
setelah berapa hari di rawat di rumah sakkt pak bagus mertuanya arin sudah di perholeh kan pulang, selama di rawat arin tidak pernah absen menjaga mertuanya dengan tulus arin merawat mertuanya seperti ayah nya sendiri,,
pagi ini arin sudah rapi eengan gamis nevi motif bunga di bagian bawah, dan hijab sar'i nya, tampak cantik dan anggun, warna nevi yang kontras dengan warna kulitnya yang putih, terlihat dari tangannya,, arya melihat banyak kotak kardus di teras rumah,, arya mencoba mengakat nya lumayan berat, lalu melihat istrinya yang sudah rapi,,
''mau kemana kamu, tanya arya pelan
''pasantren, jawab arin singkat,
'itu kotak di depan apa, ucap anya arya lagi,,
''itu alat tulis buat anak anak,, jawab arin datar,,
''naik apa kamu,
''taksi,,
''biar aku saja yang hantar,
''aku sudah pesan taksi...
''batal kan..
ucap arya enteng sambil memasuk kan kardus itu kedalam bagasi mobil nya,, sedang arin hanya diam memandang arya yang sedang memasuk kan barang bawa'an arin kedalam bagasi mobil nya,,
'tak berapa lama kemudian taksi langganan arin datang,
''selamat pagi mbak arin,, sapa hana, ramah,, sambil mambaikan tangan nya,, kening arya mengkerut,,
''siapa itu, tanya arya
''supir taksi,, jawab arin kingkat
''mbak ma'af taksinya saya batalkan ucap arya cuek,,
''oh,, iya tidak apa apa mari,, mbak arin saya jalan dulu ya, pamit hana ramah,,
setelah selesai memasuk kan semua barang arya mempereilah kan arin masuk kedalam mobi nya,,
''masuk lah ucap arya sambil membuka pintu mobil untuk arin, tanpa menjawab perlahan arin masuk kedalam mobil arya,
__ADS_1
''kota mana, tanya arya,
''kota b, jawab arin singkat,, arya membawa mobil nya menuju kota b, sepanjang perjanan tidak ada percakapan antara arin dan arya,, hanya, hanya arin sesekali menujuk kan arah jalan kemana arya harus membawa mobil nya,, hampir dua jam perjalanan mobil arya sudah sampai di depan pintu gerbang pesantren,, dua penjaga menghampiri mobil arya,, arin menurunkan kaca mobil nya,,
''mang ini arin ucap arin dari dalam mobil.
''neng arin,,,,? mamang kira siapa tadi mobinya bagus banget, neng,,
mangga silahkan masuk, penjaga itu segera membuka gerbang untuk mempersilah kan mobil arya masuk,,
''parkir di sebelah sana saja ucap ariin sambil menujuk tempat yang lumayan teduh dan dekat dengan kedianman abah jafar dan umi aisah,,
''terlihat banyak banyak kelas kelas untuk para santri belajar,, lumayan besar dan luas halaman pesantren tersebut,,
''asalam mualaikum, sapa arin kepada umi aisah yang sedang menyiram tanaman bunga di teras rumah,,
''arin,,,! walaikum salam,, umi kangen nak,, ucap umi aisah sambil memeluk erat arin,,
"mari masuk nak abah di dalam ucap umi aisah arin hanya mengaguk dan tersenyum, arya tampak mengekor di belakang arin,, mengikuti arin masuk kedalam,,
''abah....! sapa arin kepada,
''namanya siapa nak,, tanya abah jafar,,
''arya abah,, jawab arya lembut dan sopan,,
''rin kamu datang,, ucap hanif menantu abah suami dari fatma, arin hanya tersenyum dan mengaguk,,
''kenalkan ini arya suami arin ucap abah pada hanif,, meperkenalkan arya pada anggota keluarganya, tak berapa lama datang dua orang gadis mengenakan cadar yaitu hadijah dan maryam datang membawa teh dan juga camilan, mereka adalah putri abah jafar,,
''kak arin sapa keduanya,, sambil duduk di samping arin,,
''kak arin terima kasih, atas bantuan kompyuter nya,, sangat membantu untuk belajar anak anak, ucap hadijah dan maryam,
