
Setelah kepergian dokter tari sekaligus kakak ipar nya, arya berbincang sedikit dengan penjaga di rumah nya, setelah itu arya bergegas naik keatas dan menuju kamar nya,,
''Rin kamu tidak apa apa kam aku tinggal sebentar, aku akan ke apotik menebus obat mu, sekalian beli sarapan, ujar arya lembut yang duduk di samping arin di pinggiran ranjang,
''Pergilah mas,,! aku tidak apa apa, aku akan menungumu, jawab arin pelan,
''Ya sudah kamu mau sarapan apa, mau di belikan apa. tanya arya lagi,
''Terserah mas arya, ucap arin lagi,,
''arya bergegas pergi untuk menebus obat arin di apotik, dan membeli sarapan untuk nya dan arin,,
''Arya melajukan mobil nya senyum di bibirnya tak berhenti mengembang, mengingat semua kejadian pagi ini, arya mengecup kening istrinya ciuman pertama mereka,
dan juga istrinya itu sudah tak mengenakan hijab sa'at di depan nya,
''Cantik rambut panjang indah alami, cantik natural meski tak memakai riasan,
''Arya menepikan mobil nya, di apotik menebus obat arin terlebih dulu, setelah selesai tak jauh dari apotik ada penjual bubur ayam arya teringat kemarin sempat makan bubur ayam, rasanya lumayan enak,
''Arya berjalan menuju warung itu dan memesan dua bubur ayam di bungkus,
''Setelah selesai membeli bubur arya bergegas menuju mobil nya, namun di tengah perjalanan langkah nya terhenti,, sa'at mendengar suara yang sangat di kenal nya, tamara tantenya renata istri dari adik papanya arya,
''Arya, kenapa kamu begitu tega mencampak kan renata, tidak kah kamu ingat, kebersama'an kalian selama lima tahun, tanya tamara sarkas tanpa basa basi..!
''ma'af tante aku memang sangat mencintai renata, dan aku tidak ingin kehilangan nya, sebelum nya aku juga sudah memberi pengertian pada renata, agar bersabar menunggu perceraian ku dengan istriku, tapi apa renata selalu membuat ulah,, sungguh tingkah laku nya membuatku jengah, terang arya pada tamara,,
''Lalu kenapa kamu membanding bandingkan renata dengan wanita itu, dan kamu dengan mudah nya perpindah ke lain hati, tanya tamara lagi,
''Wanita itu istriku namanya arin, kenapa aku membandingkan nya, karna memang kenyata'an nya seperti itu, istriku lebih baik dari renata, aku tidak akan pindah kelain hati jika renata lebih baik dari istriku, sungguh kelakuan renata membuat ku kecewa, yang perlahan mulai mengikis rasa cintaku,
''Tamara terdiam kenapa renata tidak mengambil hati arya justru membuat nya semakin menjauh,
''Dengar ar',,! kamu tau sendiri kan sifat renata dia wanita nekat, ujar tamara lagi,
__ADS_1
''Aku tau tante karna itu seharus nya tante menasehatinya, memberi pengertian pada renata, untuk menerima kenyata'an bahwa hubungan ku dengan renata sudah berahir, ucap arya lagi,
''Mendengar ucapan arya tamara tampak marah, ia meninggal kan arya dengan kekesalan nya,
''Arya menghela nafasnya pelan, sepertinya perjalana rumah tangganya dengan sang istri akan banyak mengalami gangguan dari mantan kekasih nya, karna sepertinya renata tidak akan tinggal diam,
''Arya melajukan mobil nya menuju rumah. sepertinya sedikit lama ia meninggal kan arin di rumah, arya turun dari mobil nya bergegas masuk dan langsung menuju dapur,
''Memanas kan kembali bubur kedalam microwave, dan menyajikan nya lalu membawanya ke atas untuk di berikan pada istrinya,
''Arya tampak tersenyum melihat istrinya tertidur,
