KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 44 : DI PERUSAHAAN


__ADS_3

" kamu tahu sekarang posisi mu sebagai apa ? " Abian sedikitpun tidak menunjukkan wajah panik ketika mendapat pertanyaan itu dari Richo itu,


" aku putra dari Rayyan pemilik perusahaan besar sekelas Arrayan Gruf " sahut Richo masih tidak mengerti.


" Dan perusahaan Anggara Global Corf ? adalah perusahaan besar yang selalu bersaing keras merebut tender -tender besar bagi perusahaan kita "


" om ini persoalan apa sih ? aku tidak mengerti,apa hubungannya Rania mantanku yang om bisa begitu ingin tahu dengan segala seluk beluk perusahaan ? "


" kamu sudah lihat kan foto Dion Anggara dengan gadis itu,artinya...apa yang bisa kamu tangkap dari foto itu ? " Richo diam....dan Abian melanjutkan pencapaian tujuan yang ingin dia jelaskan.


" Kamu belum jawab pertanyaan om "



" Rania sepertinya menjalin hubungan dengan Dion Anggara,mungkin mereka sebagai sepasang kekasih "



" bukan itu saja,Rania adalah titik kelemahan dari Dion....artinya....kita harus mengacaukan hubungan mereka dan dengan begitu bagaimana Dion akan bisa tetap stabil pada karirnya jika.....dia sedang galau dan ditimpa banyak problem " Richo menggeleng kuat,tidak setuju pada pendapat yang diutarakan Abian itu.



" om punya dendam apaan sih pada Dion dan dengan memiliki rencana seperti itu untuknya serta mengaitkan Rania didalamnya ? lalu apa gunanya aku dipanggil ? " Abian masih mencoba menyabarkan hati....Bagaimanapun Richo masih belum terlalu dewasa untuk mengurusi perusahaan sebesar Arrayan Gruf dengan pemikiran nya selama ini.



" karena kamu putra mahkota yang akan jadi pewaris Arrayan Gruf "



" truuuss....bukannya ini perusahaan besar yang sudah berjalan mapan dan stabil ? aku cukup santai dan menikmati tanpa harus pusing mengurusi semua ini "


__ADS_1


" apa yang akan dinikmati dari perusahaan yang sekarang sudah sering goyah dan collab seperti ini ? banyak tender besar yang jatuh ketangan Dion .....kita hanya mendapat sisa - sisa bagian kecil.....yang sering tidak berguna,perusahaan kita diujung tanduk....kamu tahu dulu kita selalu diposisi pertama atau kedua diurutan tangga pemegang saham -saham luar biasa,sekarang bahkan beberapa saham sudah banyak yang dijual....perusahaan kita berada diposisi ketujuh dan Anggara global Corf diurutan puncak " suara Abian yang begitu menggebu itu terungkap kepermukaan dan Richo terhenyak......dia tidak menyangka perusahaan yang kelak akan jadi miliknya itu sedang sakit parah dan kemungkinan akan sekarat.....dan om Abian benar,masihkah mereka bisa hidup enak dan nyaman seperti sekarang jika perusahaan mengarah pada kehancuran ? dan dia tidak bisa lagi sok-sokan untuk bersantai dalam hal ini....dia harus memikirkan cara untuk mempertahankan perusahaan.



" om.....om memanggilku dalam hal ini.....hanya untuk menjelaskan ini agar aku secepatnya sadar diri ? " Richo berucap seperti dalam ketidakberdayaan dan Abian sangat senang ternyata memahamkan seorang Richo tidak lagi begitu sulit seperti tadi.



" ya Richo....kita harus berjuang....kita harus singsingkan lengan baju,ayahmu sedang sakit dan sering melakukan pengobatan kesingapura.....kita yang sehat yang harus memikirkan ini....demi apa ? demi siapa ? ya demi kita juga,supaya kita tidak hancur bersama,tetapi bangkit bersama....kita harus pikirkan bagaimana menghancurkan pesaing kita meski itu dengan berbagai cara......." Abian menepuk-nepuk pundak Richo merasa sangat bangga karena itu.


########


" aku ada meeting dengan beberapa klien....diballrom ruangan rapat,kamu kalau merasa lelah ,ngantuk atau ingin tidur bisa masuk keruangan khusus itu " Dion menunjuk dengan dagu pada sebuah pintu dibagian belakang ruangan kantornya.....dia hanya ingin Rania merasa nyaman ditempat kerjanya itu.


" jika kamu perlu apa-apa,ingin minta dibuatkan minuman atau makan sesuatu dari kantin diperusahaan ini kamu bisa memanggil Friska sekretaris ku yang ada dimuka pintu " Rania mengangguk,merasa nyaman sekaligus merasa tidak nyaman karena apa -apa dia jadi membuat Dion harus memperhatikan dan mengaturnya sehingga sangat merepotkan pria itu... .senangnya berada disini.....batu sekarang dia berada diposisi seperti seorang ratu yang akan dilayani,seperti didalam rumah dipinggiran kota itu.




