
sepelang dari rumah ibunya arin kembali mendapat notic dari bank teranferan uang sebanyak tiga puluh juta,, mata arin melihat tidak percaya,, melihat notic itu,, buru buru arin menghubungi bima,
''asalammualaikum pak bima selamat siang ucap arin lembut,,
''walaukum salam nona, selamat siang kembali ucap bima sambil menepelkan telapak tangan nya di dada,, suara lembut arin mampu membuar bima meleleh seketika,, dan jantung nya berdetak kencang,,
''ma'af pak bima ini saya mendapat tranferan kembali,, padal kemarin sudah, saya takut ada kesalahan ucap arin pelan,,
''oh, itu memang benar nona itu bonus untuk kerja keras nona selama satu bulan ini, ucap bima dalam sambungan,,
''oh,, terimakasih pak bima, ucap arin lagi,
''sama sama nona, ucap bima sambil tersenyum, penuh arti.
''kamu kenapa sih senyum senyum terus,, ucap arya yang sedari tadi mendengar bima bicara di telefon,,
''gak tau aku ar' mendengar suaranya saja sudah membuat jantungku runtuh,, semoga cincin di jarinya itu hanya pajangan semoga dia belum berpunya,, ucap bima sbil mbayangkan senyum manis arin,,
''semogasaja dia sudah punya suami ucap arya tanpa sadar yang di bicarakan adalah istrinya,,
''kamu itu ya memang sirik tidak bisa melihatku senang sedikit,
''kamu itu sudah punya renata juga masih mau terima di jodoh kan,, ucap bima,,
ya kalau aku tidak yerima perjodohan itu aku bisa keluar dari daftar ahli waris papaku,, sedang aku butuh uang untuk pengobatan renata,,.terpaksa aku terima perjodohan itu, ucap arya,,
''tampang istri lo cantik gak,, se*si kah, ucap bima penasaran,
''kalau cantik tidak tau aku dia suka pakai baju besar longgar, mana kelihatan body nya seperti apa, jadi jangan tanya se*si,, wajahnya saja tertutup hijab,, ucap arya cuek, kalau mau ambil tu di rumah,, bima tampak berfikir penampilan istri arya kira kira seperti arin memakai gamis panjang pakai hijab mungkin seperti itu gambaran nya,,
''beneran ar' yang seperti itu wanita langka wanita yang patut di jadikan istri wanita yang memakai pakaian longgar, itu selain perintah dari tuhan nya supaya dia menutup auratnya, dia juga menjaga dirinya untuk suaminya, karna kemolekan tubuh nya hanya suaminya yang menikmatinya,, kamu secinta cinta nya sama renata apa kamu rela melihat ada pria lain menatap lapar renata sa'at dia memakai pakaian sedikit terbuka,, pasti kamu tidak rela kan,, ucap bima,, arya tampak berfikir renata suka sekali keluar dengan pakaian sedikit terbuka, sebenarnya arya sedikit kurang nyaman,,
''ya.. iya..tapi tidak seperti itu juga bim,, terlalu tertutup, ucap arya,,
''yah.. kamu pasti belum tau dalaman istrimu, kalau sudah tau kamu pasti tidak ingin istrinu keluar dari kamar,, ucap bima lagi,,
''terus sampaikapan kamu terus seperti ini sama ostrimu ar'' tanya bima,,
'maksud nya apa,, tanya arya todak mengerti
__ADS_1
''maksud nya berpura pura bahagia dengan pernikahan depan orang tuamu lambat laun orang tuamu pasti bertanya kapan kalian punya anak,, sedang kalian belum pernah mamlam pertama,, ucap bima..
