Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
menginap di pesantren


__ADS_3

''Setelah menjalankan ibadah sholat isya berjama'ah, arya kembali ke kamar yang dulu di tempati arin, malam ini arya dan arin menginap di pesantren,


''Arya tampak duduk di pinggir jendela sembari melihat para santri yang masih beraktivitas usai sholat berjama'ah, ada yang mengaji ada juga yang masih duduk sambil mengobrol dengan yang lain,


''Arya tampak menghela nafasnya, pelan, pikiran nya jauh menerawang, kejadian tadi siang, arya terlalu malu untuk menatap sang istri, apa lagi setelah mendengar cerita ustad hanif, bahwa sebenar nya ustad haikal telah lama menyimpan perasa'an terhadap arin, berkali kali menyatakan perasa'an nya, namun arin menolak nya,


''Arya menoleh sa'at mendengar suara pintu terbuka, tampak istrinya tersenyum manis ke arah nya.


''Mas arya belum tidur, sapa arin sembari melepas jarum yang jadi pengait hijap nya,


''Rin..! entah sampai kapan aku harus mengucap kata ma'af, rasa nya aku tidak pernah bosan, sekali lagi aku minta ma'af, karna aku kamu selalu menghadapi situasi seperti ini, lirih arya pelan,


''Tidak perlu minta ma'af, mungkin arin juga banyak salah terhadap mas arya,


''Aku merasa sangat tidak pantas untuk mu rin, ucap arya pelan,


''Kenapa apa mas arya menyesal menikah dengan arin, tanya arin pelan,,


''Arya mengheleng..?


''Lalu...?


''Jika di bandingkan dengan pria yang pernah menyatakan perasa'an nya padamu aku sangat lah tidak ada apa apa nya, dia pria sholeh, sangat faham dan mengerti soal agama sangat sebanding dengan mu, berbeda dengan ku, yang selalu memberi mu susah, bahkan penghina'an yang terjadi padamu itu di seban kan oleh ku, sesal arya


''Kenapa berkata seperti itu mas, kita tidak bisa menolak atau mencegah apa yang akan datang pada kita, dan kita juga tidak bisa mencegah apa yang akan pergi dari kita, karna sekuat apa pun kita menolak yang datang akan tetap datang, dan sekuat apa pun kita menahan yang pergi akan tetap pergi, sederhanakan saja cara kita menyikapi takdir, terang arin


''Seperti renata yang kehilangan cinta mu, seperti ustad haikal yang tidak bisa mendapat kan cintaku, itu semua takdir, kenapa Allah ingin aku bersanding dengan mas arya, itu juga takdir, Karna Allah ingin aku membantu mas arya dan renata, menjadi manusia yang lebih baik lagi, lanjut arin,


''Kamu tidak membenciku kan rin.


''Arin mengeleng,,


''Untuk apa, tidak ada alasan untuk aku membenci suamiku, arin berkata lembut,


''Tapi karnaku kamu banyak menghadapi kesulitan, mengahadapi sifat renata yang sangat arogans bahkan kamu di permalukan oleh nya, arya berkata sembari menatap lekat istrinya,


''Percayalah lah mas...! apa pun kesulitan yang kita hadapi Allah tidak akan pernah meninggal kan kita tanpa solusi, bersama kesulitan kita akan selalu ada kemudahan, karna janji Allah itu pasti, dan kita harus percaya Allah tidak akan menyalahi janji,, Arya mengaguk tersenyum,


''Aku bahagia, karna kelak anak anak ku lahir dari wanita cerdas dan soleha sepertimu, mendengar ucapan suaminya pipi arin bersemu merah, malu dan bahagia menyelimuti hatinya,

__ADS_1


''Tidur lah mas ini sudah malam, ucap arin sembari mengambil pakaian ganti lalu masuk kekamar mandi,


''Sedang arya tampak berfikir melihat ukuran ranjang tak sebesar di rumah nya, kira kira apa muat jika di gunakan tidur berdua,


''Mas kenapa malah bengong, arya tampak kaget mendengar suara istrinya,


''Apa tidak ada tikar, atau kasur lipat mungkin, mungkin tanya arya,


''Arin tampak mengerut kan dahinya,


''Untuk apa,,!


