
''Arin terbangun di tengah malam, dengan tubuh lemas bergetar arin meraba meja nakas untuk mencari remot ac dan mematikan ac di kamar nya. rasanya dingin sampai menusuk tulang,
''Setelah ac di matikan, nyatanya rasa dingin itu tak kunjung menghangat. kepala arin terasa semakin berat.
''Ya Allah ada apa ini, kenapa badan ku rasa nya seperti ini. dengan malas dan tubuh lemas arin berjalan mencari sesuatu di laci nakas berharap menemu kan sesuatu yang bisa meredam rasa berat di kepala nya,
''Sepertinya aku demam, gumam arin pelan,
''Arin berjalan keluar dari kamarnya, hendak mencari kotak p3k tapi arin tidak tau harus mencarinya dimana, di rumah sebesar ini, di tambah lagi dengan badan nya yang lemas panas dingin menggigil,
''Arin berhenti di berpegangan besi tangga, kakinya lemas seakan tidak bisa lagi menopang berat tubuh nya, arin mengurungkan niat nya untuk turun kebawah, berbalih badan hendak masuk kembali kekamarnya dengan berjalan merambat melalui dinding kamar,
''Tepat sa'at arin melewati pintu kamar arya,
''Ya Allah aku sudah tidak kuat, aku harus minta pertolongan mas arya, gumam arin pelan,
''Dengan ragu arin mengetuk pintu kamar arya perlahan ketukan pertama kedua tak kunjung membangun kan arya. arin terduduk di depan pintu kamar arya sambil tangan nya tetap berusaha mengetuk pintu kamar arya,
''Didalam kamar arya yang sedang terlelap sayup sayup mendengar suara pintu di ketuk dari luar, mulanya arya cuek, teringat kembali tidak ada siapa siapa di rumah ini,
''Arin..? arya segera bangun dan membuka pintu seditik kemudian arya tidak melihat siapa siapa di depan pintu kamar nya, arya mengerut kan kening nya heran,
''Mas arya,,,? suara arin pelan, arya menunduk kan pandangan nya, tampak arin duduk bertimpuh menunduk kan pandangan nya,
''Tolong aku, badanku demam, ucap arin pelan,
''Menyadari arin tidak mengenakan hijab nya arya segera mengalih kan pandangan nya,
''Sebentar kamu tidak mengenakan hijab, di mana hijab mu biar ku ambil kan,
''Tangan arin terulur menyentuh kaki arya..
''Tidak usah,, cegah arin menghentikan langkah kaki arya yang ingin pergi kemar nya mencari hijab arin
''Apa kamu yakin, tanya arya memastikan..? arin mengaguk pelan,,,
''Perlahan arya membawa arin masuk kedalam kamarnya dan membaringkan arin di ranjang,,
''Badan mu panas, tunggulah sebentar aku akan mencarikan kotak obat,, ucap arya bergegas turun meninggal kan arin, untuk mencari kotak obat namun arya tidak menemukan nya, lalu arya merebus air dan meletak kan nya di baskom, dan membawa nya ke atas
''Arya mengambil handuk kecil dari lemari untuk mengompres kening arin,
__ADS_1
''Dengan ragu arya menempelkan handuk, di kening arin mengompres nya,
''arya duduk di pinggiran ranjang memandang wajah arin, meski sedikit pucat, tak mengurangi kecantikan arin, arya terpana berkali kali mengusap tengkuk nya,,
''Arya terjaga sepanjang malam, mengompres badan istrinya yang demam, sampai menjelang pagi terlelap di kursi sofa,,
''Arin terbangun sa'at subuh meraba kening nya yang terdapat handuk basah, sedikit mendingan badan nya tak sepanas semalam, meski rasa pusing di kepala nya masih terasa,
''Perlahan arin bangun dari tidurnya menurun kan kakinya hendak turun dari ranjang, arya yang baru terlelap menyadari pergerakan arin,
''Mau kemana tanya arya mengaget kan arin,
''Aku mau sholat subuh, jawab arin pelan
