
Hari yang di tunggu Renata dan haikal telah tiba, tamu undangan mulai berdatangan, tak terkecuali arin dan suaminya. tampak juga abah jafar umi aisah, fatma dan suami nya.
''Rin kalau tidak salah, pipi mu sekarang tampak lebih cabi, ucap fatma,,
''Masak sih, ucap arin mengusap pipinya.
''Iya Rin kamu sekarang tampak lebih cabi, sela umi aisah,
''Alhamdulilah umi. arin sekarang sudah isi, ucap widya sembari mengusap perut arin di balik gamis nya,
''Alhamdulilah, suara ucapan sukur itu mengema serentak bagai paduan suara.
''Semoga aku sebentar lagi juga nyusul ya Rin, ucap renata,
''Amin, semoga, ucap arin.
''tari juga semoga cepat nyusul ya tar, ucap widya.
''Tiada kata yang bisa menggambar kan perasa'an arin sa'at ini. bahagia itulah yang di rasa,
''Terimakasih sayang kamu lah sumber kebahagia'an semua orang yang ada di sini. bisik arya di telinga arin, seketika pipi yang mulai cabi itu bersemu merah,
''Apa yang kamu bisikan pada istrimu nak arya, sampai pipinya bersemu merah karna malu, ucap abah jafar,
'' Tidak ada abah, bohong arya, sedang arin menunduk kan wajah nya yang bertambah merah,
''haikal naiklah ke pelaminan tamu sudah mulai banyak yang datang, ucap arya mengalih kan pembicara'an,
''Abah jafar dan umi aisah mengekor di belakang haikal dan Renata, begitu juga widya dan papa bagus, mendampingi Renata, di hari bahagia nya ini,
''Haikal dan Renata keduanya sama sama yatim piatu, menambah kesan haru di hari bahagia itu,
''Sedari tadi arya tidak melepas pinggang sang istri sedetik pun. memeluk nya posesif, mengingat tamu haikal dari kalangan alim ulama, ustad muda yang tak kalah rupawan,
''Bima tampak tersenyum mencibir, melihat arya tidak melepaskan tangan nya dari pinggang sang istri.
''Arin, sapa seseorang yang menjadi tamu haikal malam ini,
''Ustad yusuf. ucap arin ramah, sedang arya tersenyum, yang sebenarnya hatinya mencelos tak suka,
''Kenalkan ini istri ku, ucap yusuf, seketika perasa'an lega menghampiri arya.
''Alhamdulilah, sudah punya istri, batin arya lega,,
''Usai memperkenalkan istrinya yusuf pamit ingin menemui haikal di pelaminan,
__ADS_1
''Banyak sekali orang yang mengenali mu sayang, bisik arya pelan, terhitung sudah beberapa kali seseorang memanggil nama arin, ada juga wanita bersama anak nya.
''Kita dulu sama sama, pernah belajar di pesantren sayang, wajar lah mereka mengenali ISTRIMU ini, ucap arin dengan menekan kata istrimu, sadar suaminya ini di landa perasa'an kuatir dan cemburu,
''Cemburu tak bertempat. bima kembali mencibir bos nya itu,
''Diam lah, ucap arya sedikit kesal,
''bawa pulang sekarang istrimu dan simpan saja di dalam kamar, ADIK IPAR,
''Mendengar ucapan terahir bima seketika arya melotot tajam, tidak terima posisinya di bawah bima sebagai adik ipar,
''Hah tetap saja aku yang menjadi menantu pertama pak aku dan bu ida, ucap arya tak terima,
''Pertama bagai mana tetap saja kamu sekarang adik ipar ku, arya mendengus kesal,
''Arin hanya tersenyum geli mendengar perdebatan arya dan bima asisten suaminya yang kini menjadi kakak ipar nya,
''Kenapa senyum suka iya, ucap arya
''Bukan seperti itu, ucap arin sedikit menahan tawanya,
''Dari kejauhan, tampak seseorang menatap tak suka pada kemesra'an sepasang suami istri itu, sedari tadi ia tak fokus menjalan kan tugas nya,
''Seandainya, si doni kayak suami arin aku tidak perlu capek bekerja, kerja'an doni hanya nganggur, minta uang terus sama aku, gerutu Vanesa,,
''Malam semakin larut arin sudah merasa lelah dan ngantuk beberapa kali arin mengajak suaminya untuk pulang akan tetapi arya masih sibuk berbincang dengan teman lamanya yang tak sengaja bertemu di acara itu,
''Arin beberapa kali menutup wajah nya menggunakan ujung hijab nya,
sa'at kantuk datang mendera nya.
