
Sore itu arin sedang menemani bik sumi membersihkan kan taman di samping rumah, sudah lama tidak di bersih kan, semenjak bik sumi pulang kampung hari itu, arin hanya menyapu nya saja tanpa mencabut rumput liar yang sudah tumbuh panjang,
''Terdengar suara bel rumah berbunyi, beberapa kali bik sumi berjalan dari samping rumah melihat siapa yang datang,
''Siapa bik, tanya arin
''Itu non, yang tempo hari menginap di rumah, ujar bik sumi.
''Oh si Vanesa, kalau gak salah namanya, mau ngapain dia bik, tanya arin lagi,
''Entah lah non, bibik juga tidak tau, jawab bik sumi seadanya,
''Suruh dia kesini saja bik, ucap arin
''Vanesa kaget dengan kedatangan bik sumi tiba tiba dari arah samping nya,
''Bibik ngagetin aja, seru Vanesa,
''Ada perlu Apa, tanya bik sumi, mencibir,
''Gak ada hanya main, tempo hari arin mengijin kan kok, ucap Vanesa,
'ya sudah lewat sini. non arin ada di samping rumah, ucap bik sumi,
''Vanesa mengikuti langkah kaki bik sumi menuju samping rumah tampak arin duduk di kursi kecil sedang sibuk mencabut rumput,
''Hai, sapa Vanesa pada arin, sedang arin hany tersenyum.
''Boleh kan aku main kesini, ucap Vanesa.
''Silah kan tidak ada yang melarang, selagi itu untuk kebaikan, Arun berkata sembari tangan nya masih mencabut rumput yang tumbuh liar,
''Vanesa tampak kesal melihat arin yang masih sibuk dengan kegiatan nya, cukup lama sampai Vanesa merasa bosan, arin terus mencuikinya,
''Ngapain kamu capek capek mencabut rumput sedang di rumah mu sudah ada pembantu. ucap Vanesa,
''Setiap pekerja'an apa pun itu kalau kita melakukan nya dengan iklas akan menjadi berkah. lagian Allah menyukai kebersihan, tidak harus mengandalkan kan pembantu kan jelas arin, masih fokus dengan pekerja'an nya,
''Vanesa benar benar bosan, arin terus mencuikinya, arin sudah merasa lelah dia mencuci tangan nya, menyudahi kegiatan nya,
''Merasa bosan Vanesa beranjak dari duduk nya, dia hendak pamit pulang,
''Aku mau pulang ucap Vanesa mengayunkan langkah nya,
''Kenapa pulang, kamu bahkan belum bertemu dengan suamiku, ucap arin tersenyum,
__ADS_1
''Apa maksud mu, tanya vanesa tampak kaget, menghentikan langkah nya,
''Tidak ada, hanya menebak apakah tebak kan ku benar. ucap arin lagi,
''Melihat reaksi Vanesa barusan arin jadi semakin yakin kedatangan vanesa memang untuk menarik simpati suaminya.
'' tampak mobil arya sedang memasuki halaman rumah,
''Nah tu, yang membuat tujuan mu datang kemari sudah pulang, ucap arin tersenyum,
''A aku, ucap Vanesa terbata,
''yakin tidak ingin menyambut nya, ucap arin lagi, lalu berjalan meninggal kan Vanesa dan menghampiri suaminya,
''Arya tampak mengembangkan senyum nya begitu melihat sang istri, menatap nya penuh cinta, arin mencium tangan suaminya dengan hangat,
''Sedetik kemudian melihat sosok lain di belakang sang istri air muka arya berubah dingin menatap tak suka Vanesa, lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain,
''Hai mas arya apa kabar, sapa Vanesa menatap arya mendamba,
''Baik, jawab arya singkat tanpa mengalih kan pandangan nya, sedang arin melingkarkan tangan nya ke lengan sang suami dan berglayut manja.
