Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
aku bukan pilihan


__ADS_3

''Setelah kejadian tenggelam, yang menimpa arin arya sedikit lebih perhatian sama istri nya. meski arin masih dingin dan cuek,


''Sa'at keluar dari kamar nya arya juga berpapasan dengan arin yang juga baru keluar dari kamar nya, lalu keduanya sama sama turun kebawah, sama sama menuju meja makan


''Terima kasih ucap arin pelan,


''Terima kasih untuk apa, tanya arya. tidak mengerti.


''Terima kasih karna anda telah menyelamat kan ku, sa'at aku hampir tenggelam, ucap arin lagi.


''tidak perlu berterima kasih karna itu memang kewajiban ku, untuk menjaga mu, ucap arya lagi,


''Mendengar kata kewajiban ku arin tersenyum kecut dalam tunduk nya. kewajiban seperti apa yang suami nya maksud, suaminya ini belum menunaikan satu pun kuwajiban nya pada arin,


'Arya melihat map di samping tangan arin dengan logo perusahaan nya. sudah dapat arya pastikan arin pasti akan pergi ke perusahaan nya.


''Kamu mau ke kantor, tanya arya pelan,


''hem jawab arin dengan deheman,


''Tidak usah kekantor biar aku saja yang membawa rancangan mu. ucap arya memberi saran,


'' Tidak usah biar aku saja karna aku juga mau belanja sedikit, ucap arin menolak.


''Belanja untuk apa. dan kenapa kamu tidak pernah memakai uang ku tanya arya,


''Kenapa.. tanya arya lagi,


''Bukan aku tidak mau memakainya. aku juga sangat ingin memakai nya, karna di situ ada hak ku, tapi jika mengingat sa'at anda memberikan nya dengan cara melempar, aku jadi tidak ingin memakai nya. karna aku yakin sa'at anda memberikan uang receh anda pada seorang pengemis pun anda tidak akan melempar nya, jadi lebih hina kah aku dari pengemis itu, ucap arin datar,


''Arya terhenyak membulat kan matanya menatap wajah istrinya lekat,

__ADS_1


''kemudian arin mengambil dua atm dari dompet nya yang pernah arya berikan waktu itu dengan cara merlemparnya.


''Berikan pada ku jika anda sudah siap, jika tidak siap tidak usah biarkan seperti ini sampai kita berpisah, ucap arin datar lalu pergi meninggal kan suaminya di mejakan, karna taksi yang arin pesan juga sudah datang,


''arya menatap dua atm itu dengangan pandangan sesal,


''Ma'af, gumam arya penuh sesal, lalu arya juga segera pergi ke kantor, sedang arin sebelum pergi ke perusaha'an suami nya arin singgah terlebih dulu di rumah sakit. menemui kakak nya tari, sampai agak siang arin baru pergi ke perusaha'an arya, menyerah kan hasil rancangan nya,


''Sedang di kantor arya sangat sibuk, karna pekerja'an nya sedikit menumpuk, dua hari tidak masuk kantor di karnakan arin habis tenggelam, tiba tiba pintu ruangan arya ter buka dengan paksa, menampil kan sosok renata,


''Arya, aku ingin bicara, ucap renata cepat,


''Mau Bicara apa re, bicaralah cepat. aku sangat sibuk, ucap arya juga tak kalah cepat,


''Ini tentang hubungan kita ar,, ucap renata lagi.


''Ada apa dengan hubungan kita, ucap arya masih fokus dengan leptop nya,


''Tolong lihat aku sebentar ar' kenapa kamu santai sekali menanggapi hubungan kita, apa menurut mu hubungan kita sudah tidak penting, ucap renata, nadanya sedikit emosi,


''Arin mengurung kan niat nya yang hendak masuk ke ruangan suaminya karna melihat kekasih suaminya ada di sana, berniat pergi dan tidak ingin ikut campur urusan sepasang kekasih itu. tapi keberada'an nya keburu dilihat oleh renata,


''Arin tunggu, kebetulan kamu di sini, kita akan bicarakan ini bertiga ucap renata menghengikan langkah arin,


''Re' arya menggeleng, mencegah renata memanggil arin dan mengikut sertakan arin dalam urusan mereka,


''Tidak ar, ini biar jelas semua, ucap renata, menghampiri arin dan menarik tangan nya membawa arin masuk ke ruangan arya.


