Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
niat terselubung


__ADS_3

sesampainya di rumah arya bergegas masuk ke kamar nya, sedang arin masih berbincang sedikit mengenai tamu yang baru di kenal nya dengan bik sumi.


''Setelah berencana rin bergegas naik.menyusul sang suami,


''Mas, Panggil Arin lembut,, arya bergeming masih di posisinya tidur terlentang menutup wajah menggunakan lengan nya,


''Mas'' panggil arin lagi, arya menyesal pelan,,


''Sayang tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu, ucap arya tak bergeming,


''Memang nya ada apa sih, tanya arin tidak mengerti,


''Sayang mendengarkan, Kamu terlalu istimewa jika harus di sama kan dengan wanita yang tidak tau menjaga nama baik nya.


''Aku Ingin Kamu memanggil ku tanpa ada wanita lain yang memanggil ku sama dengan mu, wanita tadi memanggil ku mas, karna itu aku tidak ingin Kamu memanggil ku dengan sebutan yang sama, panggil aku sayang karna tidak ada wanita lain yang bisa memanggil dengan sebutan itu Kamu wanita satu satu nya tidak ada yang lain, Tegas arya,


''Dan lagi sebenarnya aku tidak setuju Kamu membawa wanita itu kerumah kita, lanjut arya.


''Aku tau Sayang, aku hanya tidak ingin di selimuti rasa bersalah, jika besok pagi Kita mendengar berita di tv tentang pembunuhan atau pemerkosa'an, sedang kita bisa mencegah nya kenapa kita tidak lakukan, ucap arin menjelas kan,,


''Baik lah sekali ini saja dan esok pagi wanita itu harus keluar dari rumah kita, Tegas arya,,


''Arin mengaguk, tanda mengerti,


''Sedang di bawah bik sumi sudah menyiapkan kan segala keperluan tamu nya. bik sumi memberikan wanita itu pakaian ganti mengingat pakaian nya lumayan seksi,


''Rumah ini sangat besar, siapa saja yang tinggal di sini bik, tanya wanita itu penasaran,,


''Hanya non arin dan den arya, jawab bik sumi,


''seperti apa rasanya menjadi nyonya, suami tampan dan pekerja'an nya lumayan banyak menghasil kan uang, di lihat dari besarnya rumah dan juga mobil yang berjajar bukan mobil sembarangan,


''Sedang di luar tampak seorang pria yang terus mengawasi rumah arya,


''Kurang ajar vanesa, siapa laki laki yang membawanya itu, awas saja nanti, aku tidak akan membiarkan nya begitu saja,


''Ya pria itu dani, dia adalah kekasih vanesa, rupanya dia mengikuti mobil arya ketika melihat vanesa menaiki mobil arya,,


''Malam semakin pekat arin terbuka mampi di pelukan sang suami, sedang vanesa wanita itu sibuk membayangkan dua menjadi nyonya rumah itu, dengan suami tampan dan makan nya siapa lagi yang dua bayangkan kalau bukan arya,


''Biarkan saja tidak mengapa dia sudah punya istri, aku yakin dapat menggodanya dengan kecantikan ku, ujar vanesa sambil membayangkan wajah tampan arya.

__ADS_1


''Arin wanita itu Tidak ada apa apa nya jika di bandingkan dengan ku, dia yang memakai baju longgar aku yakin karna tidak pede dengan tubuh nya terlalu kurus mungkin, gumam vanesa dalam lumunan nya.