" oke...aku tinggal dulu " dia menoleh pada Darren yang sejak tadi sudah menantinya dimuka pintu dengan tangan bersidekap didepan dada dan tubuh yang disandarkan dikusen pintu.....sekali menekan kedua pipi Rania dengan jarinya,dan Rania melajukan hal sama.....adegan sedikit mesra dan begitu menarik perhatian itu membuat Darren membuka suara.



" teruskan saja lagi dengan hal-hal lainnya pak Dion,maka kamu akan terlambat keruang rapat atau justru tidak hadir sama sekali " Dion tersenyum miring mendengar ucapan penuh sindiran itu....dan akhirnya memilih melepaskan tangan pada Rania sebelum terasa begitu dengan berat hati meninggalkannya sendiri



Dan sudah nyaris satu setengah jam Rania terkapar diruangan Dion itu sambil membuka banyak aplikasi di hape....dan sungguh itu sangat membuatnya cepat lelah dan begitu sangat bosan.....dia tidak ingin istirahat dikamar khusus yang ada diruangan itu,karena dia perlu untuk menyegarkan diri,dia berjalan keluar pintu dan berdiri didepan meja Friska yang sedang sibuk berkutat dengan laptopnya....merasa tidak enak harus mengganggu gadis itu.



Friska mendongak ketika menyadari seperti ada seseorang didekatnya sekarang dan melihat Rania yang tersenyum manis sekedar melakukan sapaan awal yang pertama.

__ADS_1



" iya....nona....ada yang bisa saya bantu ? " Friska menyapa ramah.


" atau nona perlu sesuatu ? minum....? makan ? atau hal lainnya ? "



" tidak " Rania meringis dan menggeleng cepat.


" aku hanya ingin punya teman ngobrol,masalahnya aku sendirian didalam....jadi aku keluar,tapi aku tahu kamu sedang sibuk,jadi aku tidak akan mengganggumu ....aku cukup hanya duduk didekatmu dan ....." ucapan Rania dipotong Friska dengan bantahan cepat.



" tidak nona....aku tidak terlalu sibuk,ini hanya beberapa laporan kecil yang akan kurekap.....tapi sudah nyaris rampung.....aku bisa menghandelnya dulu,toh pak Dion atau pak Darren tidak memerlukan ini secepatnya,jadi aku masih punya banyak waktu " tutur kata sopan Friska membuat Rania terkesan,dia semakin tersenyum lebar,apalagi friska seperti menyambut cepat permintaan tawaran darinya....gadis itu malah berdiri dari duduknya lalu menarik salah satu kursi yang ada didekatnya dan menyodorkan nya kearah Rania.


" silahkan duduk nona....aku bersedia menjadi teman ngobrol kamu " mereka saling melempar senyum ketika Rania duduk dikursi itu dan saling memperkenalkan diri.



" tadi nona datang sama pak Dion ? nona kekasihnya ? " hampir sebagian karyawan diperusahaan itu yang bertemu mereka dilobby melihat kebersamaan Dion dan Rania itu,termasuk para devisi ekslusif para jajaran eksekutif yang tadi berpapasan dengan pasangan ini dilorong atau dilift sudah tahu tentang ini,setidaknya dengan pemandangan yang baru terjadi,ketika CEO perusahaan ini membawa seorang wanita kekantor yang diperkirakan sebagai pasangan termasuk juga oleh Friska.



" Hem....iya " hanya sahutan singkat itu yang dijawab Rania dan dia belum sempat bicara lebih lanjut tapi Friska sudah keburu berdecak seperti takjub



" kau tahu nona.....bahkan ini moment yang sangat langka ....baru sekarang pak Dion membawa seseorang keperusahaan ini....apa kalian sudah menjalin hubungan serius ? " tebak Friska dengan celotehan begitu lancarnya dan tanpa sungkan karena dia merasa Tanya begitu cepat dan mudah untuk didekati,pandangannya tak beralih dari cincin dijari Rania itu,berpikir bahwa atasannya sudah bertunangan .....tapi kenapa belum ada gelaran acara besar yang terjadi ? tidak mungkin kan orang sebesar dan sekelas Dion Anggara ini tidak mengadakan perhelatan Akbar untuk moment hubungan spesialnya ini.



" Belum seserius itu Friska,masih tahap pertemuan orang tua dan ....." tapi ucapan Rania terhenti ketika percakapan mereka berdua teralihkan dengan kehadiran seorang gadis cantik didepan mereka.

__ADS_1


__ADS_2