
" terima kasih " kata Rania menganggukkan kepala pada pelayan yang menunjukkan jalan menuju ke toilet itu....saat itu toilet wanita sedang sepi,dia melangkah masuk dan mulai membersihkan gaunnya yang bernoda dengan air... sedikit - sedikit saja.....supaya tidak kelihatan begitu basah.
Sendirian berdiri dimuka cermin didepan wastapel Rania terkejut saat seseorang berdiri dibelakang tubuhnya....dan dia melihat dari pantulan kaca wastapel,secepat kilat berbalik saat melihat Richo yang masuk ketoilet wanita itu....dan karena merasa tidak ada pengguna toilet yang lain Richo dengan gerakan gesit menutup pintunya.
" Richo....kenapa kamu kesini ? " Rania menatap dengan perasaan sedikit takut juga,karena ekspresi wajah Richo yang tampak berbeda dari biasanya.....seperti bernaf** terhadap dirinya....tidak tahu apakah hanya Rania yang berpikir terlalu jauh,tapi dia merasakan hal itu,dan instingnya menyalakan alarm tanda bahaya....dia menoleh takut pada pintu dibelakang tubuh Richo....apa maksud Richo menutup pintu itu.
" Nia...." Richo mendekat dan berkata perlahan serta penuh kehati-hatian, suaranya terdengar begitu serak....dia sedikit khawatir Rania berteriak atau bertindak diluar kendali dirinya karena menganggap aneh dirinya itu.
" Aku ingin bilang kalau sebenarnya awal aku berhubungan dengan Nella karena dia yang menggodaku terlebih dulu dan membujukku agar aku menjalin hubungan yang rahasia dengannya.....aku tidak mau .....tapi dia terus merayuku ....." mendengar ucapan bermaksud menjelaskan dari Richo itu bukannya Rania terpengaruh atau merasa simpati pada mantannya itu....malahan dia justru jijik dan amarahnya seketika saja bangkit,matanya menyorot tajam dalam tempo yang mematikan.
" Aku tidak ingin mendengar cerita itu darimu Rich....asal kamu tahu " Rania menating telunjuk didepan wajahnya.
" Ka....mu....itu.....sangat .....menjijikkan....juga menggelikan.... " Rania berucap kata perkata,sepotong-sepotong....setiap kata sengaja dia tekan nadanya.
" bagiku tidak....penting....kamu....dan.....Nella bagiku sudah end....puas ? "
__ADS_1
" seharusnya kamu tidak bersikap begitu padaku ...karena kalau mengungkit kesalahan harusnya Nella juga berhak dipersalahkan " pembelaaan diri dari Richo itu justru sangat memuakkan ditelinga Rania,tanpa sadar dia ingin mengepalkan tinjunya....Richo baginya bukan cuma sekedar bajingan saja ....tapi sangat memprihatinkan....dia merasa wajah Richo yang tanpa merasa bersalah itu membuatnya ingin mengenyahkan pria itu dari hadapannya atau dia saja yang sebaiknya menyingkir dari tempat itu.
" Tidak ada bedanya bagiku diantara kalian berdua " desis Rania dingin....melipat tangannya di dada.....dan bermaksud pergi tapi sayangnya harus melewati tubuh Richo
" kalian sama-sama brengsek " tapi ucapan Rania terhenti saat Richo maju dan tanpa ba-bi-bu menarik pinggang Rania kuat dan memeluknya erat.....Rania yang tidak menyadari tindakan mengejutkan itu langsung megap... megap berontak.
" lepasin aku Richo....sialan....lepasin " Rania mengulurkan tangan untuk mencakar wajah Richo tapi dia kalah cepat .....Richo mengunci pergelangan tangannya dan menarik tengkuk dibelakang lehernya....pria itu ingin menciumnya secara paksa.
" kamu sudah gila,Richo...." Rania berusaha sekuat tenaga menyingkirkan wajahnya dengan terus memalingkan muka kesana kemari,dan penolakannya itu justru semakin membuat Richo tambah bersemangat tapi juga sedikit diliputi rasa berang.
" Tolooongg....tolong ....ada orang diluar ...." dia memekik dengan suara yang habis volume....dan Richo membekap mulutnya dengan telapak tangan....melesakkan tubuh Rania merapat Kedinding.....Rania tak bisa berteriak lagi....
