
''Siang bergati senja, senja menghilang berganti malam, arin masih terbaring lemah di atas ranjang, panas badan nya sudah menghilang, sakit di kepalanya sudah mereda, tinggal memulih kan tenaga yang sudah habis tak bersisa,
''Arya tak membiarkan sang istri turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya barang sejengkal, hanya ketika arin ingin ke toilet, setelah nya semua keperluan arin arya sudah sediakan,
''Setelah makan malam arin duduk santai di kursi sofa sambil memain kan poncel nya menunggu arya yang masih mencuci peralatan bekas makan mereka, tiada bik sumi jadi arya melakukan semua mengingat arin memang lagi kurang sehat,
''Masih mengenakan sarung dan baju koko nya arya keluar dari dapur dengan membawa secangkir teh jahe untuk arin, dan kopi untuk arya sendiri,
''Arin menoleh sa'at pintu kamar terbuka. tersenyum manis ke arah sang suami yang juga tersenyum ke arah nya,
''Mas arya,,? arin berdiri hendak menerima nampan dari arya,,
''Duduk saja, cegah arya.
''Terimakasih seharian ini aku merepot kan mas arya, arin berkata pelan,
''Aya tersenyum tipis, ia tak merasa di repot kan, ini hanya bukti kecil kasih sayang nya terhadap sang istri,
''sudah minum obatmu rin tanya arya pelan,
''Sudah mas baru saja, jawab arin pelan..
''Arya tampak mengambil poncel nya. menghubungi sang mama,
📲
''Ada apa ar' tanya widya di sebrang telepon,
''Mah.. bik sumi pulang kampung, jadi di rumah gak ada orang yang bersih bersih, ini arin juga lagi sakit, terang arya,
'Kenapa gak bilang dari kemarin, terus kaeada'an arin gimana, tanya widya panik,
''Arin sudah mendingan, ini sekarang lagi istirahat, terang arya lagi,
''Iya sudah besok pagi mama kesana, ucap widya dalam telepon sembari menutup sambungan nya,
''Arya meletak kan poncel nya di atas meja, sekilas arin melihat wallpaper di ponsel arya seperti fotonya tapi arya dapat dari mana,
''Mas arya ini foto arin, dari mana mas arya mendapat kan nya, tanya arin penasaran,
''Ma'af aku mengambil nya dari media sosial mu. terang arya,,
__ADS_1
''Arin tampa tersenyum kembali mengingat wallpaper suaminya dulu foto arya dan mantan kekasih nya,
''Arin berjalan menuju ranjang, matanya benar benar tidak bisa untuk di ajak berjaga lagi.
''Sedang arya masih sibuk dengan leptop nya, pelahan arya meletak kan leptopnya di atas meja, lalu berjalan mendekati ranjang untuk mengambil bantal dan selimut,
''Mas arya mau kemana tanya arin heran,
''Biar aku tidur di sofa, ucap arya pelan, arin menghela nafas nya pelan,
''Apa mas arya tidak igin tidur satu ranjang dengan ku, tanya arin pelan,,
''Apa itu artinya kamu sudah mengijin kan dan menerimaku sebagai suami tanya arya ragu,
Apa aku pernah menolak mu mas, untuk menjadi suamiku, mau aku ingat kan siapa yang menolak siapa, arin berkata sembari melipat tangan di dada,,
''Tidak usah terimakasih, arya terlalu malu mengingat ia dulu tidak mau menerima pernikahan nya,
''Ya sudah tidurlah dulu, aku mau menerus kan perkerja'an ku, tanggung tinggal sedikit, arya berkata sembari meletak kan kembali bantal dan selimut yang tadi sempat ia pegang,,
******
''Buah dari rasa sabar, doa yang terkabul kan, hikmah dari rasa sakit yang terpendam,
''Arin duduk di meja makan menikmati sarapan yang mama mertua nya bawakan, sedang arya sudah pamit kekantor, dan berjanji akan segera pulang,
''Rin mama belum bisa membawa kan pengganti bik sumi, nanti mama akan bawakan bik atun saja ya, tadi mau mama ajak kesini, di rumah masih sangat sibuk, terang widya,,
''Tidak apa apa ma' sebenarnya arin bisa mengerjakan nya sendiri, nanti jika arin sudah sehat, arin berkata sambil tersenyum,,
''Tidak bisa begitu dong rin, kamu pasti capek mengurus rumah dan membersihkan sendiri,
''Atau tanya pak udin, siapa tau istrinya mau membantumu sementara, selagi bik simi belum datang, ucap widya memberi saran,
''Iya ma' mas arya kemarin juga sepat bergikir seperti itu. ucap arin,
''Ya nanti kamu tanya arya lagi, suruh dia segera tanya pak udin,
''Arin mengaguk kan kepalanya pelan,
__ADS_1
''Kamu sudah enakan rin. setelah ini lanjut minum obat mu dan beristirahat, tidak apa apa kan jika mama tinggal sendiri, lagian tadi arya berjanji pulang sa'at makan siang, ujar widya sebenarnya juga tidak tega meninggal kan menantu nya sendiri dirumah dalam keada'an sakit. meski sudah ada penjaga,,
''Tidak apa apa ma' nanti kalau ada apa apa arin akan menghubungi mas arya, ucap arin pelan,,
''Setelah membereskan peralatan makan mereka dan mencucinya. widya segera pamit pulang pada manantunya,
''Rin mama pulang dulu kunci pintunya dari dalam, kalau ada apa apa segera hubungi arya, atau mama, istirahat lah, jaga kesehatan persiap kan dirimu, ucap widya sambil tersenyum
''Tapi kalimat terahir widya membuat arin mengerut kan dahinya,
''Persiap kan untuk apa batin arin,,
''Iya ma' hati hati di jalan, ma'af sudah merepotkan mama, ujar arin senyum terus mengembang di bibir nya yang masih tampak pucat.
''Arin kembali masuk kedalam rumah tak lupa menutup dan mengunci pintunya. arin tak lantas naik ke atas melain kan duduk di ruang keuluarga sembari menonoton siaran televisi, rasa kantuk setelah minum obat melanda tak terasa arin tertidur di kursi sofa,
''Sampai siang menjelang, arya memenuhi janjinya untuk pulang di sa'at waktu makan siang, meninggal kan pekerja'an nya yang sebenarnya sedang menantinya,
''Bibir arya tampak melengkung membentuk senyuman kala melihat istrinya. tertidur di kursi sofa dengan telivisi yang masih menyala,
''Arya meletak kan kantong makanan yang iya bawa di atas meja makan, sambil menanti arin terbangun dari tidur nya,
''mendengar suara dari arah meja makan arin mebuka matanya, perlahan bangun dari tidur nya dan berjalan menuju meja makan melihat siapa yang menimbul kan suara,
''Mas arya panggil arin mengaget kan arya,
''Rin kamu sudah bangun, makan dulu ya ini aku sudah panas kan ucap arya lembut.
''Makasih ya mas. arin merepotkan terus, ucap arin pelan sembari menarik kursi lalu menjatuhkan bobot tubuh nya,,
''Kenapa terimakasih terus, ini memang seharusnya seperti ini, ucap arya lagi,
''mas,,! mama bilang suruh tanya pak udin, mengenai orang yang membantuku membersih kan rumah sementara sampai bik sumi kembali dari kampung,
''Jadi mama tidak bisa mencarikan orang, dahi arya tampak berkerut,
''Sepertinya seperti itu, ucap arin lagi,
''Makan lah,, ucap arya sembari ikut duduk di samping arin,
''Terimakasih, ucap arin pelan
__ADS_1
'''Bersambung,,