Karena Ku Sanggup

Karena Ku Sanggup
yakin


__ADS_3

Arya berjalan santai menuju parkiran lalu masuk kedalam mobil,, arya tak lantas menyalakan mesin mobil nya pikiran nya terus tertuju kepada sosok istrinya arin,


setiap prodak yang arya luncurkan, dari hasil rancangan arin hasilnya mencengangkan. perusahaan arya selalu mendapat ke untungan yang fantastis,


'Arya mengggigit kuku jarinya, satu tangan nya ia lipata di perut, satu bulan ini arya sudah tidak menemui renata, aneh tapi nyata tidak ada rasa rindu yang menggebu seperti dulu,, meski setiap malam renata selalu menghubungi nya,, bahkan arya terkadang malas untuk mengakat panggilan telepon dari renata,


'Tok..tok..


'Arya kanget dengan suara ketukan di kaca mobil nya , arya menurun kan kaca mobil nya sedikit,,


''Renata, ucap arya kaget,,


''Ar' buka pintunya, ucap renata dan tanpa basa basi langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping arya,


''Ada apa, ucap arya datar,,


''Kok kamu gitu sih ar, ucap renata sedikit mengkerut kan keningnya.


''Re' aku sudah bilang kan kita jangan bertemu dulu, ucap arya pelan,


''Aku tau ar' untuk tidak bertemu aku masih bisa terima, tapi kenapa panggilan ku juga kamu tidak angkat, padahal kamu juga sedang online, jawab aku ar' ucap renata penuh amarah,


''amu lagi bersama mama ku, ucaparya pelan,


''Kamu bisa kan, kirim pesan singkat, ucap renata lagi,


'ku mohon mengertilah re'. ucap arya lagi,


''Kenapa harus aku yang selalu mengerti, kenapa tidak wanita perebut itu' ucap renata,


''Dia bukan perebut..


''Kamu membelanya ar'..


''Tidak..


''Lalu..


''Aku hanya melihat dari sisi pandang ku yang menurut ku benar, ucap arya pelan,


''Jadi menurutmu aku yang salah. ucap renata menatap arya tajam,


''arya mendesah pelan,, menarik nafasnya lalu hembuskan kasar.

__ADS_1


''keluar lah re' aku masih banyak kerja'an, ucap arya pela membuang mukanya kearah sammping cendela, renata terperangah mendengar ucapan arya yang menyuruh nya keluar dari mobil nya,,


''kamu mengusir ku ar' ucap renatak tak percaya, kekasih nga yang dulu sangat mencintai nya, kini sudah banyak berubah, semenjak menikah,,


''arya''..panggil renata lagi namun arya masih tak bergeming dan tak men jawab kekasih nya,,


''Aku masih banyak kerja'an re',,


''Bohong..! ucap retana cepat..


''sedari tadi aku melihat mu hanya duduk di cafe bersama asistenmu,, ucap renata lagi,


''aku di cafe juga membahas pekerja'an' terang arya,,


''aku tidak percaya kamu banyak berubah, ar' kamu bukan arya yang dulu,, ucap renata sendu, air matanya tumpah, sebenarnya arya tak tega, namun kini hatinya di selimuti rasa bersalah pada istrinya, meyesal memang datang belakangan,


'renata perlahan keluar dari mobil arya, berjalan lesu dengan sejuta rasa tak percaya,


'Arya perlahan menyalakan mesin mobil nya. melaju menuju rumah sakit tak sampai tiga puluh menit arya sudah sampai di lobi rumah sakit, lalu pemakirkan mobil nya


arya berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang dokter tari arya sudah membuat janji dengan dokter tari,,


''tok..tok..