''Biar aku yang tidur di bawah, ucap arya pelan,


''Apa mas arya tidak ingin tidur bersama ku, tanya arin lagi,


''Tapi apa cukup buat berdua..!


''Cukup..! ucap arin seraya merebah kan dirinya.


''Jika saling peluk,,,! mendengar ucapan istrinya arya meneguk salivanya,,


''Apa kamu benar banar sudah mengijinkan ku rin, tanya arya lagi pertanya'an yang pernah ia tanyakan sebelum nya,,


''Perlahan arya menghampiri ranjang, ini kali kedua ia tidur satu ranjang dengan istrinya. berbeda dengan malam sebelum nya, arin yang lagi sakit dan sudah terlelap duluan, sekarang meski arin sudah memejam kan matanya tapi ia masih terjaga,


''Arin merasakan pergerakan halus di samping nya, yakin jantung nya berdegup sangat kencang,


''Rin aku tau kamu belum tidur, arya berkata sembari menikmati kecantikan istrinya, rambut indah yang seharian berbalut hijab,


''Kamu bilang ranjang nya cukup jika saling peluk, jadi boleh aku memeluk mu, arin tampak mengaguk, tapi tidak ingin mbuka matanya


''Dapat arin rasakan hembusan nafas arya hangat menerpa wajah nya, tangan kekar arya sudah meingkar di perut tatanya,


''Lama keduanya terdiam seakan sudah saling terbuai di alam mimipi masing masing, arin terpejam matanya tapi pukiran nya masih terjaga,, sedang arya terdiam memandangi wajah cantik istrinya, dari jarak cukup dekat dan insten,


''Perlahan arin membuka matanya, melihat apakah suaminya sudah terlelap, nyatanya sa'at arin membuka mata, pandangan keduanya bertemu,


''Jelas kegugupan melanda keduanya,

__ADS_1


''Kenapa belum tidur, tanya arya pelan,


''arin terdiam tidak bisa menjawab,


''Apa kamu gugup, tanya arya lagi,


'Sama aku juga,, arya membawa tangan arin menyentuh dadanya,, dapat arin rasakan degup jantung arya berdetak dengan cepat.


''Apa kamu merasakan nya, tanya arya lagi,,


''Arin mengaguk pelan,


''Rin...?


''Arya perlahan mendekat kan didung nya menyentuh hidung mancung istrinya, mata mereka beradu dengan jarak begitu dekat. arin tidak bereaksi apa apa, lalu arya menempel kan bibir nya di bibir istrinya, perlahan menyesap nya,


''Rin..?


''Hemm..?


''Boleh kah,,?


''Tolong buka bibir mu,, arin perlahan membuka kuncian bibir nya membiarkan suaminya menyesap nya lebih dalam,


''Balas ciuman ku, arya berkata sesa'at melepas ciuman nya,


''Aku tidak bisa, jawab arin pelan,


''Ikuti saja aku, arya berkata pelan,,


''Arya menempel kan bibir nya kembali, menunutun istrinya mengikuti gerakan nya, terasa kaku namun arya menikmatinya tangan kedua nya saling bertautan.


'Arya melepas ciuman nya, membiarkan istrinya mengatur nafas nya yang tak beraturan, arya mendekap tubuh arin erat,


''Tidurlah. ucap arya pelan, arya tidak ingi melepaskan nya di sini, mengambil hak nya, terlalu istimewa, ia tak ingin mempermalukan istrinya besok pagi,


''Sedang arin terdiam sedikit bersukur suaminya tidak melanjut kan nya, banyak yang bilang malam pertama sangat menyakit kan, arin terdiam dalam pelukan suminya perlahan menjemput mimpi yang tertunda, menikmati sisa rasa yang yang masih membekas rasa kebas di bibir nya.


''Terimakasih sudah memafkan kesalahan ku, dan menerimaku batin arya

__ADS_1


''Geng terima kasih atas dukungan nya,,


''bersambung,,


__ADS_2