''percaya diri vanesa cukup tinggi bahwa i bisa merebut hati arya,


''alam mimpi sudah membawa vanesa jauh lebih tinggi di hayalan nya, hingga pagi menjelang mentari datang menyapa seluruh Alam,,


''Arin bangun dari tidur nya bergegas masuk ke kamar mandi lalu membangun kan sang suami untuk menjalan kan ibadah sholat pagi,


''Sayang janji ya setelah ini langsung suruh wanita itu pergi Tegas arya lagi,


''Iya Sayang jangan kuatir soal itu, jawab arin


''Setelah sholat pagi arin masih ingin bermanja dengan sang suami sebelum suaminya pergi ke kantor, duduk di sofa kamar menikmati hangat sinar matahari menerpa wajah cantik nya, arin mengerat kan pelukan nya, menikmati dada bidang dan berotot seakan tidak ingin beraneka dari posisi ternyaman nya,


''Sedang di bawah vanesa dengan tidak Sabaran menunggu arya turun,


''Non,,! panggil bik sumi,


''Iya ada apa, ucap vanesa acuh,


''Kenapa sedari tadi melihat ke arah tangga siapa yang anda tunggu, tanya bik sumi heran,


''Tidak ada, jawab vanesa singkat,


''Tak berapa lama, tampak arin dan arya menuruni tangga, akan tetapi arya menghentikan langkah kakinya begitu melihat wanita itu menatap dirinya dengan tatapan mendamba,


'' Sayang ada apa tanya arin heran,


Sayang kenapa wanita itu masih disini, tanya arya,


''Ya setelah ini akan ku pantulan dia pergi,


''Kita sarapan di kamar saja ucap arya terbalik badan menaiki tangga kembali,


''Tunggulah akan aku siap kan ucap arin menjerumuskan langkah nya


''Bik siap kan sarapan suami ku,,! suamiku bilang ingin sarapan di kamar, ucap arin pelan sedikit berbisik,


''Non arin naik lah biar bibik yang membawakan sarapan nya, ucap bik sumi,,


''Arin menatap heran wanita di depan nya itu, sedari tadi malam arin belum mengetahui nama nya,

__ADS_1


''Kamu sudah sarapan, tanya arin,


''Belum. jawab nya singkat,


'Kenapa belum, apa yang Kamu tunggu, suamiku, tanya arin lagi,


''Tidak. jawab nya lagi


''Lalu kenapa tidak sarapan, jika tidak sarapan sebaik nya anda segera pergi dari rumah kami, ucap arin lagi,


''Kamu mengusirku, ucap vanesa,


''Aku tidak mengusir. anda sendiri yang berjanji akan pergi di pagi hari, berjanji itu mudah menepati amanah, menjadi dosa jika mengikari nya, ucap arin lagi,


''Baik lah aku akan pergi, tapi boleh kan aku datang lagi kesini lain hari, ucap vanesa,


''Silah kan aku tidak melarang, asal tidak ada niat terselubung di balik kedatangan mu di rumah ku, ucap arin lagi


'apa maksud mu, tanya vanesa,


''Aku yakin anda sudah tau maksud ku, tapi anda pura pura tidak tau, ucap arin lagi,,


''Hah, omong kosong,,! ucap vanesa sinis lalu menatap arin dari atas hingga ke bawah.


"Apa Kamu tidak merasa panas mengenakan pakaian seperti ini, tanya vanesa


"Andai bukan agama ini yang mengajariku tentang rasa malu, Andai bukan nabiku yang mengatskan bahwa Kami Kaum hawa adalah sebesar besar nya fitnah,


sungguh nya aku pun ingin menunjuk kan kecantikan wajah dan Indah nya tubuh ini di depan dunia


berhias secantik mungkin untuk di sanjung segenap mahluk hidup tapi apalah arti sebuah pujian jika kelak tubuh ini menjadi bahan bakar untuk menyalakan api neraka, jelas arin, vanesa hanya tersenyum tipis seraya bergumam dalam hati,


''Alah bilang saja tidak pede karna tubuh mu pasti tak seindah tubuh ku ini,


''Baiklah aku pergi dulu, selamat tinggal ucap vanesa,


''Ini orang sopan santun nya memang sudah tidak ada, ucap bik sumi heran melihat vanesa,,


'' Arin hanya tersenyum mendengar ucapan bik sumi,


''bik kayak nya tidak jadi sarapan di kamar, di bawah saja bik, tolong panggil kan suamiku ya bik,, ucap arin ramah,,

__ADS_1


''Siap non, ucap bik sumi,


''Terima kasih bik, ucap arin


__ADS_2