''Duduk lah.. ucap tari..


aku harus memanggil mu apa, pak arya atau adik ipar ucap tari sambil tersenyum tipis,,


''Terserah anda ucap arya singkat,,


''Langsung saja uap arya datar,,


''Baiklah, kesehatan kekasih anda sejauh ini sudah banyak kemajuan nya bisa di bilang sudah tuju puluh persen, tari memberikan rincian tetang kesehatan renata pada adik ipar nya, miris suami adik nya ini menanyakan kesehatan wanita lain,


''Arya menyimak lembaran kertas rincian kesehatan renata. meski tidak faham dengan istilah medis,


''baik lah aku mengerti, tolong pantau terus kesehatan nya, sampai dia benar benar sembuh total, ucap arya tegas,


''dan satu lagi, aku dan pasien mu sudah tidak ada hubungan apa apa, aku hanya memastikan kesehatan nya itu saja, karna akj masih punya hati tidak meninggal kan dia dalam keada'an sakit perlahan aku akan menyudahi hubungan ku dengan pasien mu,


''dengan adik ku bagai mana tari menyela ucapan arya cepat,


''Aku akan mencoba memulai nya, meski aku tau ini terlambat, jcap arya lagi,

__ADS_1


''Adikku orang yang baik, meski dia sedikit keras kepala, menurutku wajar. ada sisi baik nya, keras kepalanya, ketegas san nya dan yang paling penting dia salihah, aku berani menjamin nya. kamu tidak akan pernah menyesal meninggal kan renata demi adik ku, ucap tari sangat yakin,


''hem..! aku tau ucap arya singkat,


''aku pamit dulu. ucap arya lagi,, tari hanya mengaguk dan tersenyum,,


''arya berjalan keluar dari ruangan dokter tari sa'at arya bejalan di ujung lorong arya melihat seseorang tengah menatik paksa seorang wanita membawanya ketempat sedikit sepi,,


''renata, arin batin arya, lalu arya sedikit mendekat melihat dan mendengarkan percakapan mereka,,


''lepas..arin menepis kasar tangan renata yang menarik nya paksa secara tiba tiba,,


''kamu tau aku siapa tanya renata,,


''Ma'af saya tidak tau anda siapa dan tidak ingin tau juga anda siapa karna bagi saya tidak penting, renata menatap arin geram,


''Aku kekasih arya, ucap renata bangga mengatakan itu pada arin,


''Saya sudah tau, ucap arin santai,


''lalu..! tanya renata lagi,


''lalu apa..! tanya arin balik,


''kamu tidak marah,,! ucap renata,,


'' lalu anda ingin saya bersikap seperti apa, marah kepada anda, mencakar, menampar, menjambak rambut anda atau menyebut anda perebut suami orang, asal anda tau saya tidak akan pernah melakukan hal itu, karna menurut saya memalukan meski sebenar nya anda pantas untuk mendapat kan nya,, ucap arin santai,


''renata terprangah mendengar ucapan arin


''aku pantas mendapat kan itu ucap renata menujuk dirinya sendiri, tak percaya dengan apa yang arin ucap kan barusan


''aku tidak pernah merebut arya dari mu, kamu yang datang di antara kami, aku dan arya saling mencinta, ucap renata bangga,


''arin tak bereaksi apa apa. hanya mennanggapi santai, ucapan renata,


''apa kamu mencintai arya. tanya renata,,


''bukan kah saya sudah pernah bilang kepada anda saya tidak mencerktakan hal pribadi pada orang asing, ucap arin masih santai,,


''kamu' ucap renata sambil melayangkan tangan nya yang hendak menampar pipi arin, tapi arin sudah menangkap tangan renata,


''dengar nona, jaga sikap anda, jangan sampai sikap arogan anda menjadi bumerang untuk diri anda, dan lagi saya bukan anda yang bangga mencintai suami orang, ucap arin sambil membuang kasar tangan renata,

__ADS_1


''renata semakin geram, tangan nya terlihat terkepal, dada nya naik turun menahan amarah dan emosinya , sedang arya sedari tadi hanya terdiam, melihat dua wanita berbeda karak ter, hatinya kini benar benar yakin bahwa arin seseorang yang Allah kirimkan untuk nya,,,


__ADS_2