
setelah selesai sholat asar, arin bergegas turun kebawah membabtj bik sumi kembali di dapur dan menyiap kan masakan untuk makan malam,,
''tidak usah masak orang tuaku menyuruh kita datang kesana sekarang bersiap lah,, ucap arya tanpa menyebut nama siapa yang di ajak bicara,, sedang di dapur hanya ada arin dan bik sumi,, arin bergegas masuk kembali ke kamarnya, dan bersiap,, setelah selesai bersiap arin membawa tas tangan nya berukuran kecil hanya untuk menyimpan poncel nya, sekilas membuka pesan wasup,
''rin mama sudah menghubungi suamimu, datang lah kerumah mama, dan menginap lah di rumah mama, isi pesan dari mertua nya,,
''jadi harus menginap, kalau begitu aku harus bawa pelatan kerjaku mana aku belum selesai dengan rancangan ku, gumam arin, setelah selesai arin membawa tas sedikit besar, lalu turun ke bawah,
''apa ini ngapain bawa tas, ucap arya dingin,
''ini mekena sama satu stel baju ganti, mama bilang suruh menginap,, ucap arin tak kalah dingin,, arya terlihat mengaruk kepalanya yang tak gatal,,
''kenapa harus menginap sih mama, grutu arya dalam hati,,
''arin sudah menunggu arya di dalam mobil,, sambil memainkan ponselnya, arya melihat sekilas poncel arin sa'at sudah memasuki mobil lalu menyalakan mesin di lirik nya lagi poncel arin,,
''wanita ini sanggup belanja menghabiskan uang juata'an tapi poncel layarnya sudah retak masih saja di pakai, batin arya,
''ganti lah poncel mu dengan yang baru, nanti aku yang bayar, poncel seperti itu satu tokonya juga aku bisa beli, tidak usah sok tidak punya uang nanti dikira aku suami pelit ma'af hari itu aku revlek buang poncelmu,, ucap arya tanpa melihat ke arah istrinya.
''jika saya mau saya bisa membelinya lagi. tidak perlu menunggu anda mbelinya. saya tau anda banyak uang, dan bisa mengganti poncel macam ini sekaligus tokonya, tapi apa anda bisa mengganti kenangan nya,, ucap arin dingin sambil menatap kosong di luar cendela mobil yang ada di samping nya,, arya terdiam kenapa wanita ini mengganti panggilan nya biasanya dia memanggil ku dengan sebutan mas,,
tiada percakapan setelah nya, arya diam sedang arin juga diam, baru dua kali ini arin duduk menumpang di mobil suaminya, sampai mobil arya sudah sampai di kediaman orang tuanya,,
''turunlah dan bersikap biasa saja, ucap arya dingin namun arin tidak mengendahkan dan berlalu pergi sa'at arya belum selesai bicara,
''asalammualaikum,, sapa arin ketika pelayan datang membuka pintu yang memang sudah tau kedatangan tuan mudanya bersama istrinya,,
''walaikumsalam,, silahkan masuk nona nyonya sudah menunggu anda di salam arya mengekor di belakang arin,
__ADS_1
''ma' sapa arin ramah sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya,,
''ma'af ma arin kesini gak bawa apa apa,, ucap arin pelan,,
''tidak apa apa sayang tidak perlu mbawa sesuatu untuk datang kerumah mama,, ucap mama widya,,
''rin nanti menginap kan mama sudah siap kan baju gantimu,, ucap mama widya lagi,,
''iya ma, jawab arin singkat,, setelah cukup lama me ngobrol di ruamng tamu pelayan datang,,
''nyonya makan malam sudah siap,, ucap pelayan sopan,,
''iya, bik makasih ya,, ayok..rin papa.. ar'' kita makan dulu, ucap mama widya,,
''mereka menikmati makan malam nya dengan hikmat, hingga selesai dan melanjut kan obrolan di ruang tamu arin melihat jam di pergelangan tangan nya waktu semakin malam, arin terpikir belum menyelesaikan pekerja'an nya,,
''ma' arin naik dulu ya, ucap arin pelan,,
''saya harus tidur di kamar yang mana,, isi pesan arin,, sambil menunggu arin melihat ke luar melalui cendela besar yang ada di depa tangga,, sudah centang biru menungu balasan arya yang sedang mengetik,,
''dua kamar dari sebelah kirimu telat kamu melihat cendela,, pesan alasan dari arya,,
''dua kamar sa'at aku menghadap cendela berarti sebelah sini,, gumam arin,, lalu berjalan menuju kamar yang arya arahkan,, aglri. membuma perlahan pintu kamar itu,, nuansa maskulins mendominasi kamar itu,, terlihat beberapa foto anak laki laki mulai dari usia hayi hingga dewasa, yang sudah dapat di pastikan itu foto arya.
'dia memang sudah tampan sedari kecil, gumam arin, lalu bergevas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu dan menunaikan solat isa',, setelah menunaikan kewajiban nya arin segera mengerjakan perkerja'an nya yang belum selesai,,
''tak berapa lama tiba tiba terdengar hendel pintu yang bergerak dan pintu akan segera terbuka, perlahan pintu sudah mulai terbuka sedikit tapi arya belum juga masuk terdengar masih bicara dengan papanya yang juga akan masuk ke kamar nya,, sa'at pintu mulai terbuka lebar
''tunggu diam di situ,, ucap arin
__ADS_1
cepat,,
''ada apa,, ucap arya yang menghentikan langkah kakinya,
''saya sedang tidak memakai hijab,,
ucap arin sambil mencari keberada'an, hijab nya,, mendengar istrinya tidak mengenakan hijab nya arya membuka pintunya cepat,
secepat itu juga arin menyambar hijab nya dan bersembunyi di balik gorden lalu mengenakan hijab nya di saja,,
''kenapa aku tidak bisa melihat mu tanpa penutup kepalamu, ucap arya dingin sambil menghampiri arin di balik gorden,,
''sebenarnya anda bisa melihat ku tanpa penutup kepalaku, bahkan tubuhku pun sudah halal bagi anda, karna anda tidak meng ingin kan pernikahan ini lalu untuk apa anda ingin melihat nya, tidak penting kan, ucap arin sambil keluar dari balik gorden dan sudah mengenakan hijab nya kembali,,
Arya terhenyak dengan jawaban menohok istrinya,,
'lalu terdiam teringan ucapan mama nya sebentar tadi arin adalah gadis istimewa, hanya orang beruntung yang bisa melihat keindahan dirinya, dan orang yang beruntung itu adalah dirinya,,
Sekilas arya melihat kertas berserakan di atas meja,, arin duduk bertimpuh di lantai,, tangan nya dengan lincah menggambar sebuh tas dengan disain sangat elegans,
''gambarnya bagus sekalian batin arya,,
lalu arya masuk kekamar mandi sedang arin masih fokus dengan pekerja'an nya karna besok pagi rancangan nya ini harus segera di hantar ke perusaha'an sebenarnya kantuk sudah menguasai arin sejak tadi,, namun arin berusaha menahan nya sebentar,, lalu teringat bisa melanjutkan besok pagi setelah dirinya sholat subuh,,
arin menyudahi aktivitasnya dan mengambil bantal dan selimut membawa nya ke kursi sofa unguk nya tidur malam ini,,
''arya keluar dari kamar mandi melihat arin yang berbaring di sofa, sebenarnya arin tidak tega,,
''tidur lah di ranjang biar aku saja yang tidur di sofa, ucap arya,,
__ADS_1
''tidak terimakasih ucap arin dingin,,
''bersambung