''Rin,,! panggil arya pelan,
''Perlahan arin membuka matanya dan tersenyum,
''Makan lah dulu, setelah itu minum obat nya,
''ma'af aku sedikit lama, penjual bubur nya lumayan antri, bohong arya, tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya terjadi, takut menbah pikiran istrinya,
''Mau aku suapin ucap arya menawarkan diri,
''Tidak usah aku bisa sendiri mas arya juga makan mari kita makan bersama,
''Arya duduk di pinggiran ranjang, sama sama menikmati sarapan bubur ayam pagi ini, setelah selesai arya mengambil obat arin dan memberinya segelas air putih,
''Minumlah obat nya, aku juga buatkan teh, setelah ini beristirahat lah, ucap arya lembut,
''Ma'af aku jadi merepotkan mas arya, sampai tidak kekantor, ucap arin pelan,
''Sudah lah tidak usah di pikirkan ini memang sudah tanggung jawab ku dan kewajibanku, yang memang sudah sangat terlambat
untuk aku melaksanakan nya, ucap arya lagi,
''Biarkan aku duduk sebentar mas, baru juga makan masak iya langsung mau tidur, paling tidak biarkan perutku mencerna makan nan nya sebentar, ucap arin lembut terserah kamu,
__ADS_1
''Terserah kamu saja, aku akan duduk di sofa mengecek imel dari bima, sebelum aku tidur aku juga sangat mengantuk, ucap arya
''Arin mengaguk dan tersenyum,
''hari ini arya tidak kekantor ia merawat arin yang sedang tidak enak badan, menikmati peran nya sebagai suami, meski harus terjaga semalaman,
''Arya tampak tersenyum melihat istrinya tertidur setelah meminum obat nya, arya juga menyusul istrinya menjemput mimpi di kursi sofa,
''Arya memilih tidur di sofa, meski hubungan nya dengan sang istri sudah mulai terjalin tapi arya belum mendapat kan ijin sang istri untuk tidur satu ranjang dengan nya,
''Di kantor..
''Bima tampak sedikit kalang kabut dan sibuk miting sana sini, karna sang bos hari ini tak datang kekantor,
''Pak bima, di mana pekerja yang kemarin itu, apa dia sudah di pecat, tanya tisa tiba tiba dengan nadanya yang kurang suka dan terlihat kecewa,
''Bukan urusan mu, dan jaga sedikit ucapan mu tentang pekerja yang kemarin, jika kamu tau siapa dia yang sebenarnya kamu pasti menyesal, jawab bima sarkas,
''Bukan begitu pak, kita sama sama bekerja, kenapa pekerja yang kemarin mendapat kan perlakuan istimewa dari perusaha'an itu sangat tidak adil buat kami pak, ucap tisa lagi tidak terima,
''Tisa sudah diam lah, jangan banyak protes, dila mencoba mengingatkan rekan kerjanya itu,
''Kamu tau aku tidak ada waktu meladeni protesmu, yang menurut ku tidak penting, urus saja pekerja'an mu, diam dan tutup mulut mu, sampai hari itu datang dimana kamu tau siapa sebebarnya pekerja yang kemarin, tegas bima sengan penuh wibawa,
''Ketika arya tidak ada kendali kantor ada di tangan bima sepenuh nya,
''Bima tidak segan segan memecat kariawan yang menurut nya tidak benar dalam menjalan kan tugas nya,
''Tisa tampak terdiam, nyalinya sedikit menciut, perlahan memundurkan langkah kakinya meninggal kan bima dengan menunuduk kan pandangan nya seraya berkata ma'af..!
''Yang lain lanjutkan berkerja jika masih mau, jika sudah bosan aku tunggu surat pengunduran diri kalian di meja kerjaku, tegas bima lagi dengan sorot matanya yang tajam,
''Pak bima, ini berkas yang bapak minta, ucap salah satu kariawan menghampiri bima,
''terimakasih ucap bima
__ADS_1
''Bersambung,,,,