KEKUATAN CINTA RANIA

KEKUATAN CINTA RANIA
BAB 61 : KESADARAN CEPAT


__ADS_3

Dion yang duduk bersandar dikursi dibelakang meja kerjanya memperhatikan satu persatu foto-foto yang diambil Darren kemaren,sebuah mobil warna merah yang mengiringi mobilnya dari ketika dia berbelok ditikungan depan gerbang perusahaan sampai depan gerbang apartemen dan foto- foto itu menampakan Charlie persis menggunakan outfit yang sama saat dia dikejar Dion direstoran,ada juga seorang wanita muda cantik,dan seorang pria yang tampaknya blasteran sebagai temannya.



" aku yakin kalau yang berjaket itu Charlie " tebak Darren karena mengambil foto tersebut dia sedang berada didalam mobil dan posisi Charlie terlihat dari samping.



" memang dia yang ada diresto saat aku dan Rania makan siang,pakaiannya juga itu itu saja,jadi kupikir tidak keliru lagi " sahut Dion lugas,memijit pelipisnya yang berdenyut.


" berarti dia sengaja menguntitku kan ? "



" ya, sepertinya begitu " Darren menggeser layar hp dan menampakkan foto tubuh belakang mobil lengkap dengan flat mobilnya itu....memperlihatkannya ke Dion.



" aku mau kamu cek ke bagian kepolisian siapa pemilik flat mobil itu,cari data soal itu,agar kita bisa menemukan Charlie lebih dulu " kata Dion yang dianggukkan Darren



" bagaimana kalau itu mobil sewaan ? " tiba - tiba ide itu terlintas di benak Darren dan itu dia ungkapkan pada Dion



" kenapa berpikir begitu ? " Dion memandangnya penuh rasa ingin tahu.



" hanya felling ku saja,kalau kemungkinan aku ingin menguntit seseorang aku akan melakukan hal itu "

__ADS_1



" dugaan yang bisa dibenarkan " Dion mengangguk - angguk,


" tapi tetap saja seseorang perlu tanda pengenal yang bisa di tinggalkan diagen persewaan mobil itu "



" mungkin bisa menggunakan koneksi lain,atau kartu pengenal orang lain " Darren menyatakan pendapatnya yang begitu diplomatis.



" bisa disetujui,lihat dulu dan cek....jika memang seperti sesuai dugaanmu,kita mungkin tidak bisa mendapatkan jejak Charlie,aku hanya penasaran kenapa dia seperti mengincarku atau Rania ? " Dion bangkit dari duduknya dan bergerak mondar-mandir,berpikir serius.


" jika dia sedang menjadi tujuan bos Abian untuk dilenyapkan.....berarti mungkin kalau dia menginginkan aku dia ingin menutup kasus kecelakanku kemaren dan mengincar rekaman CCTV muka parkir gedung Athena "



" dan kalau dia mengincar Rania ? " pertanyaan sekilas Darren untuk menyesuaikan dengan pemikiran Dion itu membuat pria itu tertegun,langkahnya terhenti didepan Jendela,pandangannya mengabur ke bawah sana.....mendadak perasaan gelisah menyelusup kedalam hatinya,dia tidak berucap apapun untuk menjawab ucapan Darren,kembali kemeja dan meraih hapenya yang tergeletak tak jauh dari laptopnya, bermaksud ingin menelpon Rania,dan melihat panggilan Rania beberapa kali,dan dia tidak mengangkatnya lantaran dia membisikkan notifikasi panggilan masuk ketika rapat tadi,dia mulai memencet nomor Rania.....kelihatan jelas kalau di wajah itu kecemasan yang kental terukir disana.




" ada Emira menelponku disaat kita rapat tadi " Darren membuka chat pesan masuk di we a,dari Emira : pak Dion mesan barang online apa ?



" Rania tidak mengangkat telponku,dia juga tidak tadi menelponku " Darren cepat memperlihatkan pesan masuk dari Emira,dan hal itu spontan membuat Dion tercengang.


__ADS_1


" kamu mesan barang online apa yang terkirim hari ini keapartemen ? " pertanyaan Darren itu seketika membuat Dion terhenyak,setelah sekelebatan pemikiran hadir menyeruak.