''Biar ku bantu tunggu di sini saja biar ku ambil kan mukenamu, ucap arya lembut,
''Sambil menunggu arya, perlahan arin berjalan menuju kamar mandi dan membersih kan diri,
''Sesa'at kemudian arya datang, arin menerima mukenanya lalu memakainya,,
''Tunggu sebentar, ucap arya lalu bergegas masuk kekamar mandi membersihkan diri
''Arin terpana melihat sang suami yang memakai peci lengkap dengan sarung dan baju taqwa nya, tidak seperti biasanya, pagi ini arin melihat sang suami jauh lebih tampan dan berkarisma, sehingga ada desiran lain di hati arin,
''Setelah selesai arya memimpin doa pagi ini, lalu berbalik badan mengnatap sang istri mengulurkan tangan nya arin mencium tangan sang suami,
''Aku tau kamu bosan, atau bahkan tidak ingin mendengar nya, tapi aku ingin meminta ma'af untuk semua kesalahan ku padamu, meski beribu kata ma'af rasanya tidak akan pernah cukup,
''Mulai hari ini mari kita mulai dari awal, menjalan kan rumah tangga kita yang sesungguh nya, kita raih mawadah warohmah bersama arya tampak bersunggu sungguh mengucap kan setiap katanya,
''Arin mengaguk sambil tersenyum, perlahan arya menyentuh dagu sang isnti dan mencium kening nya,
''Kamu masih demam, tunggulah hari sedikit terang aku akan memanggil dokter datang untuk memriksamu, ucap arya lembut,
''perlahan arin membuka mukenanya rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai,
''Arya menatap lekat wajah sang istri yang cantik alami,
''Kenapa menatap ku seperti itu, ucap arin risih arya menatap nya tak berkedip,
''Betapa beruntungnya aku yang tak pernah membagi kecantikan istriku dengan pria lain,
__ADS_1
''ma'af kan aku yang dulu memandang remeh hijab dan baju syar'i mu,
''Arin terdiam lalu tersenyum,
''Menutup aurat bagi wanita muslim adalah perintah dan wajib yang harus di jalan kan, selain itu juga kita bisa terhindar dari mata buas lelaki yang menatap kita lapar, terang arin,
''Sekarang aku mengerti dan terimakasih kamu sudah mengajariku banyak hal, ucap arya lembut,
''Tangan nya terulur menyentuh rambut indah arin.
''Betapa beruntungnya aku, karna hanya aku yang bisa melihat ini, terimakasih sudah menjaga dan menutupinya untuk ku,
''Arin mengaguk dan tersenyum, lagi perasa'an aneh itu datang lagi menghinggapinya,
''Laki laki yang dulu tak mengingin kan nya, kini mulai mencintai nya, takut kehilangan dirinya,
''Berbaring lah lagi aku akan menghubungi dokter sebentar, arya tampak mengambil poncel nya,
''Bisa panggil kakak ku saja, ucap arin pelan, arya menatap istrinya sebentar,
''kamu yakin ucap arya lagi, arin mengaguk
''Baik lah, arya menghubungi dokter tari memintanya untuk datang ke rumah nya memriksa arin yang sedang demam,
''tiga puluh menit kemudian tari datang kerumah arya, tampak arya menunggu kedatangan nya di teras,
''Masuk lah ucap arya, sesa'at tari sudah turun dari mobil nya dan menghampiri arya,,
''Tari mengikuti langkah kaki arya menaiki tangga menuju kamar arya, di mana arin sedang berbaring lemah,,
''Rin sapa tari ramah,
''Arin tersenyum,
''Lalu tari memriksa ke ada'an arin yang demam, tidak ada keluhan selain hanya sakit kepala,
''Ini resep obat nya tebus lah di apotik, ucap tari memberikan secarik kertas pada arya,,
''Rin kamu tidak apa apa hanya kecapean, minum obat dan istirahan lah, aku juga langsung pergi ada janji sama pasien pagi ini, ucap tari sambil membereskan alat medis nya,,
''Terimakasihbak sudah merepot kan, ucap arin,
__ADS_1
''Bersambung