" Diam Rania....atau aku akan bermain kasar denganmu .....seharusnya kamu diam saja dan menikmati.....seperti temanmu itu....yang selalu bergairah terhadapku....dia jauh berbeda denganmu.....aku...." Richo memagut bibir Rania kuat....dan Rania mengeluarkan tangisan tanpa suaranya.....bibirnya seketika membengkak dan semangat Richo untuk memilikinya kian menjadi saja.
" Seharusnya sudah dari dulu aku mengambil kevirginan kamu....tapi kamu itu sok naif....menciummu saja susah sekali " Richo tersenyum seperti mengejek....dia sekali lagi ingin mencium seluruh wajah dan bibir Rania tapi Rania memilih menyeruduk kan kepala kepinggang pria itu.....dia berontak semakin menjadi tapi Richo semakin garang tak tertandingi....dia berhasil mendorong tubuh Rania jatuh kelantai semen dan Rania mengaduh saat pinggangnya tersenggol pinggiran wastapel ketika jatuh itu....dia meringis....memundurkan tubuh dengan menggeser duduknya....dan Richo menindihnya....sekali lagi teriakan keras berhasil Rania keluarkan.
__ADS_1
" Tolong aku ...." Dia merintih....mencoba bangkit tapi Richo berhasil menarik gaun bagian atasnya dan srek......gaun itu sobek dari tepian bawah leher didepan dada sampai kepinggang Rania....seketika kulit putih nya itu terekspose yang ditutupi pakaian dalam warna merah bata......melihat keindahan itu Richo semakin menggila dan menerjang tubuhnya.....Rania berada dibawah kekusaaannya.....masih mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan diri Rania mendorong tubuh Richo kuat namun pria itu tak bergeming sedikitpun....dia sudah nyaris putus asa ....dan pada saat itulah seseorang mendobrak pintu toilet yang tertutup tanpa dikunci itu dalam satu hentakan dan seorang pria berdiri disana.
#######
( POV DION )
Ketika tiba didepan toilet pria Dion masuk dan mulai membersihkan wajahnya dengan air dan mengusapnya perlahan dengan tissue,sampai merasa sudah mulai bersih....dia mencuci tangan dan sekali lagi menatap cermin .....memastikan kalau wajahnya sudah sangat bersih lalu ingin keluar dari toilet itu....namun telinganya saat itu seperti mendengar suara seseorang minta tolong.....tidak jelas....terkesan sayup.....dan itu berasal dari toilet wanita.... sekali lagi menajamkan telinga.....benar ...seperti suara gaduh....atau baku hantam.....apa ada wanita yang terlibat perkelahian ?
Dion bergegas keluar dari toilet pria .....dan menuju kemuka toilet wanita....hening tak ada siapa- siapa orang didekat situ....namun suara seperti orang terjatuh dengan bunyi gedebuk membentur dinding begitu terdengar sekali....sedangkan pintu toilet itu ditutup atau dikunci kah.?....Dion mengintip dari lubang kunci....sesaat seperti lengang.... mencoba untuk terus melihat lebih jauh lagi....dan dia mendapati seorang wanita agak tersudut diruangan yang tidak terlalu terlihat jelas seperti sedang ingin diperkosa oleh seorang pria yang dia tidak bisa jelas melihat wajahnya hanya selain punggungnya....dan wanita itu dalam tampilan yang bisa ditangkap yang sebatas lubang kunci itu tampak ingin melepaskan diri tapi tak bisa.....dan dia mendengar teriakan terakhir dari wanita itu saat si pria benar - benar ingin berhasil menaklukannya......!
Dan Dion tidak bisa membiarkan hal itu terjadi dengan hanya diam dan mengabaikannya sementara dia
mengetahui didepan matanya sendiri....wanita itu sedang ingin diperkosa pria itu dan dia harus menghentikan kejadian itu....dia mengutak-atik handle pintu dan ternyata untungnya tidak dikunci dia menghempaskan nya dalam satu hentakan dan terbuka.
" lepaskan wanita itu....atau aku akan memanggil
__ADS_1
pihak keamanan disini "