangkat menuju tempat kerjanya,


'' Di dalam mobil sa'at sedang berhenti lampu merah arin mengembangkan senyum nya, ia melihat Vanesa yang sedang menyeberang jalan, melewati mobil arin dan arya,


''Bukankah itu gadis yang menginap di rumah kita, ucap arya,


''Iya sayang kamu benar. jawab arin,


''Bagus lah baju ketat kurang bahan sudah berganti dengan yang lebih sopan, ucap arya


''Semoga sa'at kita ketemu lagi nanti ia sudah mengenakan penutup kepala,, tambah arin,


''Pagi ini sebelum berangkat ke kantor arya menemani istrinya dulu, memeriksakan kandungan, di sebuah rumah sakit yang biasa di datangi arin,


''Sayang aku pengen nya anak kita perempuan saja, ucap arya, arin tersenyum,


''Perempuan, sedari kecil sudah membuka pintu surga untuk ayah nya, setelah dewasa menyempurna kan separuh agama suaminya, setelah menjadi ibu surga berada di telapak kakinya,.'' jelas arin,


''Sedikasi nya saja sayang, perempuan atau laki laki sama saja, keduanya anugrah dan rezeki yang harus kita sayangi dan kasihi, ucap arin,


''Kamu benar sayang aku hanya, mengutarakan ke inginkan ku saja, ucap arya pelan,


''Mau di USG tanya dokter pelan.


''Tidak usah dokter, biarkan menjadi kejutan untuk kita nanti tolak arin,


''Ya sudah tidak apa apa, ucap dokter itu lagi,,

__ADS_1


''Bayinya sehat sangat sehat perkembangan nya bagus, ibunya juga sangat sehat, tidak ada yang mengkuatirkan, terang dokter itu lagi,


''Arin dan arya tampak saling berpandangan. bahagia mendengar calon anak nya tumbuh dengan baik dan sehat,


''Setelah selesai membuat pemriksa'an arin dan arya bergegas meninggal kan ruang dokter kandungan, dengan perasa'an gembira senyum tak pernah luntur dari bibir keduanya,


''Renata, gumam arya, seketika arin menghentikan langkah kakinya,


'' di Mana sayang, tanya arin mengedarkan pandangan nya.


''Di sana, arya menunjuk seorang suster yang sedang mendorong kursi roda Renata yang terduduk lemas,


''Di mana ustad haikal, tanya arin mengedarkan pandangan nya kembali.


''Arin dan arya menghampiri Renata yang sedang di bawa ke ruang instalasi unit gawat darurat,


''Biar aku yang menemani Renata, arin mengikuti kursi roda Renata. Sedang arya berdiri di depan menunggu sembari melihat ponsel nya berniat menghubungi ustad haikal,


''Arya, sapa haikal dengan nafas yang tersengal sengal,


''Ustad,,!


''Aku sedang memarkirkan mobil tadi. jawab haikal cepat seakan mengerti ucapan arya selanjutnya nya,


''Aku tidak tau ar' Sedari tadi malam muntah, tidak mau berhenti bahkan sudah tidak ada muntahan nya, karna perut nya sudah kosong,


''Istri ku di dalam, menemani istrimu, terang arya,


''Apa sebaik nya aku ikut kedalam ar' ucap haikal panik,


''Sebaik nya di sini dulu, cegah arya,


''Setengah jam kemudian arin keluar dengan Renata yang masih duduk di kursi rodanya di dorong salah satu perawat,


''Sayang. ucap haikal panik,


''Tunggu sebentar ya pak, pemriksa'an belum selesai, ucap perawat, membuat haikal semakin panik,


''Arin, haikal berganti memanggil arin seakan meminta penjelasan,


''Berdoa lah ustad, semoga ini kabar yang menggembirakan, ucap arin gamang.


''Maksud nya arin apa ar',, Istri ku sedang tidak baik baik saja kenapa istrimu bilang ini kabar menggembirakan, tanya haikal tidak mengerti.

__ADS_1


''Aku juga tidak tau ustad, kita berdoa saja, jawab arya seadanya


''Begitu melihat kemana perawat itu mendorong kursi roda Renata arya mengembangkan senyum nya, karna ia dan arin baru saja keluar dari ruang dokter itu dan sekarang Renata di bawa kesana,


''Benar ucapan Istri ku ustad, semoga ini kabar yang menggembirakan. ucap arya


''Tadi tidak tau sekarang, bilang kabar menggembirakan, ucap haikal sedikit kesal. karna kepanikan nya belum juga reda,


''Itu ruang dokter kandungan, bisa jadi istri ustad sedang hamil sa'at ini, jelas arya,


''Haikal tampak kaget dengan ucapan arya, dengan tidak sabar segera masuk ke ruangan dokter kandungan meninggal kan arya sendiri.


''Dokter bagaimana keada'an istri saya, tanya haikal, tidak sabar,


''Sebentar ya pak, dokter wanita itu tampak tersenyum,


''Sini pak, lihat sendiri calon bayi bapak, ucap dokter, membuat Renata dan juga haikal tentunya kaget sekaligus bahagia mengetahui ada calon bayinya di dalam rahim sang istri,


''Sedang arin sudah menduga nya karna dia baru saja dari ruangan ini,,


''Selamat, aku turut bahagia. ucap arin memeluk sahabat nya itu,


********


"Sayang aku bahagia. haikal tak henti hentinya mengucap sukur dan bahagia, atas kehamilan sang istri,


"Renata terdiam, masih merasakan tubuh nya yang lemas, usai dari rumah sakit, haikal membawa istrinya pulang dan beristirahat di rumah,


"Terimakasih sayang, karna mu lah aku dapat merasakan kebahagian yang sesungguhnya nya. Apa lagi dengan hadir nya ini, semakin membuatku bahagia dan mencintaimu, Renata mengusap perut nya yang masih rata,


''Bukan cuma kamu yang bahagia, aku juga sama sayang, ucap haikal,


''Aku sangat bersukur mempunyai mu. suami yang bisa menerima ku apa adanya, terlepas dari semua masa lalu ku, lirih renata,


''Sudah jangan mengukit yang sudah berlalu, sebaik apa pun kebaikan mu di masa lalu itu sudah terkunci dan tak akan kau ulangi, dan seburuk apa pun masa lalau mu, aku yakin jika sekarang kamu adalah kanvas putih yang kosong ucap haikal,


''Aku takkan pernah mengungkit masa lalumu, karna aku hanya memastikan cuma diriku yang menjadi masa depan mu, dan ini Renata meletak kan kepalanya di dada bidang sang suami, memeluk nya penuh cinta,


''Jangan katakan itu lagi sayang, karna aku yakin seseorang yang mempunyai masa lalu yang buruk akan menciptakan masa depan yang terang, lanjut haikal lagi,,


''Terimakasih sayang, ucap renata,


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2