
Duhai wanita yang sedang memperbaiki diri, semoga kelak engkau menjadi penghuni surga,
hari berganti minggu pun sudah berlalu, tampak seorang gadis menyusuri trotoar di bawah terik matahari, siapa lagi kalau bukan vanesa,
''Vanesa, berdiri di halte menunggu bus yang akan membawanya pulang,
''clingak clinguk mengedarkan pandangan nya, sesekali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, sesa'at kemudian vanesa melihat ke arah samping tampak wajah yang tak asing sedang tersenyum ke arah nya,
''Vanesa tampak salah tinggah. ilham terus tersenyum. apa lagi sa'at vanesa membetulkan pasmina panjang nya,
''Dia pasti menertawakan ku, batin vanesa, menuduk kan pandangan nya dan menutupi separuh wajahnya dengan pasmina panjang nya.
''Aku terkesan, sedikit demi sedikit kamu merubah penampilan mu,
''Vanesa tampak kaget dengan ucapan ilham,
''Penampilan,, batin vanesa menyadari pasmina yang bertengger di kepalanya, niat awal hanya mengunakan pasmina yang di pinjam dari seorang teman, untuk berlindung dari terik nya matahari,
''Itu artinya hatimu masih berisi iman, berfikir dengan baik, bisa menerima nasehat,
''vanesa tak bergeming, bus nya sudah datang, bersiap ingin menaikinya.
''Semoga sa'at Allah mempertemukan kita kembali, kamu sudah benar benar menutup aurat mu dengan benar. vanesa menghentikan langkah nya di ambang pintu bus, lalu menoleh ke arah ilham, yang juga sudah berbalik badan dan melangkah pergi,
''Amiiinn, gumam vanesa, tanpa sadar mengamin kan ucapan dan doa ilham,
''dalam perjalanan pulang, di dalam bus vanesa tampak berfikir merenungkan setiap kata, dari ilham maupun arin, dua orang asing itu selalu mengingat kan nya akan kewajiban seorang muslimah yang harus menutup aurat nya,
''vanesa kembali melihat ujung pasmina yang ia pinjam dari teman nya,
''kembali teringan pesan sang ayah sebelum menghembuskan nafas terahir nya, meminta vanesa untuk berpakaian lebih sopan, sukur kalau dia bisa menutup aurat nya dengan sempurna, karna sengguh nya anak perempuan kelak ia akan jadi penolang ayah nya menuju surga,
''Ya Allah aku tidak ingin ayah ku ikut terseret di kubangan dosa yang ku buat. ayah selalu menyayangiku, vanesa terus berperang dengan fikiran nya, berniat ingin menjenguk sang ibu dengan suami nya sekarang, dan nelihat ke ada'an rumah nya yang sudah lama vanesa tinggal kan semenjak kematian sang ayah,,
''kesokan harinya,,
''Arin mendatangi rumah mama mertuanya, hana sang supir pribadi, sekarang juga sudah tampak merubah penampilan nya, meski tak menggunakan hijab syar'i,
''dalam perjalanan hana fokus dengan kemudinya, sedang arin sibuk dengan pikiran nya, mengingat kembali renata yang dulu dengan yang sekarang tampak sangat berbeda, arin sangat bersukur dapat menyak sikan orang orang yang di sayanginya satu persatu menuju jalan hijrah nya, bermula dengan mama mertuanya yang sekarang sudah menutup aurat nya, ibu nya arin juga, perlahan tapi pasti, renata yang dulu mengagap musuh, dan selalu mengajak nya berdepat dengan emosi yang meluap luap, di susul kakak nya tari kemudian hana,
''Non arin kita sudah sampai. ucap hana menyadarkan arin dari.lamunan nya,
__ADS_1
Sayang pelan pelan, widya dengan hati hati, membatu menantunya turun dari mobil,
''Kehamilan arin yang sudah memasuki bulan kedelapan, membuat arin sedikit kesulitan, pergerak kan nya semakin terbatas, perlahan, arin berjalan masuk dengan mama mertuanya yang setia di samping nya,
''Sayang apa kakimu bengkak, tanya widya,
''sedikit mah, arin memperhatikan kakinya,
''Arin juga cepat merasa lelah, padahal cuma jalan sebentar, tapi dokter nyaranin agar arin banyak berjalan, arin tersenyum sembari mbenarkan posisi duduk nya.
