
Tisa masih tak percaya orang yang sedari tadi ia rendah kan, nyata nya dia istri dari pak arya pimpinan nya,
''Bukan nya kekasih pak arya adalah nona renata, kenapa sekarang menikah dengan wanita berhijab itu, batin tisa terus bertanya tanya,,
''Tok..tok..
''Masuk..
''Tampak tisa membawa peralatan. kerja untuk arin,,
''Ini Mau di taruh di mana pak, tanya tisa,,
''Sayang kamu mau duduk di mana , tanya arya lembut,
''Aku duduk di sofa saja. ujar Arin pelan,
''Letak kan di meja sofa, titah arya,
''Tisa meletak kan barang yang ia bawa di hadapan Arin, pandangan nya menunduk tidak berani menatap arin seperti tadi, dengan sombong nya, tisa menujuk nujuk Arin,, sebenarnya arya tau apa yang dilakukan tisa terhadap istri nya, namun arya diam saja ia ingin tau apa yang akan di lakukan Arin terhadap tisa,
''Rin kamu gak marah sama tisa, tanya arya sesa'at tisa sudah keluar dari ruangan nya,,
''Biarkan saja mas, kenapa harus marah, biar tisa menyadari kesalahan nya sendiri, jawab arin pelan,,
''Aku pikir kamu akan mengadukan nya pada ku, ucap arya lagi,,
''Tidak perlu bagi ku itu bukan masalah yang besar, ucap arin lagi, semakin bangga arya mempunyai istri seperti Arin,,
''Tampak Arin melakukan kerja'an nya, mendisain beberapa prodak yang seperti klien arya pinta,
''Rin, sebentar lagi aku ada miting di luar kantor kalau aku selesai cepat, kita usahakan siang bersama, tapi kalau aku belum selesai, kamu tidak apa apa kan makan siang sendiri. ucap arya sebenar nya tidak enak hati meninggal kan istrinya di ruangan nya sendiri.
''Pergilah mas, kerja'an mu lebih penting, aku bisa makan siang sendiri, nanti biar aku makan di kantin kantor saja, jawab arin lembut,
''Ma'af, ya aku tinggal ucap arya lagi,,
''Hem, arin mengantuk pelan,, perlahan arya mendekati istrinya. mengecup pucuk kepala arin lembut, lalu di kening Streatham di sana lama,
''Nanti cepat hubungi aku jika ada apa apa, jangan menghadapi sesuatu sendiri, arya berkata lembut, arin hanya mengaguk,
''Perlahan kecupan arya turun ke bibir mungil sang istri,
''Beberapa kali arya melakukan nya nyatanya masih membuat arin kaget, dan malu,, matanya terkesiap membuat sempurna,
__ADS_1
''Arya terkekeh pelan, menikmati kegugupan sang istri,
''Aku pergi dulu, pamit arya sesa'at setelah melepas kecupan nya,
''Setelah kepergian arya arin lanjut menggambar rancangan nya.
''tok...tok...