" tidak Darren,kamu pikir aku mesan barang online apa ? " mata Dion menatap Darren nyalang ketika bertanya balik.


" Darren ......tolong telpon Emira,aku merasa aneh Rania tidak menggubris telponku sedangkan beberapa jam sebelumnya dia yang menelponku " tanpa menunggu dua kali Darren langsung menekan nomor Emira,tapi sama dengan Dion,Emira pun tidak mengangkat telpon darinya.....Darren menggeleng dan mencoba beberapa kali,reaksi dan sikapnya itu tak luput dari pengamatan Dion.



" Darren......kamu urus kantor dulu,aku mau pulang ke apartemen sebentar " tanpa menunggu hal apapun,ataupun tanggapan dari Darren,Dion meraih jasnya yang sudah tersampir di sandaran kursi,mengenakannya.....meraih handphone dan kunci mobil dan Darren mengikuti langkahnya yang bergegas keluar dari ruangan kerja itu



" cepat kabari aku kalau terjadi sesuatu " pesan Darren pun sama, penuh kecemasan.... sebelum tubuh Dion menghilang ditelan pintu lift khusus yang menutup.



melihat jam tangannya....nyaris pukul 3 siang,dia mulai sangat gelisah dan tidak sabar menunggu lift yang membawanya turun itu sampai kelantai dasar,masih mencoba berusaha menelpon Rania,tapi tetap tidak diangkat,dan dadanya begitu bergemuruh dalam ketidaktenangan.


#########


Emira yang ketika tersadar dari pingsannya merasakan kalau kedua kaki dan tangannya terikat kuat,melihat sekelilingnya dan merasakan kalau Rania d dah tidak ada,kecemasan begitu melanda hatinya,apa yang terjadi sama Rania ? apa dia diculik ? memikirkan itu membuatnya sangat terkejut,dan mulai berteriak panik serta histeris,tapi tetap tidak ada pertolongan dari siapapun,apalagi ketika dia teringat perkataan Darren pagi tadi ketika mereka keluar dari lift dilantai ini,lantai ini terkhusus hanya terdiri dari 5 buah apartemen,berarti sangat mustahil ada kemungkinan seseorang dari luar yang akan mendengarkan teriakannya,apalagi jika dia mengingat kemungkinan apartemen ini dirancang untuk kedap suara,artinya,suara sebising apapun didalam sini,tidak akan bisa terdengar orang dari luar sana,hal itu sangat membuatnya bersimbah keringat dingin oleh perasaan ngeri.....akan berapa lama dia dalam kondisi memprihatinkan begini ?.



Terpekur untuk memikirkan cara terbebas dari sini,dan melepaskan ikatan ini ? tapi bagaimana caranya,dia tidak bisa bergerak selain hanya meringkuk diam ditempat dengan tubuh dan kaki terikat,sekian lama sampai bunyi hp Rania yang tertinggal diatas meja berdering beberapa kali,tapi dia sedikitpun tidak bisa mengangkatnya,benaknya kacau balau menduga kalau sesuatu yang buruk pasti sudah menimpa Rania....mengulas kilas balik kejadian setengah jam lalu,dan itu membuatnya begitu sangat ngeri,dia menggigit bibirnya yang bergetar oleh rasa takut,dan hp yang ada di kantong celananya pun berbunyi,dan dia pun sangat tidak bisa mengangkatnya.....berharap dan menunggu sebuah bantuan akan segera datang.



Dan akhirnya deringan berulang itupun mati,dia menarik nafas,mencoba menunggu....tapi sampai kapan ? tapi bagaimana kalau ini berlangsung lama ? setidaknya menunggu sampai Dion dan Darren pulang kerja dan mengetahui semua yang terjadi padanya dan kemungkinan apa yang menimpa Rania.

__ADS_1



Dia berada dalam ketegangan dan penantian panjang yang lumayan .....sampai deringan bell pintu beberapa kali berbunyi,Emira mencoba berteriak,tak putus harapan kalaupun itu sebentuk kesia-siaan,dan pintu itu terbuka dari luar,Dion Anggara bosnya itu berdiri diambang nya,menatap tajam bercampur kecemasan dalam keterkejutan ketika melihat kondisi yang dialaminya sekarang.


__ADS_2