''lepas..! ucap arin menepis kasar tangan renata,


''Arya..! sekarang kamu harus memilih di antara kami, aku atau dia, jika kamu memilih dia aku akan pergi, dan jika kamu memilih aku, talak wanita ini sekarang juga, ucap renata lantang suaranya yang keras sampai terdengar di luar ruangan arya,

__ADS_1


''kamu tau jika wanita ini telah menyebut ku seorang pelakor, perebut suami orang, kenyata'an nya wanita ini yang merebut mu dariku, kamu tau sendiri kan dia yang datang di antara aku dan kamu, aku tidak bisa terima itu ar',, ucap renata sambil menujuk wajah arin dengan jari telunjuk nya.


''Sekarang cepat pilih ar' aku atau dia, seperti yang ku bilang tadi jika kamu memilih dia aku akan pergi, jika kamu memilih aku, cepat cereikan wanita ini sekarang juga.


''Re..! tenangkan dirimu dulu aku tau kamu sedang e.. ucapan arya menggantung kala arin menyelanya cepat,


''Jika anda tidak bisa memilih di antara kami berdua, aku akan membantu anda untuk memilih, aku akan membantu anda dengan mengundur kan diri, jadi anda tidak bingung untuk memilih di antara aku atau wanita ini, karna aku bukan pilihan, apa lagi harus di bandingkan dengan wanita ini, ma'af kita sangat jauh berbeda. dia wanita ini tidak ada apa apa nya jika di banding kan dengan ku, ucap arin santai,


''Meminta suami orang untuk memilih di antara pelakor dan istri sah, bisa di lihat dengan jelas hanya wanita yang tidak tau malu yang bisa melakukan nya, lanjut arin


''Aku pelakor tidak tau malu, ucap renata dengan menujuk dirinya sendiri,,


''Ya...! ucap arin sambil mengaguk


''Lihat lah ar, dia menghinaku lagi, ucap renata dengan sangat emosi.


''Wanita ini badan sama kepala saja yang di tutup tapi mulut nya tidak pernah di jaga. lanjut renata sambil tangan nya mencoba menarik hijab arin, namun segera di hadang oleh arya,,!


"Jangan lakukan ini re..! bentak arya,


''Renata membulat kan matanya, tak percaya arya melindungi wanita itu..!


''Arya terdiam, memikirkan perpeda'an antara arin dan renata sangat jauh berbeda. seharus nya arin marah dan emosi. tapi arin masih terlihat santai dan elegans, tidak ada raut kemarahan di wajah nya meski renata sudah menujuk wajah nya dan menghinanya, bahkan hampir melepas hijab nya,


"Arin meletak kan map di tangan nya di meja kerja arya, lalu melirik arya sekilas dan pergi,


"Pulang lah re, tenangkan dirimu, ucap arya lalu duduk di kersi kebesaran nya,


''renata terduduk di sofa, dan menangis.


''Kalian lihat sendiri kan wanita seperti apa arin, dia sangat istimewa. jika kamu tidak mau lempar saja ke kepadaku aku siap menerimanya. ucap bima, arya langsung melototkan matanya yang tanpa arya sadari renata melihat respon arya terhadap ucapan bima. membuat hati renata bertambah sakit, dan langsung meninggal kan ruangan arya dengan tangis yang masih membasahi pipinya,

__ADS_1


''terima kasih bim sedikit banyak ucapan mu hari itu telah menyadarkan ku, ucap arya pelan,,


Bersambung


__ADS_2