''Arin menghentikan kegiatan nya, lalu bangun dari duduk nya dan berjalan membuka pintu melihat siapa yang datang,
''Nona ma'af pak arya menyuruh saya membawakan ini untuk Nona, terang petugas kebersihan itu,
''Letak kan di meja saja, ucap arin ramah,
''Petugas kebersihan datang membawa minuman dan juga Camillan untuk arin, atas perintah arya tentunya,,
''Nona, kalau perlu sesuatu panggil saja saya, jangan sungkan, anda tinggal tekan tombol yang ada di dekat meja pak arya, nanti langsung terhubung dengan kami, jelas nya lagi,,
''Arin mengaguk mengerti,
''Baik.. terimakasih, ucap arin lagi,
''petugas kebersihan itu pun pergi,, meninggal kan arin sendiri di ruangan pimpinan perusaha'an itu,,
''tak terasa waktu makan siang sudah tiba, namun arya belum juga datang, arin masih menunggu sebentar lagi siapa tau sang suami segera datang, arin menunggu sampai perut nya sudah mulai terasa perih, tapi sang suami tak kunjung datang,,
''tampak semua karyawan menunduk kan sedikit menghormati nya, seperti mereka menghormati arya,,
''Nona arin, sapa dila ramah,
''Dila apa kamu sudah makan, tanya arin pada dila,,
''Ini saya baru mau pergi Nona, jawab dial pelan,,
''Oh kalau begitu kita pergi bersama saja, aku juga baru mau pergi makan siang, ujar Arin lagi,,
''Apa tidak apa apa, nona..! ucap dial tidak enak hati,,
''Tidak apa apa,, cepat lah aku sudah sangat lapar, ucap arin lagi perut nya sudah sangat lapar,
''Arin dan dila berjalan beriringan menuju Kantin kantor,,
''Tampak tisa memperlihatkan kedua nya dari jauh, dan perlahan tisa mendekati meja arin dan dila,,
__ADS_1
''Nona arin, boleh saya duduk disini, tanya tisa ragu ragu,
''Arin menoleh ke arah tisa,
''Duduk saja tisa, gak apa apa, kita makan bertiga kan tambah seru, ucap arin lagi,,
''Nona, ma'af atas sikap ku waktu itu, yang sedikit tidak sopan terhadap Nona. ucap tisa penuh sesal,
''Tidak apa apa tisa, cuma saran ku lain hari jangan seperti itu lagi entah dengan siapa pun, coballah hargai orang lain, jangan asal me nge judge seseorang melalui penampilan nya, tutur arin pelan,,
''Iya nona, ma'af,, apa nona tidak.marah dengan ku,, ucap tisa lagi,,
''Jika kita mampu bersabar sebentar sa'at kita marah, maka hal itu akan menghindar kan kita dari, ribuan penyesalan dari masa yang akan datang,, ucap arin lagi,,
''Terima kasih Nona. karna sudah me ma'af kan saya, dan tidak marah apa lagi mengadukan saya ke pak arya,, ucap tisa lagi, wajah nya tertunduk malu,,
''Allah saja maha ma'af tisa, apa lagi kita yang hanya manusia biasa, tempat nya salah dan hilaf,, jadi tidak ada alasan untuk tidak ma'af kan mu, jelas arin lagi,,
''Tisa terdiam, dan bertambah rasa malu nya,, dengan sikap istri dari bos nya ini, yang tidak menyimpan rasa dendam dan marah terhadap dirinya,,
''Tak lama pelayan datang membawa pesanan arin dan dila,
''Kamu sudah pesan makanan tisa, tanya arin,, yang melihat makanan tisa belum datang,,
''Sudah nona, saya sudah pesan sebentar lagi juga pasti datang, jawab tisa, benar saja tak berapa lama pelayan tisa datang, lalu ketiganya makan dengan tenang sambil sesekali ternyata,,
''Setelah makan siang di kantin, kantor arin kembali ke ruangan sang suami,, ternyata arya sudah di sana menunggu nya,,
''Mas arya sudah datang, ma'af Arin baru selesai makan siang, ucap arin sambil tersenyum,
'' Tidak apa apa, aku juga baru datang lima menit yang
lalu,, dan ma'af tidak bisa menemanimu makan siang ucap arya,,
''Aku tadi malam barang tisa, mas arya sudah makan tanya arin,
''sudah tadi sama klien,, jawab arya,,
''Kamu bilang makan barang tisa, apa dia sudah minta ma'af, tanya arya penasaran,
''Iya sudah, jawab arin sambil mengaguk pelan,,
''Rin aku beli ini, untuk mu, arya berkata sembari memberi kan minuman kesuka'an arin,,
__ADS_1
''Wah mas arya tau aja, kesuka'an ku,, terimakasih ya mas,, ucap arin,,
''Terimakasih''''