''sama sama, sukurlah kalau begitu semoga bermanfa'at,, ucap arin,,
''iya rin sangant membantu sekali, anak anak juga tampak senang, sambung hanif,,
''alhamdulilah kalau begitu, kita semua dapat kebaikan nya, arin dapat pahalanya anak anak dapat manfa'at nya, supaya mereka belajarebih giat lagi, dan punya wawasan yang luas, ucap abah,,
__ADS_1
''tak berapa lama tampak fatma datang dari arah belakang arya dan arin,, sontak hanif memperingatkan istrinya karna tidak mengenakan cadar nya,,
''sayang kamu tidak memakai niqab mu ujar hanif sambil melirik kearah arya,, sontak fatma menarik ujung hijab nya dan berbalik badan,, lalu fatma mengenakan niqab nya dan bergabung dengan mereka,,
''ini fatma istrinya hanif ujar abah jafar ,,, cukup lama mereka semua mengobrol abah jafar dan umi aisah menangkap sesuatu yang tidak baik baik saja pada pernikahan arin, sa'at arin sedang di dalam menaruh cangkir kosong bekas teh dan kopi umi aisah menghampiri arin,,
''rin apa kamu bahagia dengan pernikahan mu ini, tanya umi aisah, seperti seorang ibu yang menguatirkan kebahagia'an putrinya, arin tersenyum ke arah umi aisah
''arin bahagia umi, sangat bahagia, mas arya dan keluarganya sangat baik sama arin,, ucap arin sambil tersenyum, entah lah tapi umi aisah tidak melihat ada kebahagia'an di mata arin, yang terbaca oleh umi aisah adalah kesedihan,,
''kamu tidak sedang bebohong kan nak, tanya umi aisah lagi,, arin menggeleng dan tersenyum,
''tanpa arin sadari arya mendengar obrolan umi aisah dan istrinya arin, arya seperti tertampar oleh jawaban arin atas pertanya'an umi aisah,, setelah dari toilet arya dan arin dan arya masih berkeliling melihat pesantren arin memanggil beberapa santri putra untuk menurun kan barang bawa'an arin dari mobil arya,,
''ini apa rin tanya fatma,,
''ini untuk anak anak kak fatma,, alat tulis, dan kitap ucap rin sabil tersemyum,,
''alhamdulilah ya alloh, semoga alloh melipahkan rizkinya padamu rin,
''dan juga kebahagian dalam rumah tanggamu rin, sahut umi aisah, tanpa arya sadari dirinya mengaminkan doa umi aisah,,
aeya banyak melihat santri putri banyak yang memakai cadar,
''mereka semua banyak yang memakai cadar kenapa kamu tidak tanya arya pelan namun masih bisa di dengar oleh absh dan juga hanif,,
''wajah perempuan bukan aurat yang harus di wajibkan di tutup menggunakan cadar atau sejenisnya, nak arya,, ucap abah jafar menjawab pertanya'an arya yang di lontarkan ke istrinya arin,,
''memakai penutup wajah atau niqab bagi wanita hukum nya mubah, alangkah beruntungnya wahai pria yang mempunyai istri yang mau menutup wajah nya dengan niqab, karna pira itu tidsk pernsh membagi kecantikan istrinya dengan pria lain, sambumbung hanid sambil melirik istrinya yang tersenyum di balik cadarnya,, arya tergun dengan ucapan hanif, itu artinya dirinya pria beruntung itu,, meski arin tidak menutup wajah nya tapi dari cara berpakaian arin sangat jauh berbeda dengan. renata yang suka berpakaian terbuka, mereka sangat jsuh berbeda arin yang selu kalem lemah lembut sedang renata terkadang emosinya meluap luap,,
hari sudah menjelang sore arya dan arin pamin segera pulang, semua mengantar arin dan arya sampai di mobil,
''hati hati bawa mobil nya arya, ucap hanif,,
''sekali lagi terima kasih rin untuk semuanya, ucap fatma dan yang lain,, arin tersenyum didalam mobil,,
''arin pulang dulu abah umi,, terimakasih sudah mau arin repot kan hari ini,, ucap arin...
bersambung
__ADS_1