''aku tidak tau bim,, jawab arya,,
''kasian istrimu ar'' dia juga butuh bahagia' bukan hanya nafkah lahir saja yang dia perlukan tapi jiga nafkah batin, jika kamu tidak bisa lebih baik lepaskan, biarkan dia bahagia dengan orang lain,, kamu bisa bicarakan ini baik baik sama kedua orang tuamu,, ucap bima lagi,,
Arya tampak berfikir, mencerna ucapan bima''
''Apa aku bisa memberikan nafkah batin padanya, mengenai nafkah lahir wanita itu hanya menggunakan uang ku sebesar dua juta bahkan itu sudah lama, sedang pernikanku sama dia sudah berjalan hampir empat bula, masak iya empat bulan dia cuma habis dua juta,, sedang renata, hampir dua puluh juta sebulan, itu belum uang berobatnya, batin arya mulai mbandingkan istrinya dengan renata,,
di tempat lain
''arin terlihat bahagia sambil melihat layar poncelnya yang retak,, arin tengah menunggu mama mertuanya karna arin tadi sa'at perjalanan pulang dari rumah ibunya mama mertua arin menghubunginya,, mengajak nya untuk berbelanja,, arin menunggu mama mertuanya sambil duduk di gerai minuman yang ada di depan pintu mall,, tiba tiba mata arin melihat kembali sosok yang pernah di tolongnya, siapa lagi kalau bukan renata sedang menyandar di dinding sambil memegangi kepalanya,,
''mbak tidak apa apa tanya arin sambil memegang lembut bahu renata saya tidak apa apa,,
'' mbak mimisan lagi lo,, ucap arin sambil mengambil tisu,, di dalam tasnya,,
''ma'af ya merepotkan,, ucap renata pelan,,
''mbak tinggal dimana, tanya arin,,
''saya hantar pulang ya mbak,, kita naik taksi saja, kalau jalan pasti lama,, ucap arin menawarkan diri,,
''mbak apa tidak merepot kan, ucap renata tidak enak hati,,
''tidak apa apa mbak,, ayok arin memapah tubuh renata sampai di pinggir jalan raya lalu menyetop taxsi,,
''makasih ya mbak sekali lagi saya merepotkan mbak, sebenarnya saya sudah menghubungi pacar saya tapi sedari tadi tidak di angkat, ucap renata lagi,,
renata terlihat mengubungi arya kembali namun arya masih tidak mengakat poncelnya,, sekilas arin melihat foto welpaper di ponsel renata tidak jelas wajah sang pria karna tertutup tangan renata,,
''seperti pernah melihat tapi di mana, batin arin, mengingat foto itu,,
''talk lama kemudia taxsi sudah sampai di apartemen renata hanya butuh waktu lima menit karna memang tak jauh dari mall arin bertemu renata tadi,,
arin kembali memapah renata sampai di depan pintu apartemen renata,,
''terimakasih mbak, ucap renata sambil mengulurkan tangan nya hendak berkenalan namun bersama'an itu poncel arin berbunyi terlihat mama widya menghubungi arin''
__ADS_1
''mbak ma'af ya saya harus pergi saya buru buru sudah di tunggu mertua saya ucap arin tak sempat berkenalan,, dengan renata, seelah mengantar renata arin bergegas kembsli ke tempat semula twk sampai lema menit kemudia arin sudah sampai di mall tadi,,
''Rin dari mana kamu,, tanya mama widya, sesa'at arin sudah sampai,,
''mah ma'af, tadi arin menghantar seseorang dia terlihat sedang sakit dia tingal tidak jauh dari sini,,
ucap arin.,,
''tidak apa apa ayok kita belanja ucap mama widya, arin dan mertuanya ? memasuki sebuah butik ternama dengan model dan bahan, pilihan,,
''baju ini lumayan mahal harganya apa tidak sayang batin arin sa'at melihat harga baju di sana semua di atas satu juta, arin dan mertuanya memilih beberapa, baju yang cocok
''rin ini terlihat cocok untuk mu satu set dengan hijabnya, ucap mama widya,, arin dan mertua nya terlihat banyak memborong baju beraneka model,'
''sa'at mama widya hendak membayar arin melarang mertuanya,,
''biar arin yang bayar ma'' ucap arin sambil mengeluar kan kartu debit nya,,
''makasih ya sayang, ucap mama widya,, hari sudah menjelang sore arin dan mertuanya bergegas pulang, karna arin naik taksi jwdi arin ikut mobil mama mertuanya,, tiga puluh menjadi g kemudia mobil mama widya sudah sampai di depan rumah putra nya arya,,
''tampak mobil arya juga sudah ada di garasi,,
arin terliha banyak membawa belanja'an,, mata arya memindai belanja'an arin,, melihat dari logo paperback nya yarvanya tidak lah kurah,, arya miha poncel nya tidak ada notic dari bank,,
''mah, banyak sekali belanja'an menantu mama,, ucap arya sa'at arin tidak ada yang sedang membawa belanja'an nya ke atas,,
''iya ar' mama juga itu di mobil, sekali sekali tidak apa lah ar' jangan pelit sama istri,, belanja'an mama tadi arin juga yang bayarin,, ucap mama widya lagi,, tak berapa lama kemudian tampak arin sudah turun dan juga sudah mengganti bajunya dengan drees rumahan, dan hijab instan nya,
''rin kamu ini kan di dalam rumah, lagian hanya suami mu saja di sini kenapa masih pakai hijab, bik sumi kan sesama wanita tidak apa rin,,
''iya mah,, arin lupa, sudah kebisa'an, ucap arin,
''ya' sudah mama pulang dulu papa mu pasti juga sudah pulang, lain kali bawalah arin kerumah ar' ucap mama widya,,
''ya nanti kalau ada waktu,bucap arya singkat,, arin dan arya mengantar mama nya sampai di depan rumah,,
''mama pulang dulu ya,, rin terimakasih sudah bayarin belanja'an mama, ucap mama widya,,
bersambung
__ADS_1