Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
arin tau


__ADS_3

arin termenung di dalam taksi, baru mengetahui jika perusahaan yang memakai jasa nya adalah suaminya sendiri, jadi selama ini dia juga dapat uang dari suaminya.


''mbak arin kita mau ke mana tanya hana,


''aku mau belanja sebentar mbak, ucap arin sambil tersenyum,,


''baik lah , ucap hana sambil terus fokus dengan kemudinya,, mobil hanaberhebti di pusat belanja'an,,


arin segera turun dari mobil hana dan masuk untuk belanja,,


''arin belanja untuk dirinya sedikit alat mandinya semua sudah pada habis. dan untuk rumah juga.''


''dari kejauhan tampak renata memandang benci kearah arin,


''wanita itu yang membuat arya berubah, arya adalah milik ku.


aku tidak akan membiar kan wanita itu merebut nya dariku.''


Perlahan renata menghampiri arin yang sedang sibuk memilih barang belanja'an,


''hai..! sapa renata ramah,,


arin menoleh ke sumber suara,


''mbak, ucap arin juga ramah,


''namaku renata. apa kamu tidak pernah mendengar nama itu tanya renata,


''ma'af mbak seperti nya aku tidak tau dan tidak pernah mendengar nama mbak, ucap arin jujur,


''kamu tau aku punya seorang kekasih kami bersama sudah hampir lima tahun, dan kekasih ku itu sudah menikah karna perjodohan, menurut mu aku harus bagai mana,


''saya tidak tau mbak, bagiku pernikahan adalah sesuatu yang sakral, selain itu juga dapat menghindarkan kita dari dosa dan juga fitnah,


tidak perduli itu karna perjodohan, dari pada berhubungan lama, tapi si pria tak kunjung menghalal kan si wanita, lalu untuk apa di pertahan kan,, terang arin,


''jadi menurut mu aku harus harus merelakan kekasih ku dengan istrinya, tidak..! ucap renata tegas,


"Wanita itu sudah merebutnya dari ku, ucap renata lagi,


"tidak ada yang merebut siapa dari siapa, ini hanya masalah takdir kita tidak bisa melawan tadir jika Allah sudah berkehendak, ucap arin lagi, renata terpaku dengan jawaban arin,


"seandainya kamu tau itu cerita kita apa yang akan kamu lakukan, tidak mungkin kamu bisa bicara se enteng ini, batin renata,,


"kamu sudah menikah tanya renata,,


"sudah..! jawab arin singkat

__ADS_1


"kamu mencintai suamimu, tanya renata,,,


"ma'af saya tidak menceritakan hal pribadi kepada orang asing, ucap arin


''kita sudah beberapa kali bertemu kamu masih mengagap ku orang asing, bah kan beberapa kali juga kamu pernah menolong ku,


''ma'af mbak beberapa kali bertemu tak lantas membuat kita menjadi orang yang dekat, jangan kan dengan mbak, bahkan keluarga ku sendiri aku tak pernah membicarakan hal pribadi ucap arin lagi, membuat renata terhenyak dengan ucapan arin,,


''sombong sekali kamu, ucap renata sinis,


''teserah mbak, mengatai ku sombong, aku bukan wanita seperti mbak yang bangga menjadi kekasih pria beristri, ucap arin telak..!


''tapi kami saling mecintai, hubungan kami bukan atas dasar perjodohan, ucap renata lagi bersikukuh,


''soal hubungan atas dasar perjodohan, sa'at ijab kabul terucap maka terciptalah satu ikatan yang kuat, karna sesungguhnya, Allah sendiri yang mempersatu kan dua insan yang tak saling kenal, apa lagi mencintai, soal cinta Allah maha pemilik hati ia mampu membolak balik kan hati setiap hambanya,, terang arin