''Sayang aku masuk dulu, di luar gerah, ucap arya lalu mengecup kening istrinya lama,
Vanesa merasa sangat kesal bagai mana bisa dua orang ini sedang asik bermesra'an di depan nya, tanpa menghiraukan keberada'an nya,,
'Vanesa menatap kepergian arya, wajah nya tampak jelas menujuk kan ke kaguman dan memuja,,
''Arin menggeleng gelengkan kepalanya, melihat tingkah Vanesa,
''Rumput di rumah orang memang tampak lebih hijau, ketimbang rumput di rumah sendiri, itu karna aku rajin menyirami nya dengan cara mandi bersama,
aku masuk dulu ya, suamiku mau langsung mandi, ucap arin ambil tersenyum,
''Mendengar ucapan arin membuat Vanesa semakin kesal, lalu pergi meninggal kan rumah arin,
''Ngapain sih wanita itu kesini sayang, tanya arya, tidak suka,
''Entahlah sayang aku juga tidak tau, jawab arin,
''Biasa den, ulat bulu, pengganti nona renata yang sudah insaf, celetuk bik sumi,
''Biiikk,,! ucap arin,, pelan tetapi menekan,
''Iya non ma'af, ucap bik sumi, menyadari kesalahan nya,
__ADS_1
''Renata sudah, berubah dan bahagia dengan suaminya. jangan mengungkit yang sudah lalu, ucap arin pelan,
''Kalau ulat bulu itu memang gatal ya bik, lanjut arya,
''Heh..Iya den,,,?
''Karna itu jangan mendekati ulat bulu, kalau tidak ingin terkena gatal nya, ucap arin,
''Yang mendekati siapa. ulat bulu itu geli menjijikkan dan gatal, ucap arya menekan setiap katanya,
''Arun tersenyum geli sendiri,
''Sayang aku mau mandi, kamu sudah mandi belum kita mandi bareng ya, ucap arya mengedip kan matanya,
''Arin tersenyum dan mengaguk,
''les't go, ucap arya semangat,
''Bik sumi yang mendengar juga ikut tersenyum,
''Ulat bulu macam itu mah lewat tidak akan ngaruh, gumam bik sumi,
''Sedang di rumah sakit, tari dokter cantik itu, sedang mengemasi barang nya, sambil sesekali melihat jam di pergelangan tangan nya, menunggu sang suami datang menjemput, semenjak menikah tari tak lagi mengunakan mobil nya sendiri ia di hanyar dan di jemput oleh sang suami.
''Sayang,,! suara bariton bima mengget kan tari,
"Mas, aku baru saja selesai. ucap tari tersenyum,
"Tidak apa apa sayang tidak usah buru buru, ucap bima lembut,
"Kita masih pulang ke rumah ibu kan, tanya tari lagi bima tampak mengaguk pelan,
"Ibu biar sama adik mu dulu untuk sementara waktu, setelah itu kita ngumpul lagi sama ibu, ucap bima lagi, tari tampak tersenyum,
"Dokter cantik itu, tampak jelas bahagia, sangat bahagia. ini adalah pengalaman pertama nya ia merasakan jatuh cinta,
''Sayang ma'af ya, aku belum bisa membawa mu berlibur, setelah menikah kita langsung sama sama kembali bekerja, ujar bima
'' Tidak apa apa, aku juga tidak dapat cuti banyak mengingat pasien ku juga lumayan banyak. Tidak mengapa kita tidak liburan, ucap tari lembut,
''Mas bima bisa cerita sama tari, kita baru bertemu dua kali, pertama di kantor arya dan kedua di pesantren, dan mas bima langsung ngajak tari ta'aruf, tanya tari.
"Tidak tau sayang, aku pertama kali melihat mu seakan sudah tersihir hati kecilku mengatakan aku tidak boleh menunggu lama, terang bima,
''Sebenarnya waktu aku menyusul ke pesantren waktu itu. Aku sama sekali tidak ada rencana kesana rencana nya hanya ingin kerumah arya dan meminta pendapat nya tetang dirimu, itu saja, akan tetapi Allah berkehendak lain, aku sangat takut sa'at abah ingin mengenal kan mu dengan kenalan nya, reflek aku bilang jangan, lanjut bima,
__ADS_1
''Dan yanga paling penting terima kasih, sudah mau menerima ajakan ta'aruf ku, sekali lagi terimakasih sayang ucap bima,,
''Bersambung