''Arya menangkap istrinya yang beberapa kali menutup wajah nya menggunakan hijab, perlahan arya menghampiri istrinya yang duduk tak jauh darinya,,
''Sayang kita pulang sekarang, ucap arya pelan arin langsung bergegas berdiri semangat, mendengar kata pulang,
''Sedari tadi kenapa sih sayang aku beneran sudah sangat ngantuk, ucap arin pelan,
''Iya ma'af ya, gak enak sama temanku, ucap arya pelan,
''Setelah berpamitan denga haikal dan yang lain nya, arya membawa istrinya pulang, lagi di prakiraan arin melihat Vanesa sedang berdebat adu mulut dengan seorang pria, kali ini arin hanya melihat nya saja selagi pria itu tidak main tangan,
''ternyata duga'an arin salah pria itu sempat menampar Vanesa, hingga Vanesa tersungkur ke belakang, sa'at arin dan arya hendak mendekat ada seseorang yang sudah menolong Vanesa,
'' Sayang, biarkan saja itu sudah ada yang nolong, ucap arya mengurungkan niat nya, Arya takut kejadian Vanesa menginap di rumah nya terulang kembali jika arya dan arin menolong nya,
__ADS_1
''Kamu tidak apa apa, ucap pria itu tanpa melihat Vanesa,
''Aku tidak apa apa ucapa Vanesa,,
''Lain kali berhati hati lah, ucap pria itu lagi, masih sama mengalih kan pandangan nya
''Bisa tidaksa'at bicara tolong lihat kesini. Apa aku sangat menjijikan sehingga kamu tidak mau menatap ku. ucap Vanesa kesal,
''Ma'af bukan seperti itu, ucap pria itu lalu pergi tidak ingin bicara banyak lagi dengan vanesa.
''Vanesa menatap kepergian pria yang menolong nya tanpa sempat mengucap kan terima kasih,
''Ustad jayus sapa arin ramah, kala jayus melewati arin dan arya yang berdiri di depan mobil nya,
''Belum sempat jayus menjawab arin, Vanesa tiba tiba menyelanya,
''Kenapa anda tersenyum dan menatap arin sa'at bicara pada nya sedang dengan ku anda mengalihkan pandangan anda ucap Vanesa sarkas,
''Ma'af nona sungguh saya tidak bermaksud seperti itu, ucap jayus dingin,
''ma'af arin saya pergi dulu istri saya sedang menunggu, ucap jayus ramah,
''Sombong sekali, gerutu Vanesa.
''Dia tidak sombong, justru dia sedang menghormatimu, dengan tidak memandang mu, ma'af karna kamu tidak berhijab dan pakaian mu memang terbuka, ucap arin,
''Apa ada yang salah dengan pakaian ku, tanya vanesa, arin tersenyum,
''Apa anda seorang muslimah, tanya arin
''Ya aku islam, jawab Vanesa,
'' jika anda muslimah, Apa anda tau kewajiban muslimah, tanya arin lagi,
''Maksudmu apa, tanya vanesa, arin tersenyum lagi.
''Kewajiban muslimah menutup aurat nya. seperti pria tadi yang menolong mu kenapa dia menunduk kan pandangan nya dan tidak ingin menatap wajah mu, itu karna dia sedang menghormatimu penghormatan tertinggi seorang lelaki pada seorang muslimah yang tidak menutup aurat nya. jelas arin,
''Jadi aku harus memakai pakaian seperti mu, ucap Vanesa, arin tersenyum dan mengaguk pelan,
''jika hijab lelaki dengan menunduk kan pandangan nya, maka hijab muslimah dengan menutup aurat nya, lanjut arin lagi,
''Begitulah cara Allah menghormati wanita nya, memuliakan dengan menutup aurat nya, bukan juga sebuah kekangan, hanya orang tertentu yang bisa melihat kecantik kan nya mahram dan suaminya
''Bersambung'
__ADS_1