'Renata di buat geram dengan ucapan arin, ia meraup wajah nya kasar,,


ucapan srin seakan menyudut kan nya


Kini renata sadar bahwa ia salah mencintai suami orang, tapi renata tidak pernah merebut arya dari istrinya, mereka dulu saling mencintai kini kead'an merubah semua, arya tak lagi bisa ia miliki, ada wanita lain yang lebih berhak atas diri arya,,


'Renata menatap kesal dan tak suka pada arin, lalu pergi meninggal kan arin tanpa pamit,


arin tampak cuek dan sedikit heran,


'arin me lanjutkan belanjanya,


''sesampainya di apartemen renata terus menghubungi arya namun arya, tak lekas menjawab panggilan telefon renata,


membuat renata semakin geram,,


Renata kembali keluar dari apartemen nya berniat mendatangi arya di kantor, setelah tiga puluh menit kemudian taksi yang di tumpangi renata tiba di lobi kantor arya,, sa'at baru turun dari taksi renata melihat arya,,


''arya...? teriak renata, membuat arya langsung melihat ke arah renata,


''ar..! kamu tau wanita itu baru saja menghinaku, ucap renata mengadu,, sa'at sudah menghampiri arya,,


're'' wanita siapa yang kamu bilang menghinamu, tanya arya pelan,


''istrimu, ucap renata suaranya sedikit keras,


''re kontrol emosimu ini kantor banyak kariawan ku di sini, jangn permalukan dirimu sendiri, ucap arya lembut mencoba menenangkan, renata,,


''baaimana bisa dia menghinamu, tanya arya,


renata menceritakan kejadian tadi bersama arin, kepada arya, tampak arya tersenyum sinis mendengar penuturan renata,

__ADS_1


''bagai mana bisa dia menghinamu, jika dia tidak tau siapa kamu, menurutku dia hanya menasehatimu, ucap arya,


''kamu membela wanita itu ar' tanya renata tak percaya,


''aku tidak membelanya, re''..


menurut ku arin hanya memberikan jawaban atas pertanya'an mu menurut pandangan nya, dia tidak menghinamu, ucap arya mencoba memberi penjelasan pada renata,


''kalau menurut mu bagai mana, tanya renata,


''menurutku apa yang di ucap kan arin memang benar, ucap arya,


''jadi benar aku merebutmu darinya. arya tak lantas menjawab renata, dia hanya memijit peliphisnya,,


'lebih baik kamu pulang dulu re' aku masih banyak kerja'an.''


arya bergegas meninggalkan renata di ruang tunggu lobi kantor arya dengan derai air mata.


renata tertunduk menutup wajah nya,


''ada apa ar' tanya bima heran,,


''entah lah aku sendiri tidak faham, kenapa juga dia harus medatangiku ke kantor hanya karna masalah yang menurut ku tidak penting, renata sendiri yang mencari masalah.. dia juga yang emosi tidak jelas. jika seperti ini aku jadi membandingkan nya dengan arin, ucap arya' pelan,,


''kamu sendiri sudah tau dari dulu renata memang seperti itu, emosinya mudah meluap,, ucap bima..


''hem..! aku tau..ucap arya lagi,,


''sementara arin telah menyaksikan semuanya antara suami dan kekasih nya,


jadi wanita itu pacarnya, batin arin dia juga tau aku istri arya, apa dia sengaja ingin menyakitiku arin tersenyum sinis,


arin berjalan meningalkan lobi kantor arya setelah selesai dengan urusan nya, tadi bima sempat menghubungi nya karna arin lupa membubuhkan namanya di kertas rancangan nya,, takutnya ada orang yang mengakunya,


''arin kembali menaiki taksinya hana, rasanya miris sekali jika harus berebut dengan wanita lain,,


tak teras taksi hana sudah sampai di depan rumah arya,


''mbak arin kita sudah sampai, ucap hana lembut,


''oh iya mbak ma'af sepertinya aku ketiduran, ucap arin


''tidak apa apa mbak,, ucap hana, arin turun dari taksi hana,


''terimakasih mbak hana ucap arin


bersambung

__ADS_1


__ADS_2