''banyak tidur miring sebelah kiri juga. lanjut arin,
''oprasi saja nanti sayang, sa'at kamu melahirkan, widya tidak tega melihat menantunya kesakitan,
''Arin pengen nya normal mah, dokter bilang tidak ada hal yang membuat arin harus oprasi, balik lagi Allah yang punya rencana, kita tidak pernah tau, widya tersenyum menantunya ini sangat cerdas dan bijak sana, ia tidak pernah salah memilih menantu,
''Setelah kamu melahirkan, lanjut dengan renata dan juga tari, widya kembali rersenyum,
'Bik nah, datang membawa camilan san juga minuman,
''Bik, orang yang kemarin, janji mau kerja bagai mana tanya widya,
''Kalau ada suaminya, ya jangan bik, apa lagi suaminya tidak mengijin kan, sela arin,
''Masalah nya, itu non, suaminya tidak bekerja dan kerja'an nya, tiap hari minum, kalau istrinya kerja menjadi ART otomatis dia tidak ada yang ngasi uang, terang bik nah lagi,
''Arin tampak mengucap istifar, masih ada suami seperti itu di dunia ini,
''Ijin dan ridho suami memang penting untuk seorang istri, hanya untuk suami yang bisa membimbing dan menjadi imam yang baik untuk sang istri, jika suaminya, pendosa dan melupakan semua kewajiban dan tanggung jawab nya sebagai seorang suami, aku rasa tidak salah istrinya pergi, apa lagi mencari nafkah menggantikan, tanggung jawab sang suami,
''widya dan bik nah tampak mengaguk kan kepalanya setuju dengan ucapan arin,
Sudah punya anak dia bik, tanya arin lagi,
''Sudah non anak nya tiga, semua di kampung, terang bik nah,
''Satu kampung sama bik nah, tanya widya,
''Iya bu, kami satu kampung, jawab bik nah seadanya,
''Di sela obrolan, bik nur datang membawa poncel nya,
__ADS_1
''Ma'af bu. non arin, ini bik nah ada yang mencari di telfon, katanya mencari pekerja'an terang bik nur
''Angkat saja dulu bik, siapa tau dia beneran ingin bekerja, ucap widya,
''bik nah segera mengakat telfon nya, ia tampak kaget mendengaran penuturan siti.
''Sebentar lagi akan aku hubungi kembali, setelah berkata seperti itu bik nah menutup sambungan telfon nya
''Ada apa bik, seperti nya ada yang sedang tidak baik baik saja, tanya widya melihat gurat panik di wajah bik nah.
''Itu bu, siti orang yang ingin bekerja, yang barusan kita bicarakan, dia bilang suaminya memukulinya, dan dia ingin segera bekerja, terang bik nah,
''Sebenar nya kita tidak bisa ikut campur, urusan rumah tangga orang, akan tetapi sebagai manusia kita harus menolong nya sebagai sodari sesama muslim tentunya, apa kah kita akan diam saja melihat nya, mendapat kekerasan visik seperti itu, arin mengutarakan pendapat nya,
''Lalu kita harus bagaimana. nona, tanya bik nah,
''Suruh dia kesini sekarang juga bik, jika suaminya mencari kasi tau saja alamat rumah arin, karna dia akan bekerja di rumah arin kan, arin pengen lihat seperti apa suami yang berani memukul istrinya itu, arin geram dengan lelaki yang suka memukul wanita,
''Tapi sayang bagaimana dengan mu, kamu harus berhati hati, takut nya orang seperti itu kalap dan nelukaimu juga,
''Tidak mah, setidak nya ada sekuriti di rumah dan arin tidak akan membiarkan nya masuk, meski hanya melewati gerbang,
''beberapa lama kemudian siti datang dengan wajah sembab nya. dengan bibir bengkak dan masih ada sisa darah, terdapat luka lebam juga di lengan dan bagian tubuh lain nya,
''Ini tidak bisa di biarkan mah, kita haruh lapor polisi, ini KDRT arin berkata dengan nadanya yang geram,
''Kalau lapor polisi, apakah suami saya akan di penjara non, tanya siti, dengan isak tangis nya,
''Kalau terbukti bersalah iya, jawab arin seadanya.
''Nanti bagaimana dengan anak anak saya kalau melihat ayah nya di penjara, siti kuatir dengan anak anak nya,
''Aku yakin anak anak bik siti tidak ingin ibunya disakiti, suami bibik juga bukan cerminan ayah yang baik, ucap arin lagi,
''Saya tau non, saya takut jika anak anak saya menjadi bahan olok olokan teman teman nya, di kampung karna punya ayah yang di penjara, bik siti masih memikirkan anak anak nya,
''saya ingin menenangkan diri, dulu dan akan memikirkan langkah selanjut nya. saya tisak ingin melibat kan kepolisian, akan tetapi saya ingin berpisah saja dengan suami saya, jujur ini bukan kali pertama saya mendapat kekerasa fisik, saya bertahan hanya demi anak anak saya. semata mata demi anak anak saya. terang bik siti,
''Iya sudah kalau begitu sebaik nya bibik istirahat dulu, pulih kan diri bibik jangan langsung bekerja, ucap widya.
''Terimakasih bu, ucap bik siti
__ADS_1